Skip to content

Momentum Ulang Tahun ke-75 Prabowo Subianto: Dari Pujian Vladimir Putin hingga Kritik Tajam Band Dongker

Momentum Ulang Tahun ke-75 Prabowo Subianto: Dari Pujian Vladimir Putin hingga Kritik Tajam Band Dongker
Momentum Ulang Tahun ke-75 Prabowo Subianto: Dari Pujian Vladimir Putin hingga Kritik Tajam Band Dongker

Kabar YPU – 18 Oktober 2026 | Perayaan ulang tahun Prabowo Subianto yang ke-75 pada Sabtu, 17 Oktober 2026, menjadi sorotan luas, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Momentum bertambahnya usia Presiden Republik Indonesia ini memicu beragam reaksi, mulai dari apresiasi diplomatik dari pemimpin dunia, aksi sosial kader partai, hingga kritik bernada satir dari musisi lokal.

Di tingkat global, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan penghormatan tinggi melalui telegram resmi Kremlin. Putin memuji Prabowo sebagai sosok politikus berpengalaman yang memiliki wibawa kuat di panggung internasional. Menurut Putin, kepemimpinan Prabowo telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan Indonesia dan secara konsisten memperjuangkan kepentingan nasional dalam berbagai forum multilateral seperti PBB dan BRICS.

Kehilangan Intelektual Bangsa: Airlangga Pribadi Kusman, Sang Pembedah Demokrasi yang Berpulang
Baca juga:
Kehilangan Intelektual Bangsa: Airlangga Pribadi Kusman, Sang Pembedah Demokrasi yang Berpulang

Sementara itu, di dalam negeri, suasana ulang tahun Prabowo Subianto dirayakan dengan berbagai kegiatan positif yang menyentuh lapisan masyarakat. Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar open house Sekolah Rakyat secara serentak di 182 titik di seluruh Indonesia. Gus Ipul menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas keberhasilan salah satu gagasan besar Presiden, di mana siswa-siswa dari keluarga prasejahtera kini mulai menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi.

Aksi nyata juga ditunjukkan oleh kader Partai Gerindra di berbagai daerah. Di Kabupaten Jombang, DPC Partai Gerindra bersama Forkopimda melaksanakan aksi gotong royong membersihkan kawasan Tirta Wisata. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah) dan dilakukan secara serentak oleh DPC Gerindra di seluruh penjuru Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Dari Aktivis ke Istana: Strategi AI Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom RI
Baca juga:
Dari Aktivis ke Istana: Strategi AI Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom RI

Namun, perayaan ini tidak lepas dari suara kritis. Band asal Bandung, Dongker, memberikan ucapan selamat yang tidak biasa melalui platform TikTok. Dalam unggahannya, mereka menyelipkan lirik lagu yang menyentil isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera dengan lirik “Tiup hutannya, tiup hutannya, tiup hutannya sekarang juga”. Unggahan tersebut memicu beragam reaksi netizen, mulai dari komentar satir hingga dukungan terhadap keberanian musisi dalam bersikap kritis.

Sejumlah tokoh nasional juga turut membanjiri media sosial dengan doa dan harapan baik. Berikut adalah rangkuman ucapan dari para pemimpin dan tokoh penting:

Dua Sisi Tonny Tesar: Antara Investigasi Fasilitas Lapas hingga Kontroversi Usulan Pemakzulan Gibran
Baca juga:
Dua Sisi Tonny Tesar: Antara Investigasi Fasilitas Lapas hingga Kontroversi Usulan Pemakzulan Gibran
  • Sufmi Dasco Ahmad (Ketua Harian DPP Gerindra): Mendoakan kesehatan dan kekuatan bagi setiap keputusan yang diambil Presiden untuk Indonesia.
  • Bahlil Lahadalia (Menko Hilirisasi dan ESDM): Mengharapkan kebijaksanaan Presiden dalam memimpin menuju bangsa yang mandiri dan makmur.
  • Muhaiman Iskandar (Ketua Umum PKB): Mendoakan umur panjang dan keberhasilan dalam menyejahterakan bangsa.
  • Agus Harimurti Yudhoyono (Menko Infrastruktur): Berharap Presiden sukses mengemban amanah menuju Indonesia yang adil dan maju.

Secara keseluruhan, ulang tahun Prabowo Subianto tahun ini mencerminkan dinamika kepemimpinan beliau yang berada di tengah pujian diplomatik, pengabdian sosial melalui program pemerintah, sekaligus tetap menjadi subjek kritik konstruktif dari elemen masyarakat sipil.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan