Skip to content

Waspada Dampak Karhutla: Sebaran Asap Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Namun Papua Terganggu

Waspada Dampak Karhutla: Sebaran Asap Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Namun Papua Terganggu
Waspada Dampak Karhutla: Sebaran Asap Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Namun Papua Terganggu

Kabar YPU – 18 Oktober 2026 | Kondisi kualitas udara di wilayah Jabodetabek menunjukkan perkembangan positif seiring dengan pergerakan sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menjauhi wilayah Jawa bagian Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sejak Sabtu, 17 Oktober 2026, dinamika atmosfer mulai menggeser konsentrasi polutan menjauh dari pusat aktivitas ekonomi nasional tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit, sempat terjadi pergerakan asap yang memasuki wilayah Jabodetabek pada Jumat (16/10/2026). Namun, fenomena tersebut hanya berlangsung sesaat dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kualitas udara di permukaan tanah. Pemantauan berkelanjutan pada Sabtu pagi hingga siang hari menunjukkan bahwa asap tersebut secara bertahap mulai bergerak menjauh dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi resmi tiba di pelabuhan Jakarta, menandai langkah strategis bagi pertahanan laut Indonesia
Baca juga:
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi resmi tiba di pelabuhan Jakarta, menandai langkah strategis bagi pertahanan laut Indonesia

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa pergeseran ini dipengaruhi oleh perubahan arah dan melemahnya pergerakan angin pada ketinggian tertentu. Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak perlu panik dengan deteksi satelit, karena keberadaan asap di lapisan atmosfer atas tidak selalu berarti terjadi peningkatan polutan yang berbahaya di permukaan bumi. Meski demikian, sisa-sisa sebaran asap masih terdeteksi di wilayah Pesisir Barat Banten pada ketinggian antara 10.000 hingga 18.000 kaki atau sekitar 3 hingga 5,4 kilometer.

Variasi Kualitas Udara di Jakarta

Walaupun sebaran asap mulai menjauh, data pengukuran konsentrasi partikulat halus PM2.5 menunjukkan kondisi yang bervariasi di berbagai titik di Jakarta. Berikut adalah rincian kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup:

Wilayah Kategori Kualitas Udara Keterangan
Marunda Baik Konsentrasi rendah
Tanah Abang Sedang Perlu pengawasan
Kelapa Gading Tidak Sehat Parameter PM2.5 meningkat
Menteng Tidak Sehat Parameter PM2.5 meningkat
Kebun Jeruk Tidak Sehat Parameter PM2.5 meningkat

Di wilayah Kemayoran, konsentrasi PM2.5 tercatat berada pada rentang 46,7 hingga 109,7 µg/m³, yang menempatkan kualitas udara dalam kategori sedang hingga tidak sehat. Hal ini menuntut masyarakat untuk tetap waspada terhadap kesehatan pernapasan.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti panduan respons cepat terhadap erupsi terbaru Gunung Anak Krakatau yang mengancam wilayah pesisir
Baca juga:
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti panduan respons cepat terhadap erupsi terbaru Gunung Anak Krakatau yang mengancam wilayah pesisir

Kondisi Kritis di Wilayah Lain dan Gangguan Penerbangan

Berbeda dengan Jabodetabek, sejumlah wilayah lain di Indonesia masih berjuang menghadapi dampak karhutla yang masif. Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa sebaran asap masih terpantau di sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Kepulauan Maluku, serta sebagian besar Papua. Kondisi ini dipicu oleh tingginya jumlah titik panas (hotspot) yang masih aktif.

Pada pemantauan tanggal 16 Oktober 2026, tercatat sebanyak 478 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di seluruh Indonesia. Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak sebanyak 189 titik, diikuti oleh Jawa Timur (89 titik), Papua Selatan (63 titik), serta Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah (masing-masing 26 titik).

Dampak nyata dari kabut asap ini telah mengganggu sektor transportasi udara di wilayah Papua. Di Bandara Internasional Sentani, Jayapura, sebanyak 19 jadwal penerbangan menuju Wamena dan Oksibil mengalami penundaan. PGS General Manager Bandara Internasional Sentani, Joko Prasetiyono, menyatakan bahwa penundaan ini dilakukan demi menjamin keselamatan penerbangan karena jarak pandang di wilayah tujuan sangat terbatas akibat kabut asap.

AC Milan kembali ke jalur kemenangan dengan menundukkan Lecce 3-0, menegaskan kebangkitan serangan mereka di Serie A
Baca juga:
AC Milan kembali ke jalur kemenangan dengan menundukkan Lecce 3-0, menegaskan kebangkitan serangan mereka di Serie A

Imbauan Kesehatan dan Langkah Antisipatif

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas dan kondisi udara kering yang menyertai fenomena karhutla ini. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
  • Menjaga kecukupan asupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas.
  • Membatasi aktivitas luar ruangan jika kualitas udara menunjukkan kategori tidak sehat.
  • Menggunakan tabir surya saat beraktivitas di bawah sinar matahari.
  • Tidak melakukan pembakaran sampah atau pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan lahan gambut dan hutan.

Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi akan berlanjut hingga 24 Oktober 2026. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG untuk mendapatkan peringatan dini terkait perkembangan cuaca dan kualitas udara di lingkungan masing-masing.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan