Kontroversi Foto Mahasiswa UT: Kandidat Republik Bo French Terjerat Skandal Rasisme yang Mengguncang Texas
Kabar YPU – 14 September 2026 | Dunia politik Texas tengah diguncang oleh kontroversi besar yang melibatkan Bo French, kandidat Republik untuk Komisi Kereta Api Texas. Ketegangan memuncak setelah sebuah unggahan di media sosial yang menampilkan suasana di lingkungan ut (University of Texas) memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk rekan sejawatnya di Partai Republik. Foto yang dibagikan French menunjukkan sekelompok mahasiswa keturunan Asia Selatan yang sedang merayakan kemenangan tim sepak bola Amerika, University of Texas Longhorns, atas Ohio State.
Bo French, yang mendeskripsikan dirinya sebagai seorang konservatif ‘MAGA’ dalam kampanye politiknya, memberikan keterangan yang sangat kontroversial pada unggahan tersebut. Ia menulis, “Saya mendengar kelulusan UT tahun ini terlihat seperti ini. Saya tidak mempercayainya. Masalahnya sekarang jelas jauh lebih buruk daripada yang dibayangkan siapa pun.” Unggahan tersebut segera viral dengan jumlah penayangan mencapai 27 juta kali, namun alih-alih mendapatkan dukungan, French justru menghadapi gelombang kemarahan yang luas.
Kritik tajam datang dari tokoh-tokoh senior Republik. Senator John Cornyn secara terbuka mengecam tindakan French melalui platform X, mempertanyakan apakah pejabat terpilih lainnya akan membiarkan intoleransi dan rasisme menjadi hal yang dinormalisasi. Cornyn menegaskan bahwa tindakan semacam ini dapat menghancurkan partai politik yang besar. Senada dengan Cornyn, Gubernur Texas Greg Abbott juga memberikan pernyataan tegas bahwa narasi yang dibangun French tidak mencerminkan pesan kepemimpinannya. Abbott menyatakan bahwa foto para penggemar Longhorn tersebut justru menunjukkan bagaimana warga Texas bersatu dalam mendukung tim kampus mereka.
Dampak dari skandal ini mulai terlihat pada angka-angka prediksi politik. Berdasarkan data dari pasar prediksi Kalshi, peluang kemenangan Bo French dalam pemilihan tersebut merosot tajam. Pada Minggu pagi, peluangnya berada di angka 72 persen, namun pada Senin dini hari, angka tersebut anjlok hingga turun 10 persen akibat reaksi negatif publik dan politisi. Ketidakpastian ini mencerminkan betapa sensitifnya isu demografi dan imigrasi di Texas saat ini.
Kelompok advokasi masyarakat juga tidak tinggal diam. Indian American Advocacy Council dan Hindu American Foundation mengeluarkan pernyataan keras yang mengutuk retorika French. Mereka menyebut serangan terhadap mahasiswa keturunan Asia Selatan tersebut sebagai tindakan rasis yang sangat merendahkan. Congressman Raja Krishnamoorthi bahkan menyebut komentar French sebagai tindakan xenofobia yang sangat memalukan, mengingat para mahasiswa tersebut hanyalah pemuda yang merayakan identitas universitas mereka.
Berikut adalah ringkasan reaksi dari berbagai pihak terhadap insiden tersebut:
- Senator John Cornyn: Mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk intoleransi yang dapat merusak partai.
- Gubernur Greg Abbott: Menegaskan bahwa foto tersebut adalah simbol persatuan warga Texas.
- Lacey Hull (Perwakilan Negara Bagian): Meminta French menghapus unggahan tersebut karena dianggap menyayat hati.
- Kelompok Advokasi India-Amerika: Mengutuk keras serangan rasis terhadap mahasiswa keturunan Asia Selatan.
Meskipun sebagian kecil pendukung Republik seperti mantan ketua GOP Matt Rinaldi mencoba membela French dengan menyerang kritik Cornyn, arus utama opini publik dan politik tetap menekan kandidat tersebut. Isu mengenai demografi di lingkungan ut telah menjadi katalisator yang mengungkap ketegangan mendalam terkait politik imigrasi di Amerika Serikat. Kasus ini menjadi pengingat bagi para kandidat politik bahwa penggunaan narasi identitas yang provokatif dapat berbalik menjadi bumerang yang menghancurkan karier politik mereka dalam sekejap.
Secara keseluruhan, kontroversi ini bukan sekadar masalah media sosial, melainkan refleksi dari perpecahan ideologis yang sedang terjadi di Texas. Dengan jatuhnya peluang elektoral French di pasar prediksi, publik kini menunggu langkah selanjutnya dari tim kampanye French dan bagaimana Partai Republik akan menyikapi dinamika ini untuk menjaga integritas mereka di mata pemilih yang semakin beragam.



Post Comment