Polres Kepulauan Meranti meluncurkan program “Jumat Keliling” dengan tujuan mengajak warga setempat aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta mendukung upaya penanggulangan karhutla secara proaktif.
Pelaksanaan Serentak di Seluruh Jajaran Polsek
Program “Jumat Keliling” ini digelar secara serentak di seluruh jajaran polsek pada Jumat, 28 Agustus 2026. Aktivitas tersebut berlangsung di 16 masjid, antara lain Masjid Al Irsyad, Al Islah, dan Babussalam di Desa Tanjungsamak; Masjid Sabilunnaja di Desa Dwi Tunggal; Masjid Al Ikhlas di Desa Gemalasari; Masjid Ihtihad di Desa Topang; serta masjid di Desa Sungai Gayung Kiri, Wonosari, Repan, Tanjung Gemuk, Tanjung Medang, Kayuara, Beting, Sonde, dan Bungur. Setiap lokasi dipadukan dengan kegiatan edukasi dan sosialisasi, sehingga warga dapat langsung memahami risiko kebakaran serta langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Pesan Utama Kapolres Gede Prasetia Sasmita
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Sasmita, melaksanakan “Jumat Keliling” di Kecamatan Tebing Tinggi. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Jangan sampai kebiasaan membakar untuk membersihkan lahan atau sampah justru menimbulkan kebakaran yang merugikan masyarakat. Kami meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api,” ujarnya. Pesan ini menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam mencegah kebakaran yang dapat merusak ekosistem dan menimbulkan kerugian ekonomi.
Integrasi “Jumat Keliling” dengan Pilkades
Selain fokus pada pencegahan kebakaran, Kapolres juga menekankan hubungan erat antara “Jumat Keliling” dan pelaksanaan Pilkades di Kecamatan Tebing Tinggi serta Kecamatan Rangsang. Ia mengingatkan agar masyarakat saling menghormati perbedaan pilihan dalam menciptakan demokrasi yang aman dan damai. “Untuk wilayah yang melaksanakan Pilkades, kami juga mengingatkan agar seluruh masyarakat bersama-sama menjaga suasana tetap aman. Perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi, tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan,” ujar Gede. Keterlibatan polisi di tengah masyarakat menjadi strategi proaktif untuk meminimalkan potensi konflik dan menjaga ketertiban publik.
Kenapa “Jumat Keliling” Penting bagi Pencegahan Kebakaran
Kebakaran hutan dan lahan seringkali dipicu oleh praktik pembakaran lahan yang tidak terkendali. “Jumat Keliling” berfungsi sebagai platform edukasi yang dapat meningkatkan pemahaman warga tentang bahaya kebakaran serta cara mengelola lahan secara berkelanjutan. Dengan mengadakan kegiatan di masjid—tempat berkumpul yang memiliki pengaruh sosial kuat—program ini dapat menjangkau komunitas secara luas. Warga yang terpapar pesan tersebut akan lebih sadar akan pentingnya melaporkan titik api dan menghindari praktik pembakaran liar.
Dampak Positif Terhadap Penanggulangan Karhutla
Melalui “Jumat Keliling,” Polres Kepulauan Meranti berharap dapat mengurangi frekuensi kebakaran hutan dan lahan. Ketika masyarakat aktif melaporkan titik api, respons cepat polisi dapat memadamkan kebakaran pada tahap awal, sehingga meminimalkan kerusakan lingkungan dan mengurangi risiko penyebaran kebakaran ke wilayah sekitarnya. Selain itu, partisipasi publik yang lebih besar juga meningkatkan efektivitas koordinasi antara aparat dan lembaga terkait dalam penanggulangan karhutla.
Peran Masyarakat dalam “Jumat Keliling”
“Jumat Keliling” menuntut partisipasi aktif masyarakat. Setiap warga diundang untuk ikut serta dalam sesi tanya jawab, mendengarkan narasi tentang teknik pembersihan lahan yang aman, dan berperan sebagai mata dan telinga di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, kesadaran kolektif tumbuh, dan setiap individu menjadi agen perubahan yang dapat meminimalkan risiko kebakaran di masa depan.
Sinergi dengan Lembaga Lain
Program ini juga membuka peluang kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat, dinas kehutanan, dan pihak swasta yang peduli lingkungan. Melalui sinergi tersebut, “Jumat Keliling” dapat memperluas jangkauan edukasi serta meningkatkan kapasitas teknis masyarakat dalam mengelola lahan. Peningkatan kapasitas ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang.
Harapan Polres Kepulauan Meranti
Polres Kepulauan Meranti berharap “Jumat Keliling” menjadi tonggak awal bagi pembangunan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan pesan pencegahan kebakaran dan nilai demokrasi, program ini tidak hanya melindungi hutan dan lahan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di antara warga. Keberhasilan program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Kesimpulan
Melalui pelaksanaan “Jumat Keliling” di berbagai masjid, Polres Kepulauan Meranti berhasil mengangkat kesadaran publik tentang pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan. Pesan kuat dari Kapolres mengenai penghindaran pembakaran liar serta pentingnya menjaga keamanan selama Pilkades menambah nilai edukatif program ini. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan sinergi antar lembaga, “Jumat Keliling” menunjukkan potensi besar dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla secara proaktif, sekaligus memperkuat demokrasi yang aman dan damai di wilayah kepulauan Meranti.

Leave a comment