×

Farel Prayoga mengungkap pengalaman masa sekolahnya ketika menjadi korban bullying karena kebiasaan ngamen, kini menjadi inspirasi bagi generasi muda

Farel Prayoga mengungkap pengalaman masa sekolahnya ketika menjadi korban bullying karena kebiasaan ngamen, kini menjadi inspirasi bagi generasi muda

Farel Prayoga, seorang jurnalis senior media berita Indonesia, menorehkan kisah inspiratif yang menarik bagi generasi muda. Dalam wawancara yang berlangsung di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (29/8/2026), ia mengungkapkan pengalaman masa sekolahnya ketika menjadi korban bullying karena kebiasaan ngamen. Kini, kisah tersebut menjadi contoh bagaimana seseorang dapat mengubah pengalaman negatif menjadi motivasi bagi orang lain.

Perjalanan Awal: Dari Jalanan ke Kelas

Farel Prayoga pernah menjadi pengamen jalanan sebelum menjadi jurnalis. Pada masa sekolahnya, ia menjadi target perundungan oleh teman sekelas yang menganggap pekerjaan ngamennya tidak pantas. “Kalau dibully, jadi aku dulu kan seperti yang kalian tahu aku kan dari pengamen ya. Ya waktu itu pasti adalah ya yang bully teman kelas kayak ‘ah masa seumuran kamu sudah ngamen’, eh gimana ya kayak ‘memang gak pantes dilihat’, kayak gitu-gitulah cara ngomongnya kan,” ungkap Farel. Kata-kata tersebut menggambarkan betapa sulitnya menghadapi stigma sosial yang melekat pada pekerjaan pengamen.

Haykal Kamil Membatalkan Kunjungan ke Palembang Setelah Erupsi Anak Krakatau Mengguncang Wilayah, Jadwal Perjalanan Ditunda
Baca juga:
Haykal Kamil Membatalkan Kunjungan ke Palembang Setelah Erupsi Anak Krakatau Mengguncang Wilayah, Jadwal Perjalanan Ditunda

Meski mendapat kata-kata pedas dari teman sebayanya, Farel Prayoga memilih untuk tidak terpengaruh. Ia memandang positif hasil kerja kerasnya di jalanan. “Ya aku pribadi waktu itu gak terlalu perduliin sih, karena kan aku dari ngamen aku bisa beli apa pun yang aku mau kalau aku nabung dari uang ngamen itu gitu,” tuturnya. Dalam konteks ini, pengalaman ngamen menjadi sumber penghasilan yang memadai, sekaligus memberikan rasa tanggung jawab dan disiplin tersendiri.

Pengalaman Bullying dan Dampaknya pada Karier

Farel Prayoga menyadari bahwa perundungan di masa sekolahnya tidak hilang begitu saja. Meski kini nama dan reputasinya telah terkenal, ia masih menghadapi cibiran dari pembenci atau haters di media sosial. “Sikap bodo amat ini nampaknya menjadi kunci bagi Farel untuk tetap fokus berkarya,” jelas Farel. Ia mengaku sangat jarang membaca kolom komentar di media sosialnya agar tidak terpengaruh oleh omongan negatif.

Pengalaman ini menegaskan bahwa Farel Prayoga tidak hanya mengatasi tekanan psikologis, tetapi juga memelihara mentalnya melalui kebiasaan menghindari komentar negatif. Hal ini memberi contoh bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara publikasi dan kesehatan mental. Dalam situasi yang penuh tekanan, Farel Prayoga menunjukkan bahwa kesabaran dan ketenangan dapat menjadi senjata utama dalam menghadapi kritik.

Nikita Willy berbagi perspektif doa yang terasa terjawab selama perjalanan, sekaligus menguatkan niatnya mendekatkan diri kepada Allah SWT
Baca juga:
Nikita Willy berbagi perspektif doa yang terasa terjawab selama perjalanan, sekaligus menguatkan niatnya mendekatkan diri kepada Allah SWT

Transformasi dari Korban Menjadi Inspirasi

Farel Prayoga tidak hanya mengatasi bullying, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber inspirasi. Ia menekankan bahwa setiap pengalaman, baik positif maupun negatif, dapat dijadikan pelajaran. Dengan berbagi kisahnya, Farel Prayoga berharap dapat menginspirasi generasi muda agar tidak menyerah ketika menghadapi rintangan. “Kita harus belajar bahwa kegagalan atau perundungan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan baru,” kata Farel.

Keberhasilan Farel Prayoga dalam mengatasi bullying juga menyoroti pentingnya dukungan sosial. Ia mengakui bahwa keluarga dan teman-teman yang memberikan dukungan emosional membantu menjaga semangatnya. Dalam konteks ini, Farel Prayoga menjadi contoh bahwa keberhasilan tidak datang secara otomatis, melainkan melalui kerja keras, ketekunan, dan dukungan lingkungan.

Pelajaran bagi Generasi Muda

Farel Prayoga menekankan bahwa generasi muda harus belajar dari kisahnya. Pertama, ia menyarankan agar mereka tidak membiarkan komentar negatif mempengaruhi keputusan hidup. Kedua, penting bagi mereka untuk melihat sisi positif dari setiap pengalaman, bahkan ketika itu tampak negatif. Ketiga, Farel Prayoga menekankan bahwa kebiasaan disiplin dan kerja keras, seperti yang ia praktikkan saat ngamen, dapat membawa hasil yang memuaskan.

Skandal Met Gala 2027: John Galliano Mundur Setelah Kontroversi Antisemitik Memanas
Baca juga:
Skandal Met Gala 2027: John Galliano Mundur Setelah Kontroversi Antisemitik Memanas

Pengalaman Farel Prayoga juga menyoroti pentingnya membangun mental yang kuat. Menghadapi kritik dan perundungan membutuhkan ketahanan emosional. Farel Prayoga mengajak generasi muda untuk mempraktikkan kebiasaan membaca komentar secara selektif dan menjaga fokus pada tujuan utama. Dalam dunia yang penuh tekanan, kemampuan untuk tetap tenang dan terfokus menjadi kunci kesuksesan.

Kesimpulan

Farel Prayoga, jurnalis senior media berita Indonesia, telah menunjukkan bahwa pengalaman masa sekolah yang penuh tantangan dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Dari menjadi korban bullying karena kebiasaan ngamen hingga menjadi figur publik yang dihormati, perjalanan Farel Prayoga menegaskan bahwa ketahanan mental, disiplin, dan dukungan sosial dapat mengubah rintangan menjadi peluang. Kisah ini mengingatkan kita bahwa setiap pengalaman, baik atau buruk, dapat dijadikan pelajaran berharga jika kita bersedia belajar darinya.

Post Comment

You May Have Missed