×

Seorang pria asal Makassar mengamuk dengan menendang‑sayat telinga pacarnya setelah menunda pengantaran makanan ke kos, aksi yang kini menjadi sorotan media

Seorang pria asal Makassar mengamuk dengan menendang‑sayat telinga pacarnya setelah menunda pengantaran makanan ke kos, aksi yang kini menjadi sorotan media

Pria asal Makassar menjadi pusat sorotan media setelah mengamuk dengan menendang‑sayat telinga pacarnya di kos. Aksi kekerasan ini terjadi pada Senin (14/9) di Jalan Kancil, Makassar, dan menimbulkan kekhawatiran akan keamanan hubungan pasangan di kota tersebut.

Kronologi Kejadian

Menurut saksi dan petugas, pelaku, yang belum diungkapkan identitasnya, awalnya berusaha menghubungi pacarnya melalui WhatsApp. Ia menanyakan jam berapa pacarnya akan datang ke kos karena ia ingin dibawakan makanan. Namun, pacarnya terlambat datang, sehingga menimbulkan ketegangan emosional pada pelaku.

Dinamika Hong Kong 2026: Dari Skandal Militer China hingga Revolusi Teknologi dan Fashion
Baca juga:
Dinamika Hong Kong 2026: Dari Skandal Militer China hingga Revolusi Teknologi dan Fashion

Setelah pacarnya tiba di kos, pelaku segera mendekatinya. Ia duduk di dekat pacarnya namun kemudian melakukan tindakan menakutkan: memekik leher pacarnya, memukul kepalanya berulang kali, dan bahkan berusaha menusuknya dengan pisau cutter. Menariknya, aksi menusuk tersebut berhasil dihalangi oleh pacarnya yang berusaha menahan tangan pelaku.

Selama serangan, pelaku menendang pinggang dan paha korban. Ia juga mencoba menyayat telinga pacarnya dengan pisau cutter, namun korban berhasil menahan serangan tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka lebam di sekujur tubuh dan luka robek tersayat pisau cutter di belakang telinganya.

Setelah kejadian, korban langsung melaporkan penganiayaan tersebut ke Polsek Mamajang. Pelaku kemudian diamankan oleh anggota Resmob Polsek Mamajang pada Selasa (15/9).

Reaksi Kepolisian dan Penyidikan

Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, menyatakan bahwa penganiayaan diduga dipicu oleh emosi pelaku karena pacarnya terlambat datang. Ia menegaskan bahwa pelaku telah dihadapkan pada pertanggungjawaban hukum dan akan ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Bocoran Avengers: Doomsday Terungkap di Avengers Endgame Encore: Era Baru Doctor Doom Dimulai!
Baca juga:
Bocoran Avengers: Doomsday Terungkap di Avengers Endgame Encore: Era Baru Doctor Doom Dimulai!

Menurut Tri Husada, pelaku sudah menandai peringatan dengan memekik leher korban, memukul kepala berulang kali, dan mengekspresikan niat menusuk menggunakan pisau cutter. Namun, tindakan tersebut dihalangi oleh korban yang berusaha menahan tangan pelaku. Akibatnya, pelaku tidak dapat mengeksekusi niat menusuknya.

Pelaku kini berada di bawah pengawasan polisi dan akan dihadapkan pada proses hukum yang sesuai. Sementara itu, korban telah mendapatkan perawatan medis dan melaporkan luka-luka yang dialaminya.

Pengaruh Terhadap Hubungan Pasangan di Makassar

Kasus ini menimbulkan perdebatan tentang dinamika hubungan pasangan di Makassar. Banyak pihak yang menilai bahwa ketegangan emosional dapat memicu tindakan kekerasan jika tidak dikelola dengan baik. Aksi ini juga menyoroti pentingnya komunikasi yang sehat dan pengelolaan stres dalam hubungan.

Selain itu, kejadian ini menambah kesadaran akan perlunya sistem dukungan bagi korban kekerasan dalam rumah tangga. Banyak pasangan di kota ini yang belum memiliki akses ke layanan konseling atau tempat perlindungan. Aksi ini menegaskan bahwa perlindungan hukum harus diikuti dengan upaya pencegahan dan pendidikan.

Dinamika Sydney: Dari Panggung Pop yang Berkilauan hingga Ketegangan Sosial di Transportasi Publik
Baca juga:
Dinamika Sydney: Dari Panggung Pop yang Berkilauan hingga Ketegangan Sosial di Transportasi Publik

Respons Masyarakat dan Komunitas

Masyarakat di sekitar kos di Jalan Kancil menunjukkan reaksi yang beragam. Beberapa orang mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap tindakan pelaku, sementara yang lain menyoroti pentingnya memahami konteks emosional yang memicu kejadian tersebut. Komunitas online di kota Makassar juga aktif memantau perkembangan kasus ini, menuntut keadilan bagi korban dan menolak segala bentuk kekerasan.

Organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang hak perempuan dan pengendalian kekerasan juga mengumumkan rencana program edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang hubungan sehat. Mereka berharap dapat mencegah kejadian serupa di masa depan dengan membangun jaringan dukungan bagi pasangan yang mengalami konflik.

Kesimpulan

Pria asal Makassar yang mengamuk dengan menendang‑sayat telinga pacarnya menjadi contoh nyata betapa pentingnya pengelolaan emosi dalam hubungan. Kejadian ini menyoroti perlunya sistem hukum yang kuat dan dukungan sosial bagi korban kekerasan. Masyarakat, pemerintah, dan lembaga swadaya harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi pasangan di Makassar, sehingga tragedi serupa tidak terulang kembali.

Post Comment