Skip to content

Comeback Dramatis di Olimpico: Real Madrid Balikkan Keadaan, Mbappe Ukir Sejarah Baru!

Comeback Dramatis di Olimpico: Real Madrid Balikkan Keadaan, Mbappe Ukir Sejarah Baru!
Comeback Dramatis di Olimpico: Real Madrid Balikkan Keadaan, Mbappe Ukir Sejarah Baru!

Kabar YPU – 15 Oktober 2026 | Pertandingan panas antara real madrid vs AS Roma di Stadion Olimpico menyuguhkan drama luar biasa dalam lanjutan Liga Champions 2026/27. Dalam laga yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026) dini hari WIB tersebut, Los Blancos berhasil membalikkan keadaan secara sensasional dengan kemenangan tipis 4-3, setelah sempat tertinggal jauh dari tuan rumah.

Jalannya pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Roma yang bermain di hadapan pendukung sendiri tampil agresif sejak menit awal. Skor imbang 1-1 sempat terjadi di babak pertama setelah Marten de Roon membuka keunggulan Roma di menit ke-20, yang kemudian disamakan oleh Kylian Mbappe. Namun, dominasi Roma kembali terlihat di babak kedua melalui dua gol cepat dari Donyell Malen yang membuat Madrid tertinggal 1-3.

Skandal Kericuhan Champions League: Guendouzi dan Greenwood Terancam Sanksi Berat UEFA
Baca juga:
Skandal Kericuhan Champions League: Guendouzi dan Greenwood Terancam Sanksi Berat UEFA

Keajaiban terjadi di delapan menit terakhir waktu normal. Real Madrid menunjukkan mentalitas juara mereka dengan memanfaatkan penurunan stamina pemain Roma. Pemain pengganti, Carlos Espi dan Endrick, menjadi aktor kunci dengan mencetak masing-masing satu gol. Kemenangan Madrid akhirnya dikunci oleh Antonio Ruediger melalui skema apik yang diinisiasi oleh Arda Guler. Hasil ini membawa Real Madrid mengamankan enam poin dan menduduki peringkat delapan klasemen fase liga, sementara Roma tertahan di peringkat 25 dengan satu poin.

Statistik Pertandingan AS Roma Real Madrid
Skor Akhir 3 4
Pencetak Gol Marten de Roon, Donyell Malen (2) Kylian Mbappe, Carlos Espi, Endrick, Antonio Ruediger
Status Kalah Menang

Selain drama skor, laga real madrid vs Roma ini juga menjadi panggung sejarah bagi Kylian Mbappe. Penyerang andalan Madrid tersebut resmi menjadi pemain termuda yang mencapai 100 penampilan di Liga Champions. Dengan usia 27 tahun 298 hari, Mbappe berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh legenda Lionel Messi yang mencapainya pada usia 28 tahun 84 hari. Pencapaian ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik di generasinya.

Pesta Gol 9-2 Lawan Bangladesh: Mengapa Peringkat FIFA Indonesia Tidak Melonjak Drastis?
Baca juga:
Pesta Gol 9-2 Lawan Bangladesh: Mengapa Peringkat FIFA Indonesia Tidak Melonjak Drastis?

Namun, kemenangan ini tidak lepas dari kontroversi perwasitan. Wasit asal Prancis, Francois Letexier, menjadi sorotan tajam setelah beberapa keputusan kontroversial terkait aturan offside. Media Italia, Corriere dello Sport, melaporkan bahwa terdapat dua gol sah yang dibatalkan akibat kesalahan pemahaman wasit dan asistennya terhadap teknologi. Beruntung, teknologi VAR mampu meminimalisir dampak kesalahan manusia tersebut sehingga pertandingan tetap berjalan meski diwarnai ketegangan.

Jose Mourinho, yang memberikan komentar pasca-laga, mengakui keunggulan Roma di sebagian besar waktu pertandingan. Namun, ia menekankan bahwa intensitas tinggi yang dimainkan Roma justru menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Menurut Mourinho, saat skor menunjukkan 1-3, bukan pertandingan yang berakhir, melainkan stamina para pemain Roma yang telah mencapai batasnya. Madrid yang memiliki kedalaman skuad lebih baik mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan serangan balik yang mematikan.

Misi Bangkit Aston Villa di London Utara: Antara Ambisi Premier League dan Teka-teki Masa Depan Garnacho
Baca juga:
Misi Bangkit Aston Villa di London Utara: Antara Ambisi Premier League dan Teka-teki Masa Depan Garnacho

Secara keseluruhan, laga real madrid vs Roma ini menjadi potret nyata betapa kerasnya persaingan di Liga Champions musim ini. Real Madrid membuktikan bahwa mereka tidak pernah menyerah sebelum peluit panjang berbunyi, sementara bagi Roma, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya menjaga konsistensi intensitas permainan hingga menit akhir.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan