Skip to content

Pesta Gol 9-2 Lawan Bangladesh: Mengapa Peringkat FIFA Indonesia Tidak Melonjak Drastis?

Pesta Gol 9-2 Lawan Bangladesh: Mengapa Peringkat FIFA Indonesia Tidak Melonjak Drastis?
Pesta Gol 9-2 Lawan Bangladesh: Mengapa Peringkat FIFA Indonesia Tidak Melonjak Drastis?

Kabar YPU – 02 Oktober 2026 | Tim Nasional Indonesia sukses mencatatkan kemenangan spektakuler dalam laga penutup Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (1/10/2026) malam, skuad Garuda tampil dominan dengan menghancurkan Bangladesh melalui skor telak 9-2. Meski kemenangan ini sangat impresif, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana dampak hasil tersebut terhadap peringkat FIFA Indonesia yang tidak mengalami lonjakan signifikan.

Pertandingan tersebut menjadi panggung bagi Mitchell Baker yang berhasil mencetak lima gol atau quintrick. Selain Baker, torehan gol kemenangan Indonesia juga diselesaikan oleh Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks. Di sisi lain, Bangladesh hanya mampu membalas melalui gol dari Sahariar Emon dan Farhaan Ali Wahid. Hasil ini memastikan langkah anak asuh John Herdman melaju ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 untuk menghadapi Thailand.

Elliot Anderson Menyebut Manchester City Raja Manchester, Michael Carrick Menanggapi dengan Santai
Baca juga:
Elliot Anderson Menyebut Manchester City Raja Manchester, Michael Carrick Menanggapi dengan Santai

Analisis Poin dan Pergerakan Ranking

Berdasarkan data pembaruan langsung, Timnas Indonesia mendapatkan tambahan 2,66 poin. Koleksi poin Garuda meningkat dari 1.160,49 menjadi 1.163,15. Namun, secara posisi, peringkat FIFA Indonesia masih tertahan di posisi ke-117 dunia. Indonesia masih tertinggal tipis dari Tanzania yang menduduki peringkat ke-116 dengan 1.166,82 poin.

Mengapa pesta gol semegah itu tidak memberikan dampak besar pada peringkat? Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor teknis dalam sistem Elo Rating yang digunakan FIFA:

Miovski Jadi Pahlawan! Penyelamat Rangers di Tengah Bayang-bayang Kedatangan Bintang Portland Timbers
Baca juga:
Miovski Jadi Pahlawan! Penyelamat Rangers di Tengah Bayang-bayang Kedatangan Bintang Portland Timbers
  • Bobot Kompetisi: Turnamen FIFA ASEAN Cup memiliki bobot yang lebih rendah dibandingkan kualifikasi Piala Dunia atau Piala Asia.
  • Perbedaan Peringkat Lawan: Bangladesh berada di peringkat ke-182 dunia. Karena perbedaan peringkat yang sangat jauh, kemenangan Indonesia dianggap sebagai hasil yang sudah diprediksi, sehingga poin tambahan yang diberikan relatif kecil.
  • Sistem Perhitungan: Sistem FIFA tidak semata-mata menghitung jumlah gol yang dicetak, melainkan lebih mengutamakan kualitas lawan dan signifikansi kompetisi.

Berikut adalah ringkasan perbandingan poin sebelum dan sesudah pertandingan:

Tim Peringkat Sebelum Poin Sebelum Peringkat Sesudah Poin Sesudah
Indonesia 117 1.160,49 117 1.163,15
Bangladesh 182 896,12 182 893,46

Pengakuan Pelatih Bangladesh

Kekalahan telak ini memicu reaksi jujur dari pelatih utama Bangladesh, Thomas Dooley. Ia mengakui bahwa Indonesia berada di level yang jauh berbeda. Menurutnya, kualitas pemain Indonesia yang merumput di liga-liga elite Eropa seperti Bundesliga, Belanda, dan Italia menjadi pembeda utama. Dooley menekankan bahwa peringkat FIFA Indonesia yang lebih tinggi merupakan cerminan nyata dari kualitas kompetisi domestik dan pengalaman internasional para pemainnya.

Duel Hidup Mati di Kualifikasi AFC U20: Garuda Muda Tantang Australia demi Tiket Piala Asia 2027!
Baca juga:
Duel Hidup Mati di Kualifikasi AFC U20: Garuda Muda Tantang Australia demi Tiket Piala Asia 2027!

“Tim-tim Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia berada di level yang lebih tinggi karena mereka berlatih di liga yang lebih kuat. Lihat Indonesia sekarang, pemain seperti Kevin Diks bermain di Bundesliga,” ujar Dooley dalam sesi konferensi pers. Ia juga menambahkan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi Bangladesh untuk meningkatkan kecepatan berpikir dan pengambilan keputusan pemain mereka di lapangan.

Meskipun peringkat FIFA Indonesia belum merangkak naik secara drastis, kemenangan ini memberikan momentum mental yang luar biasa bagi Skuad Garuda. Indonesia kini bersiap menghadapi partai puncak melawan Thailand yang dijadwalkan berlangsung di SUGBK pada Senin, 5 Oktober 2026. Fokus utama kini bukan lagi pada angka di tabel ranking, melainkan pada upaya membawa pulang trofi juara ASEAN Cup ke tanah air.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan