Skip to content

Skandal ‘Mahasiswa Bayaran’ di Bundaran HI: Polda Metro Jaya Minta Maaf dan Evaluasi Total

Skandal 'Mahasiswa Bayaran' di Bundaran HI: Polda Metro Jaya Minta Maaf dan Evaluasi Total
Skandal 'Mahasiswa Bayaran' di Bundaran HI: Polda Metro Jaya Minta Maaf dan Evaluasi Total

Kabar YPU – 03 November 2026 | Polemik besar melanda institusi kepolisian menyusul penyelenggaraan kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang dinilai cacat secara substansi. Di tengah gelombang kritik publik terkait dugaan penggunaan massa bayaran, pihak kepolisian akhirnya mengambil langkah tegas di mana kapolda metro jaya minta maaf secara terbuka melalui pernyataan resmi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, untuk meredam kegaduhan yang terjadi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Peristiwa yang berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026, dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” tersebut semula diharapkan menjadi ajang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang khidmat. Namun, suasana berubah menjadi kecaman luas di media sosial setelah muncul temuan bahwa sejumlah peserta yang mengenakan jaket almamater universitas ternama ternyata bukanlah mahasiswa aktif dari kampus tersebut. Fenomena “mahasiswa gadungan” ini memicu tudingan bahwa acara tersebut sengaja dirancang menggunakan jasa massa bayaran untuk menciptakan kesan dukungan mahasiswa yang masif.

Bapanas dan Bulog melakukan sidak bersama ke Subang, memastikan distribusi BPB tepat sasaran dan transparan bagi para penerima bantuan
Baca juga:
Bapanas dan Bulog melakukan sidak bersama ke Subang, memastikan distribusi BPB tepat sasaran dan transparan bagi para penerima bantuan

Kebenaran mengenai manipulasi identitas ini terungkap melalui pengakuan langsung dari dua individu di lapangan. Seorang peserta bernama Bayu Setiadi alias Dino mengakui bahwa dirinya hadir hanya demi imbalan finansial dengan mengenakan almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) yang dibagikan tanpa penjelasan asal-usul yang jelas. Hal serupa disampaikan oleh Sari Putri, peserta yang mengenakan atribut Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), yang mengaku menerima pakaian tersebut dari orang tak dikenal saat berada di lokasi acara.

Keterlibatan tokoh publik seperti Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta kreator konten Willie Salim juga sempat menyeret nama mereka dalam pusaran polemik ini. Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa kedua tokoh tersebut murni hadir sebagai tamu undangan resmi dan tidak terlibat dalam proses manajemen peserta. Dalam upaya menjernihkan situasi, pernyataan bahwa kapolda metro jaya minta maaf disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas ketidakakuratan verifikasi peserta di lapangan.

Sumba Barat Daya Bergetar: Rangkaian Gempa Bumi Hebat Guncang NTT dan Sumatera Utara Pagi Ini
Baca juga:
Sumba Barat Daya Bergetar: Rangkaian Gempa Bumi Hebat Guncang NTT dan Sumatera Utara Pagi Ini

Berikut adalah ringkasan poin-poin utama terkait polemik tersebut:

  • Lokasi Kejadian: Depan Pos Polisi Thamrin, Bundaran HI, Jakarta Pusat.
  • Penyebab Polemik: Adanya peserta yang menggunakan identitas almamater kampus secara tidak sah (mahasiswa bayaran).
  • Status Tokoh Publik: Raffi Ahmad dan Willie Salim hadir sebagai tamu undangan, bukan penyelenggara.
  • Tindakan Kepolisian: Melakukan investigasi internal terkait proses perekrutan dan verifikasi peserta.

Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa setiap kritik yang masuk akan diterima dengan lapang dada sebagai bahan evaluasi mendalam. Ia menyatakan bahwa kapolda metro jaya minta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat karena kegiatan tersebut telah menimbulkan persepsi yang salah di publik. Pihak kepolisian juga menekankan bahwa deklarasi ini sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kegiatan tandingan terhadap aksi penyampaian aspirasi mahasiswa yang terjadi sehari sebelumnya.

PM Inggris menegaskan penderitaan warga Palestina tidak dapat dibiarkan terus berlanjut, serukan aksi internasional segera
Baca juga:
PM Inggris menegaskan penderitaan warga Palestina tidak dapat dibiarkan terus berlanjut, serukan aksi internasional segera

Hingga saat ini, pihak Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai mekanisme koordinasi, sumber pembiayaan, serta keterlibatan organisasi kemahasiswaan dalam acara tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Upaya kapolda metro jaya minta maaf ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan tata kelola komunikasi antara kepolisian dengan elemen mahasiswa dan masyarakat luas.

Secara keseluruhan, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi institusi negara dalam menyelenggarakan acara publik yang melibatkan identitas kelompok tertentu. Transparansi dalam proses verifikasi peserta dan kejelasan sumber pendanaan menjadi aspek krusial yang harus diperbaiki agar nilai-nilai Sumpah Pemuda yang menekankan persatuan tidak tercoreng oleh praktik manipulasi identitas.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan