Kabar YPU – 02 November 2026 | Kawasan wisata pesisir Jakarta, ancol, tengah menjadi pusat perhatian publik di tengah momentum menyambut peringatan 5 abad atau 500 tahun hari jadi Kota Jakarta. Di satu sisi, pihak pengelola mulai menawarkan program menarik bagi pengunjung, namun di sisi lain, gelombang aspirasi masyarakat untuk akses gratis secara menyeluruh mulai bermunculan di jalanan ibu kota.
Pihak pengelola Ancol Taman Impian baru-baru ini meluncurkan kebijakan promo khusus bagi warga yang ingin menikmati suasana pantai tanpa harus merogoh kocek untuk tiket masuk kawasan. Promo gratis masuk sore hari ini berlaku mulai Minggu, 1 November 2026, hingga Kamis, 12 November 2026. Program ini ditujukan bagi pengunjung yang ingin berburu matahari terbenam atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga di tepi pantai pada jam-jam tertentu.
| Informasi Promo | Detail Ketentuan |
|---|---|
| Waktu Mulai Gratis | Pukul 16.00 WIB |
| Periode Berlaku | 1 November – 12 November 2026 |
| Metode Reservasi | Melalui laman resmi www.ancol.com/gratis |
| Cakupan Promo | Hanya tiket masuk kawasan (orang) |
| Biaya Tambahan | Tiket wahana (Dufan, Sea World, dll) tetap berbayar |
Meski promo tersebut memberikan angin segar, hal ini belum cukup untuk meredam tuntutan masyarakat yang lebih luas. Pada Minggu (1/11/2026), kelompok Warga Jakarta Bersatu menggelar aksi solidaritas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) saat kegiatan Car Free Day (CFD). Mereka membawa misi besar: mengumpulkan satu juta tanda tangan sebagai bentuk dukungan agar akses masuk ke kawasan ancol digratiskan sepenuhnya bagi seluruh lapisan masyarakat.
Aksi yang didominasi oleh kaum ibu ini menggunakan kain putih sepanjang 30 meter sebagai media pengumpulan tanda tangan. Koordinator Aksi Warga Jakarta Bersatu, Andi Nurcahyadi, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kado untuk Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun. Menurutnya, ruang publik di pesisir Jakarta seharusnya dapat diakses secara adil, terbuka, dan terjangkau oleh semua warga tanpa beban biaya yang memberatkan.
Andi menyoroti bahwa biaya masuk saat ini masih dirasa cukup mahal bagi keluarga menengah ke bawah. Sebagai gambaran, biaya tiket masuk untuk motor mencapai Rp25 ribu dan untuk orang sebesar Rp35 ribu. Jika sebuah keluarga dengan lima anggota ingin berkunjung, biaya yang dikeluarkan akan menjadi sangat signifikan hanya untuk sekadar masuk ke gerbang kawasan. “Kami ingin Jakarta di hari lahirnya yang lima abad bisa menggratiskan akses gerbang masuk Ancol,” tegas Andi di sela-sela aksi yang berlanjut hingga kawasan Sarinah tersebut.
Antusiasme warga saat kegiatan CFD terlihat sangat tinggi. Masyarakat yang tengah berolahraga turut memberikan dukungan dengan membubuhkan tanda tangan di kain putih tersebut. Gerakan ini menekankan bahwa kawasan pesisir adalah bagian dari ruang publik yang semestinya menjadi milik bersama warga Jakarta untuk melepas penat dan mencari hiburan.
Dengan adanya kontras antara kebijakan promo sore hari dari pengelola dan desakan petisi satu juta tanda tangan dari warga, masa depan aksesibilitas pariwisata di Jakarta kini berada di persimpangan jalan. Publik kini menanti bagaimana pemerintah dan pihak pengelola ancol merespons aspirasi besar ini dalam menyongsong perayaan megah lima abad ibu kota.

Leave a comment