Kabar YPU – 30 Oktober 2026 | Situasi di dalam internal Manchester United semakin memanas seiring dengan performa tim yang terus merosot di lapangan. Legenda sekaligus mantan kapten klub, gary neville, secara terbuka melayangkan kritik pedas dan desakan keras kepada keluarga Glazer agar segera melepaskan kepemilikan mereka atas klub raksasa Inggris tersebut. Dalam podcast terbaru ‘Stick to Football’ di kanal The Overlap, Neville menegaskan bahwa masa kepemilikan keluarga Glazer sudah mencapai titik jenuh dan tidak lagi memberikan dampak positif bagi masa depan United.
Kritik ini muncul di tengah krisis olahraga yang sedang dialami Manchester United, setelah mereka mencatatkan awal musim terburuk di Premier League dan mengalami kegagalan beruntun di kompetisi Liga Champions. Neville menyoroti kegagalan manajemen dalam mengelola aspek sepak bola selama lebih dari satu dekade terakhir, yang menurutnya telah merugikan stabilitas klub secara keseluruhan.
Beban Utang dan Pengabaian Infrastruktur
Salah satu poin utama yang diserang oleh Neville adalah masalah finansial dan pengelolaan infrastruktur klub. Meskipun telah mengeluarkan dana yang sangat besar untuk pemain, efektivitas belanja tersebut dipertanyakan. Berikut adalah ringkasan data finansial yang disoroti dalam diskusi tersebut:
| Komponen Finansial | Detail Informasi |
|---|---|
| Total Utang Klub | Sekitar £1,2 miliar (setara $1,6 miliar) |
| Belanja Pemain (15 Tahun Terakhir) | Hampir £1,4 miliar (posisi kedua setelah Man City) |
| Rencana Pembangunan Stadion | Rencana pinjaman sebesar £2 miliar |
Neville menyatakan rasa frustrasinya terhadap rencana pembangunan stadion baru yang dinilai tidak realistis tanpa strategi pendanaan yang jelas. Ia menyebut bahwa keluarga Glazer tidak menginvestasikan satu sen pun untuk perbaikan stadion selama bertahun-tahun, namun kini justru mencoba mengajukan pinjaman raksasa sebesar £2 miliar tanpa kejelasan sumber dana. Hal ini dianggap sebagai bentuk ketidakbertanggungjawaban terhadap aset klub yang sangat berharga.
Delegasi Tanggung Jawab kepada Ineos
Ketegangan juga mencuat terkait peran grup Ineos yang dipimpin oleh Jim Ratcliffe. Sejak masuknya Ineos sebagai pemegang saham minoritas pada tahun 2024, manajemen sepak bola telah didelegasikan kepada mereka. Namun, Neville menilai langkah ini hanyalah upaya keluarga Glazer untuk lepas tangan dari tanggung jawab kegagalan yang terjadi selama 13 hingga 14 tahun terakhir.
“Mereka telah menyerahkan departemen sepak bola kepada Ineos; mereka telah mengalami kesulitan selama tiga tahun dan tampaknya tahun ini juga akan menjadi sulit,” ujar gary neville dengan nada kecewa. Ia menambahkan bahwa sangat ironis melihat keluarga Glazer yang sangat populer di Amerika Serikat saat menghadiri pertandingan NFL, namun hampir tidak pernah menginjakkan kaki di Old Trafford selama dua dekade terakhir.
Perbedaan Pandangan dengan Roy Keane
Menariknya, tidak semua mantan pemain United setuju dengan nada agresif Neville. Roy Keane memberikan perspektif berbeda dengan menyebut bahwa keluarga Glazer adalah pebisnis murni. Keane membandingkan situasi ini dengan pemilik klub Valencia, Peter Lim, yang jarang terlihat di stadion namun tetap memegang kendali karena alasan bisnis. Menurut Keane, bagi pemilik seperti Glazer, klub adalah aset ekonomi yang mereka pertahankan untuk tujuan komersial, bukan sekadar obsesi olahraga.
Namun, bagi gary neville, alasan bisnis tidak bisa membenarkan kemunduran prestasi yang begitu tajam. Ia menegaskan bahwa para penggemar sudah mencapai batas kesabaran mereka. Dengan kondisi klub yang terjerat utang besar dan performa tim yang tidak menentu—termasuk tekanan terhadap pelatih Michael Carrick setelah kekalahan telak dari Bournemouth—perubahan kepemilikan dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan identitas Manchester United.
Krisis ini semakin diperparah dengan ketidakpastian mengenai masa depan manajemen di lapangan. Spekulasi mengenai pergantian pelatih terus berembus, namun Neville meyakini bahwa perbaikan tidak akan pernah terjadi selama struktur kepemilikan tertinggi masih berada di tangan keluarga yang tidak memiliki keterikatan emosional dengan klub tersebut. Kini, bola panas ada di tangan keluarga Glazer: tetap bertahan dalam krisis atau melakukan penjualan total demi masa depan United.

Leave a comment