Kabar YPU – 24 Oktober 2026 | Aksi tidak biasa terjadi di dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia saat legislator Sabak Bernam, kalam salan, menyampaikan aspirasi terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah perbatasan. Alih-alih hanya menggunakan bahasa Melayu, ia secara mengejutkan menggunakan bahasa Jawa untuk menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar segera menangani persoalan kabut asap yang kian mencekik masyarakat di Malaysia.
Kejadian yang berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, dalam pembahasan Rancangan Anggaran Belanja Malaysia 2027 ini, menjadi sorotan luas setelah videonya viral. Kalam salan memulai pidatonya dengan menyapa Presiden Prabowo menggunakan bahasa Jawa yang santun, menanyakan kabar serta mendoakan kesehatan sang Presiden. Langkah ini diambil sebagai upaya diplomasi unik untuk memastikan pesan yang ia sampaikan benar-benar sampai ke hati para pembuat kebijakan di Indonesia.
Dampak Nyata Kabut Asap bagi Warga Malaysia
Dalam orasinya, legislator tersebut menguraikan betapa seriusnya dampak kabut asap yang terbawa angin dari wilayah Indonesia ke Malaysia. Ia menjelaskan bahwa asap tersebut bukan sekadar gangguan visual, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan dan stabilitas ekonomi masyarakat. Berikut adalah beberapa dampak utama yang disampaikan dalam sidang:
- Kesehatan Masyarakat: Warga mengalami gangguan pernapasan, batuk-batuk, tenggorokan gatal, hingga sesak napas yang serius.
- Sektor Pendidikan: Banyak sekolah terpaksa ditutup demi melindungi kesehatan siswa dan staf pengajar.
- Sektor Pariwisata: Kabut asap yang tebal membuat sektor pariwisata menjadi sepi pengunjung.
- Sektor Ekonomi: Pekerja di sektor perkebunan kehilangan kesempatan untuk bekerja secara optimal, yang berdampak pada penurunan penghasilan mereka dan kemampuan untuk mengirim uang ke keluarga.
Kalam salan menekankan bahwa kesulitan ini tidak hanya dirasakan oleh warga lokal Malaysia, tetapi juga menyulitkan para pekerja asal Indonesia yang bekerja di perkebunan Malaysia akibat kondisi udara yang buruk.
Kritik terhadap Respons Diplomasi
Selain menyampaikan keluhan, kalam salan juga melontarkan kritik tajam terhadap beberapa pernyataan sebelumnya yang dianggap meremehkan persoalan ini. Ia secara spesifik menyindir pernyataan mengenai hutan Indonesia yang disebut sebagai pemasok oksigen bagi Malaysia. Menurutnya, persoalan kabut asap tidak seharusnya dijadikan bahan gurauan atau candaan diplomatik, mengingat Malaysia juga memiliki hutan yang berfungsi menghasilkan oksigen.
Ia menegaskan bahwa masalah ini memerlukan penanganan yang serius dan konkret, bukan sekadar retorika. “Pak Prabowo, tulung masalah iki enggal ditangani. Kobongan alas kudu dipateni,” tegasnya dalam bahasa Jawa, yang bermakna meminta agar kebakaran hutan segera dipadamkan dan masalah ini tidak menjadi agenda tahunan yang merugikan kedua negara.
Usulan Penguatan Kerja Sama Regional
Menanggapi situasi yang terus berulang, legislator dari Sabak Bernam ini mendorong pemerintah Malaysia untuk mengambil langkah diplomatik yang lebih agresif melalui kerangka ASEAN. Ia mengusulkan beberapa langkah strategis untuk memperkuat penegakan hukum lintas batas dan sistem peringatan dini. Berikut adalah poin-poin usulan yang disampaikan:
| Jenis Usulan | Deskripsi Tindakan |
|---|---|
| Penegakan Hukum | Memperkuat kerja sama penegakan hukum bersama terhadap pelaku pembakaran lahan. |
| Sistem Peringatan Dini | Penggunaan pemantauan satelit dan data titik panas (hotspot) secara real-time. |
| Tanggap Darurat | Pembentukan tim tanggap darurat regional yang dapat bertindak sebelum asap melintasi perbatasan. |
Melalui pendekatan yang emosional namun tetap diplomatis, kalam salan berharap agar kerja sama bilateral antara Indonesia dan Malaysia dalam menangani karhutla dapat ditingkatkan secara signifikan demi kesejahteraan masyarakat di kedua negara. Ia berharap udara bersih dan langit yang cerah dapat segera kembali dinikmati oleh seluruh warga di kawasan tersebut tanpa harus menunggu siklus tahunan kabut asap kembali datang.

Leave a comment