Zulhas menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan pemerintah daerah, masyarakat Papua, dan seluruh pemangku kepentingan.
Ruang Dialog di PAPEDA Summit 2026
PAPEDA Summit 2026 menjadi platform utama bagi Zulhas untuk menyampaikan visi pembangunan Papua yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam keterangan tertulis, Zulhas menegaskan bahwa dialog tersebut diperlukan untuk menentukan arah pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kekayaan alam dan laut Papua. Ia menekankan bahwa pembangunan Papua membutuhkan komunikasi dan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, mitra pembangunan, serta seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen Personal Zulhas dalam Kunjungan ke Papua
Zulhas menyatakan bahwa ia hampir setiap bulan datang ke Papua untuk melihat langsung perkembangan berbagai program pemerintah. Kunjungan rutin ini memungkinkan ia menilai secara langsung bagaimana kebijakan yang diambil mempengaruhi kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa kebijakan pembangunan Papua harus berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat serta potensi yang dimiliki setiap wilayah.
Fokus pada Pangan dan Kawasan Swasembada
Salah satu perhatian utama pemerintah adalah memastikan masyarakat Papua memperoleh pangan dengan harga terjangkau. Zulhas menegaskan bahwa masyarakat Papua tidak boleh membayar pangan lebih mahal hanya karena persoalan konektivitas dan distribusi. “Tugas kita mengawal pangan. Jangan sampai masyarakat Papua harus membayar pangan lebih mahal,” ujar Zulhas. Ia menambahkan bahwa tujuan tersebut dapat dicapai melalui inisiatif Kawasan Swasembada Pangan, yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Peran PAPEDA Summit dalam Menjaga Perdamaian
Menurut Zulhas, PAPEDA Summit harus menjadi ruang untuk berbicara bersama tentang apa yang benar-benar dibutuhkan Papua dan apa yang dapat dilakukan pemerintah pusat untuk mempercepatnya. Dalam konteks ini, dialog tidak hanya mengenai pembangunan ekonomi tetapi juga aspek sosial dan keamanan. Zulhas menegaskan bahwa dialog terbuka dapat mencegah konflik dan memperkuat rasa kepemilikan masyarakat Papua terhadap proses pembangunan.
Dampak Positif Dialog Terbuka terhadap Pembangunan Papua
Dengan membuka ruang dialog, Zulhas percaya bahwa proyek-proyek pembangunan akan lebih terarah dan relevan. Keterlibatan masyarakat adat dan pemangku kepentingan lokal dapat menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran, mengurangi risiko ketidaksesuaian antara kebijakan pusat dan kebutuhan lokal. Selain itu, dialog terbuka dapat mempercepat proses perizinan dan koordinasi antar lembaga, sehingga investasi dan proyek infrastruktur dapat dilaksanakan lebih efisien.
Pengawasan Pangan sebagai Prioritas Utama
Zulhas menekankan pentingnya pengawasan terhadap harga pangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus aktif mengawasi rantai pasok pangan untuk mencegah spekulasi dan penimbunan yang dapat mengakibatkan harga melonjak. Dengan pengawasan yang ketat, masyarakat Papua dapat menikmati akses pangan yang stabil dan terjangkau, yang pada gilirannya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.
Kesimpulan: Membangun Papua Bersama
Melalui PAPEDA Summit 2026, Zulhas mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mewujudkan Papua yang maju dan penuh damai. Komitmen untuk membuka ruang dialog, fokus pada pangan, dan pengawasan ketat terhadap distribusi diharapkan menjadi landasan bagi pembangunan yang berkelanjutan. Dengan keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan, Papua dapat mengoptimalkan potensi alamnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga perdamaian di tanah Papua.

Leave a comment