Tanpa Celah! Roma Hancurkan Torino di Turin demi Pertahankan Rekor Sempurna di Serie A
Kabar YPU – 15 September 2026 | AS roma terus menunjukkan taringnya di kompetisi domestik musim ini. Dalam laga lanjutan Serie A yang berlangsung di Stadio Olimpico Grande Torino, tim asuhan Gian Piero Gasperini berhasil mengamankan kemenangan krusial 2-0 atas tuan rumah Torino. Kemenangan ini menjadi bukti konsistensi lini serang mereka yang tampil sangat tajam, sekaligus menjaga rekor kemenangan 100 persen mereka di awal musim Serie A.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Sejak peluit pertama dibunyikan, lini depan roma langsung memberikan tekanan kepada pertahanan Torino. Donyell Malen, yang tampil sebagai starter, hampir saja membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui sundulan terbangnya memanfaatkan umpan silang Mario Hermoso. Meski peluang demi peluang tercipta melalui Matías Soulé dan Bryan Cristante, papan skor masih tetap kacamata hingga memasuki babak pertama.
Torino sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit. Rolando Mandragora sempat menguji ketangguhan kiper Mile Svilar dengan tembakan jarak jauh, sementara Eray Comert juga nyaris mencetak gol. Namun, kecerobohan lini belakang Torino menjadi titik balik pertandingan. Paulo Dybala menunjukkan kelasnya dengan melakukan intersep terhadap operan lemah Lucas Perri. Dybala kemudian dengan sigap mengatur serangan yang berujung pada gol pembuka bagi tim tamu.
Donyell Malen menjadi pahlawan di babak pertama. Setelah tembakan pertamanya ditepis oleh kiper Perri dan bek Comuzzo, Malen dengan insting predatornya berhasil menyambar bola liar dari jarak enam yard ke dalam gawang. Gol tersebut merupakan gol kesembilan Malen dalam sembilan penampilan terbarunya di Serie A, sebuah statistik yang sangat mengesankan bagi sang penyerang asal Belanda tersebut.
Memasuki babak kedua, dinamika pertandingan sedikit berubah. Gasperini melakukan rotasi dengan menarik keluar Malen sebelum menit ke-60, sebuah keputusan yang sempat membuat publik Turin berharap Torino bisa menyamakan kedudukan. Torino mencoba memanfaatkan momentum melalui aksi Giovanni Simeone, namun Mile Svilar tampil sangat gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menghalau sundulan tipuan Simeone dengan dadanya.
Ketangguhan lini pertahanan roma kembali diuji melalui ancaman dari Nahuel Molina dan Gianluca Mancini. Meskipun Molina sempat melakukan tembakan keras yang ditepis dengan apik oleh Perri, dominasi tim tamu tetap terasa. Untuk memastikan kemenangan, Niccolò Pisilli muncul sebagai bintang di menit-menit akhir dengan mencetak gol penutup yang mengunci skor menjadi 2-0.
Kondisi skuad yang tidak sepenuhnya fit menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Absennya Evan Ndicka, Wesley, dan Manu Koné akibat cedera pada laga Champions League sebelumnya memaksa Gasperini menurunkan Leonardo Balerdi dan Nahuel Molina sebagai starter. Namun, strategi rotasi ini terbukti efektif untuk menjaga performa tim tetap di jalur kemenangan.
Dengan hasil ini, roma kini memimpin klasemen dengan catatan empat kemenangan dari empat laga awal. Performa impresif ini memberikan sinyal kuat kepada para pesaftar gelar juara bahwa mereka adalah kandidat serius musim ini. Fokus tim kini akan beralih pada agenda kompetisi berikutnya, sembari mencoba menjaga kebugaran pemain kunci setelah jadwal yang sangat padat antara liga domestik dan kompetisi Eropa.
Kemenangan di Turin ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan pernyataan mental bahwa tim mampu menang meski bermain tandang dalam kondisi skuad yang tidak ideal. Konsistensi antara lini tengah yang solid dan ketajaman lini depan akan menjadi kunci utama bagi perjalanan mereka menuju puncak klasemen.



Post Comment