×

Strategi ‘Beyond Mortgage’ dan Perombakan Direksi: Langkah Berani Bank Tabungan Negara Menuju Transformasi Jilid II

Strategi 'Beyond Mortgage' dan Perombakan Direksi: Langkah Berani Bank Tabungan Negara Menuju Transformasi Jilid II

Strategi ‘Beyond Mortgage’ dan Perombakan Direksi: Langkah Berani Bank Tabungan Negara Menuju Transformasi Jilid II

Kabar YPU – 06 September 2026 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau yang lebih dikenal dengan bank tabungan negara, tengah memasuki babak baru dalam perjalanan transformasinya. Di tengah performa keuangan yang menunjukkan tren positif, bank pelat merah ini melakukan langkah strategis melalui perombakan jajaran direksi guna mengakselerasi strategi bisnis ‘Beyond Mortgage‘ serta memperkuat dominasinya di sektor perumahan dan consumer banking.

Langkah besar ini resmi diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Menara BTN, Jakarta, pada Jumat (4/9/2026). Dalam forum tersebut, perusahaan melakukan penyegaran pada lima posisi strategis dari total dua belas kursi direksi. Meskipun terjadi perombakan signifikan, posisi Direktur Utama tetap diamanahkan kepada Nixon L.P. Napitupulu.

Badai Ancaman Bitcoin: Dari Peretasan Skala Besar hingga Ancaman Komputer Kuantum
Baca juga:
Badai Ancaman Bitcoin: Dari Peretasan Skala Besar hingga Ancaman Komputer Kuantum

Perombakan Jajaran Direksi untuk Akselerasi Transformasi

Pergantian ini dilakukan sebagai bagian dari proses regenerasi dan peremajaan pengelolaan perusahaan agar lebih gesit dalam menghadapi tantangan pasar. Berikut adalah rincian perubahan posisi direksi di BTN:

Nixon L.P. Napitupulu menegaskan bahwa para direktur baru dipilih berdasarkan rekam jejak lintas sektor yang luas. Misalnya, Adityo Kusumo yang berpengalaman di bidang keuangan dan investasi, serta Gatot Prasetyo yang memiliki latar belakang kuat di bidang teknologi informasi. Keberagaman pengalaman ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian visi ‘Beyond Mortgage’, di mana bank tabungan negara tidak lagi hanya bergantung pada kredit perumahan, tetapi juga memperluas layanan finansial menyeluruh kepada nasabah.

Polemik Data Desil dan Protes Warga, Menkeu Purbaya Kucurkan Rp 7 Triliun untuk Benahi BPS DTSEN
Baca juga:
Polemik Data Desil dan Protes Warga, Menkeu Purbaya Kucurkan Rp 7 Triliun untuk Benahi BPS DTSEN

Dominasi Penyaluran KPR FLPP dan Kinerja Keuangan

Transformasi ini dilakukan saat kondisi fundamental perusahaan sedang tumbuh kuat. Hingga Juni 2026, total aset BTN tercatat mencapai Rp545,16 triliun, tumbuh sebesar 12,41 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Selain itu, penyaluran kredit dan pembiayaan juga naik 11,17 persen menjadi Rp418,11 triliun, didukung oleh penghimpunan dana pihak ketiga yang mencapai Rp433 triliun.

Dalam sektor perumahan bersubsidi, bank tabungan negara tetap memegang peran kunci sebagai penyalur utama skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Berdasarkan data Kementerian PKP per 29 Juli 2026, BTN telah menyalurkan sebanyak 55.766 unit KPR FLPP, angka tertinggi di antara jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Keberhasilan ini menjadi bagian penting dalam mendukung program strategis nasional untuk menyediakan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dilema Pengelolaan Fiskal Global dan Domestik: Dari Rekor Utang AS hingga Pengetatan Anggaran di Indonesia
Baca juga:
Dilema Pengelolaan Fiskal Global dan Domestik: Dari Rekor Utang AS hingga Pengetatan Anggaran di Indonesia

Menatap Masa Depan Melalui Transformasi Jilid II

Penyebutan ‘Transformasi Jilid II’ oleh manajemen mengisyaratkan bahwa BTN sedang bersiap melompat lebih jauh. Dengan memperkuat pilar teknologi informasi dan manajemen risiko, bank tabungan negara berupaya membangun ekosistem perbankan yang modern dan inklusif. Fokus pada consumer banking akan menjadi motor penggerak baru guna menopang pertumbuhan bisnis di luar sektor properti tradisional.

Dengan susunan direksi baru yang lebih segar dan dinamis, diharapkan BTN mampu mengeksekusi rencana strategisnya dengan lebih presisi. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas, tetapi juga untuk memperkokoh posisi BTN sebagai institusi keuangan yang kuat, adaptif, dan menjadi tulang punggung pembiayaan perumahan di Indonesia.

Post Comment

You May Have Missed

Posisi Direksi Direktur Lama Direktur Baru
Finance & Strategy Nofry Rony Poetra Adityo Kusumo
Human Capital & Compliance Eko Waluyo Wiwik Wahyuni
Risk Management Setiyo Wibowo Johanes Barus
Consumer Banking Hirwandi Gafar Evita Barliana
Information Technology Tan Jacky Chen Gatot Prasetyo