×

Psikolog jelaskan mengapa orang tiba‑tiba apatis saat terpapar “badai informasi” bencana, penyebabnya

Psikolog jelaskan mengapa orang tiba‑tiba apatis saat terpapar “badai informasi” bencana, penyebabnya

Psikolog menelusuri apa yang membuat orang tiba‑tiba apatis saat terpapar “badai informasi” bencana, penyebabnya

Pengalaman Serupa di Tengah Krisis

Ketika gempa bumi, banjir, atau kebakaran hutan melanda, publik seringkali terjebak dalam aliran berita yang terus mengalir. Dalam situasi seperti itu, psikolog menjelaskan apa yang membuat orang tiba‑tiba apatis. Ia menegaskan bahwa ketika seseorang terus-menerus berada dalam situasi yang dianggap mengancam, otak dapat merasa seolah-olah bahaya selalu berada di sekitar. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang mengalami kecemasan, mudah marah, hingga menjadi pesimis. “Kita terus‑terusan apalagi bencana belum satu‑satu lagi. Jadi secara emosional kita jadi kayak lelah gitu. Nah dampaknya bukan hanya sekedar cemas aja gitu,” ucapnya.

Stok masker habis di minimarket dan apotek Bekasi, pembeli berdesakan akibat penyebaran abu vulkanik yang mengganggu
Baca juga:
Stok masker habis di minimarket dan apotek Bekasi, pembeli berdesakan akibat penyebaran abu vulkanik yang mengganggu

Proses Otak dalam Menangani Beban Emosi

Menurut psikolog tersebut, kelelahan emosional yang berlangsung terus‑menjalin tidak hanya membuat seseorang merasa cemas. Dalam kondisi tertentu, seseorang justru dapat menjadi tidak peduli terhadap berbagai kejadian di sekitarnya. Ia menjelaskan bahwa respons tersebut dapat terjadi karena otak berusaha melindungi diri dari beban emosi yang terlalu besar. Akibatnya, sebagian orang memilih untuk menghindari informasi atau berhenti mengikuti berbagai pemberitaan mengenai bencana. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena sikap apatis dapat membuat seseorang kehilangan kepedulian terhadap lingkungan dan orang lain yang membutuhkan bantuan.

Dampak Sosial dari Ketidakpedulian

Ketika masyarakat terjebak dalam apa yang membuat orang tiba‑tiba apatis, dampaknya dapat meluas. Salah satu konsekuensi utama adalah hilangnya solidaritas sosial. Ketika individu tidak lagi memantau perkembangan situasi, mereka cenderung tidak menyalurkan bantuan atau tidak menyalurkan dukungan moral kepada korban. Hal ini dapat memperburuk situasi yang sudah kritis. Selain itu, ketidakpedulian dapat menurunkan tingkat kesiapsiagaan. Jika orang tidak lagi mengikuti informasi bencana, mereka mungkin tidak mempersiapkan diri secara tepat, sehingga risiko terkena dampak menjadi lebih tinggi.

Sering Uring-uringan Saat Lapar? Dokter Gizi Ungkap Makna di Balik Pepatah “Good Food Good Mood” dan Tips Praktisnya
Baca juga:
Sering Uring-uringan Saat Lapar? Dokter Gizi Ungkap Makna di Balik Pepatah “Good Food Good Mood” dan Tips Praktisnya

Peran Media dan Sumber Informasi

Di sisi lain, paparan informasi mengenai bencana juga perlu disaring. Masyarakat disarankan memilih informasi dari sumber yang kredibel dan menghindari konten yang hanya menimbulkan ketakutan tanpa memberikan informasi yang bermanfaat. “Makanya ada pemerintah kemarin men…”, kalimat tersebut menegaskan pentingnya regulasi dalam penyebaran berita. Ketika publik menerima informasi yang terfilter dan terstruktur, mereka lebih cenderung mengambil tindakan preventif daripada menolak informasi.

Strategi Menghadapi “Badai Informasi”

Untuk mengatasi apa yang membuat orang tiba‑tiba apatis, psikolog menyarankan beberapa strategi. Pertama, batasi waktu yang dihabiskan untuk menonton atau membaca berita bencana. Kedua, pilih sumber informasi yang sudah terbukti kredibel. Ketiga, lakukan refleksi pribadi mengenai perasaan dan reaksi emosional. Dengan demikian, otak dapat memproses stres tanpa terjebak dalam siklus kelelahan emosional. Keputusan ini juga membantu masyarakat tetap waspada dan terlibat, sekaligus menjaga kesehatan mental.

Tips Efektif Menurunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Obat Kimia
Baca juga:
Tips Efektif Menurunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Obat Kimia

Kesimpulan

Psikolog mengingatkan bahwa apa yang membuat orang tiba‑tiba apatis bukanlah suatu kebetulan. Otak manusia memiliki mekanisme perlindungan yang, bila dipicu terus‑terusan, dapat menurunkan empati dan kesiapsiagaan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk menyeimbangkan antara mendapatkan informasi yang berguna dan menjaga kesehatan emosional. Dengan demikian, masyarakat dapat tetap aktif membantu dan mempersiapkan diri menghadapi bencana, tanpa terjebak dalam “badai informasi” yang berpotensi membuat mereka apatis.

Post Comment

You May Have Missed