Skip to content

Pelapor Mengaku Tergoda Rayuan Vicky Prasetyo hingga Terlibat Investasi Miliaran Rupiah, Mengungkap Dinamika Kontroversi

Pelapor Mengaku Tergoda Rayuan Vicky Prasetyo hingga Terlibat Investasi Miliaran Rupiah

Kronologi Awal Tergoda Rayuan

Di kantor LPSK, Jakarta Timur, pada Kamis (17/9/2026), Theodora mengungkapkan bahwa ia telah menjadi sasaran strategi “rayuan” yang dijalankan oleh Vicky Prasetyo. Ia menyatakan bahwa setiap kali ia membutuhkan dana, Vicky selalu menawari bantuan, baik itu meminjam, mengajukan kerja sama, atau bahkan memanfaatkan hubungan pribadi untuk memohon bantuan. Theodora menegaskan bahwa ia menyimpan rekaman jejak digital yang menunjukkan pola perilaku tersebut, termasuk bukti transfer, chat, dan dokumen keuangan.

Vilmei Ungkap Kesedihan Mendalamnya atas Kasus Saldo TikTok Rp 1,28 Miliar yang Ditilap, Menyebutnya Sebagai Settingan yang Mengejutkan
Baca juga:
Vilmei Ungkap Kesedihan Mendalamnya atas Kasus Saldo TikTok Rp 1,28 Miliar yang Ditilap, Menyebutnya Sebagai Settingan yang Mengejutkan

Gusti, salah satu saksi, menambahkan bahwa ia tidak hanya menerima dana melalui rekening bank. Menurutnya, Vicky juga menerima uang secara tunai, yang kemudian diserahkan kepada sopir dan staf admin. “Semua screenshot bujuk rayu, transferan, bukti pinjam uang, chat pinjam uang, bukti menerima uang, gitu. Walaupun ada yang tidak transfer, saya ada yang melalui cash, ada adminnya dia juga menerima uang, terus sudah gitu ada sopirnya dia juga menerima uang dari saya,” kata Gusti.

Modus Awal: Proyek Fasilitas Mini Soccer

Modus awal yang menjerat Gusti bermula dari tawaran proyek fasilitas mini soccer. Vicky Prasetyo mengajukan kerja sama bisnis dengan janji imbalan hasil keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Ia mempromosikan proyek tersebut sebagai investasi dengan imbal hasil 25 persen selama tiga tahun. “Nanti Kakak nyimpan uang Rp 500 juta, kerja samanya tiga tahun, nanti dapat 25 persen. Berarti keuntungan Rp 400 juta selama tiga tahun,” ungkap Gusti.

Menurut Gusti, Vicky mengklaim bahwa tanah yang ditawarkan bukanlah tanah miliknya, melainkan “tanah dia.” Namun, ketika Gusti memeriksa lebih lanjut, ternyata tanah tersebut tidak kosong seperti yang dijanjikan. Hal ini menimbulkan ketidakpastian dan menambah keraguan atas kredibilitas Vicky.

Perkembangan Investasi Miliaran Rupiah

Setelah proyek mini soccer, Vicky Prasetyo melanjutkan pendekatannya dengan berbagai tawaran investasi lainnya. Ia menawarkan berbagai skema bisnis yang menjanjikan keuntungan besar, termasuk investasi di bidang properti, usaha ritel, dan sektor energi terbarukan. Setiap tawaran disertai dengan promosi “rayuan” yang intens, seperti janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat, serta janji akses ke jaringan bisnis yang luas.

Syahrini Gelar Pesta Ulang Tahun Mewah di Singapura, Mengundang Reino Barack dan Sejumlah Selebriti dalam Acara Glamor
Baca juga:
Syahrini Gelar Pesta Ulang Tahun Mewah di Singapura, Mengundang Reino Barack dan Sejumlah Selebriti dalam Acara Glamor

Gusti mengakui bahwa ia telah menanamkan sejumlah uang dalam investasi tersebut, meskipun belum mencapai angka miliaran rupiah. Namun, ia menekankan bahwa nilai investasi yang terlibat cukup signifikan, sehingga ia merasa terjebak dalam siklus investasi berulang kali.

Dampak Emosional dan Finansial bagi Para Pelapor

Pada tingkat emosional, para pelapor melaporkan perasaan tertekan dan kehilangan kepercayaan diri. Mereka merasa bahwa Vicky Prasetyo telah memanfaatkan hubungan pribadi untuk memaksakan keputusan finansial. Selain itu, mereka juga merasakan tekanan mental akibat ketidakpastian hasil investasi dan risiko kehilangan modal.

Dari sisi finansial, dampak yang dirasakan cukup signifikan. Beberapa pelapor melaporkan bahwa mereka telah menanamkan sejumlah uang yang tidak dapat mereka pulihkan. Hal ini menimbulkan beban ekonomi yang berat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki sumber daya finansial tambahan.

Reaksi dan Tindakan Hukum

Setelah mengumpulkan bukti, para pelapor memutuskan untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang. Mereka menyerahkan rekaman jejak digital, bukti transfer, serta bukti percakapan yang menunjukkan pola “rayuan” yang dilakukan oleh Vicky Prasetyo.

Panduan Ibadah Harian: Pentingnya Memantau Jadwal Sholat Surabaya dan Wilayah Sekitarnya
Baca juga:
Panduan Ibadah Harian: Pentingnya Memantau Jadwal Sholat Surabaya dan Wilayah Sekitarnya

Walaupun belum ada keputusan resmi dari pengadilan, para pelapor berharap bahwa tindakan hukum dapat menindak Vicky Prasetyo atas dugaan penipuan dan penggelapan dana. Mereka juga berharap bahwa proses ini dapat menjadi peringatan bagi masyarakat umum agar lebih berhati-hati dalam berinvestasi.

Kesimpulan: Pelajaran tentang Kepercayaan dan Investasi

Pelapor Mengaku Tergoda Rayuan Vicky Prasetyo hingga Terlibat Investasi Miliaran Rupiah mengingatkan kita akan pentingnya melakukan verifikasi yang ketat sebelum berinvestasi. Kepercayaan yang terlalu mudah diberikan kepada seseorang yang menawarkan keuntungan besar dapat menimbulkan risiko finansial yang serius.

Selain itu, penting bagi para investor untuk menjaga catatan keuangan yang jelas, termasuk bukti transfer dan percakapan. Dengan demikian, mereka dapat melindungi diri dari praktik penipuan yang berulang.

Kasus ini juga menyoroti perlunya regulasi yang lebih ketat dalam industri investasi, sehingga dapat mencegah praktik “rayuan” yang menyesatkan dan melindungi konsumen dari risiko finansial yang tidak perlu.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan