×

Ketua DPD Tekankan Indonesia Emas Hanya Bisa Terwujud bila Generasi Muda Berani Mengambil Peran Aktif Sekarang

Ketua DPD Tekankan Indonesia Emas Hanya Bisa Terwujud bila Generasi Muda Berani Mengambil Peran Aktif Sekarang

Ketua DPD Tekankan Indonesia Emas Hanya Bisa Terwujud bila Generasi Muda Berani Mengambil Peran Aktif Sekarang

Acara KRTI 2026: Puncak Antusiasme di IKN

Di tengah suasana penuh semangat, kehadiran Sultan bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menambah warna pada acara KRTI 2026. Kegiatan ini menandai kehadiran 94 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang berkompetisi di IKN. Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof Dr Agus Rubiyanto, terkejut sekaligus antusias menyambut kedatangan Sultan. Dalam keterangan tertulis pada Selasa (22/9/2026), Prof Dr Agus menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memajukan bangsa.

Dunia dalam Guncangan: Dari Cedera Fatal Bintang NFL hingga Operasi Besar Pembersihan Narkotika
Baca juga:
Dunia dalam Guncangan: Dari Cedera Fatal Bintang NFL hingga Operasi Besar Pembersihan Narkotika

Sultan: Anak Muda Harus Berani Memimpin

Menurut Sultan, generasi muda harus mempersiapkan diri sejak sekarang untuk memimpin Indonesia menuju Indonesia Emas. Ia mengingatkan anak muda agar tidak merasa rendah diri dan menganggap bangsa lain selalu lebih hebat. “Jangan merasa rendah diri, jangan anggap bangsa lain selalu lebih hebat,” tegas Sultan. Ia menekankan bahwa pengalaman sejarah penjajahan yang berlangsung panjang turut meninggalkan rasa inferior di sebagian masyarakat Indonesia. Karena itu, generasi muda perlu membangun kepercayaan diri dan keyakinan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dan menjadi bangsa yang maju.

Bonus Demografi dan Teknologi sebagai Momentum

Untuk pertama kalinya, KRTI 2026 digelar di IKN. Sultan menyatakan bahwa generasi muda memiliki peluang besar untuk menentukan arah masa depan Indonesia. Ia menyoroti bonus demografi, perkembangan teknologi, serta pembangunan IKN sebagai momentum yang harus dimanfaatkan untuk melahirkan pemimpin dan inovator baru. “Bonus demografi, perkembangan teknologi, serta pembangunan IKN menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk melahirkan pemimpin dan inovator baru,” kata Sultan. Hal ini menegaskan bahwa era digital dan kebijakan pembangunan infrastruktur strategis membuka ruang bagi talenta muda untuk berinovasi dan memimpin.

Perjalanan Kepemimpinan Sultan: Dari Pengusaha Muda ke Pimpinan Nasional

Sultan menceritakan perjalanan kepemimpinannya yang dimulai dari organisasi pengusaha muda. Ia menjelaskan bagaimana pengalaman tersebut membentuk pandangannya tentang pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan. Dengan latar belakang ini, Sultan menekankan bahwa generasi muda harus aktif mengambil peran dalam setiap arena, baik akademik, bisnis, maupun sosial, untuk mewujudkan visi Indonesia Emas.

Gunung Ibu di Maluku Utara meletus pagi ini, menyemburkan abu hingga ketinggian 500 meter, menimbulkan peringatan evakuasi bagi penduduk sekitar
Baca juga:
Gunung Ibu di Maluku Utara meletus pagi ini, menyemburkan abu hingga ketinggian 500 meter, menimbulkan peringatan evakuasi bagi penduduk sekitar

Kenapa Generasi Muda Perlu Berani Mengambil Peran Aktif?

Keberhasilan Indonesia Emas tidak dapat dicapai tanpa partisipasi aktif generasi muda. Mereka membawa energi, ide-ide segar, dan kemampuan adaptasi tinggi terhadap perubahan. Dengan memanfaatkan bonus demografi, Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang melimpah. Jika generasi muda tidak mengambil peran aktif, potensi ini dapat terbuang sia-sia, menunda kemajuan ekonomi, sosial, dan teknologi. Oleh karena itu, Sultan menegaskan bahwa “Anak muda harus berani memimpin. Jangan menunggu masa depan datang. Persiapkan diri kalian mulai sekarang untuk menjemputnya.”

Dampak Positif Keterlibatan Generasi Muda

Ketika generasi muda mengambil peran aktif, dampaknya terasa luas. Di bidang ekonomi, mereka menciptakan start-up yang inovatif, memanfaatkan teknologi digital untuk membuka pasar baru. Di bidang sosial, mereka menjadi agen perubahan yang mempromosikan kesetaraan, keberlanjutan, dan inklusi. Di bidang politik, partisipasi mereka menuntut transparansi dan akuntabilitas, memperkuat demokrasi. Semua ini berkontribusi pada terciptanya Indonesia Emas, dimana negara dapat bersaing di panggung global.

Peran KRTI 2026 dalam Membangun Pemimpin Masa Depan

KRTI 2026 bukan sekadar kompetisi, melainkan platform bagi para mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan teknis, inovasi, dan kepemimpinan. Dengan 94 tim yang berkompetisi, acara ini menumbuhkan rasa persaingan sehat dan kolaborasi lintas institusi. Rektor ITK, Prof Dr Agus Rubiyanto, menyoroti bahwa kompetisi semacam ini memberi peluang bagi generasi muda untuk belajar secara praktis, mengasah keterampilan, dan membangun jaringan. Semua pengalaman ini membentuk karakter pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan global.

Sahroni Desak Polisi Evaluasi Acara Sound Horeg Usai Tragedi 3 Warga Jatim Tewas, Tuntut Standar Keamanan Lebih Ketat
Baca juga:
Sahroni Desak Polisi Evaluasi Acara Sound Horeg Usai Tragedi 3 Warga Jatim Tewas, Tuntut Standar Keamanan Lebih Ketat

Kesimpulan: Mendorong Generasi Muda Menuju Indonesia Emas

Ketua DPD menegaskan bahwa Indonesia Emas hanya dapat terwujud bila generasi muda berani mengambil peran aktif sekarang. KRTI 2026 di IKN menjadi contoh nyata bagaimana kompetisi dan inovasi dapat menginspirasi mahasiswa untuk memimpin. Dengan memanfaatkan bonus demografi, teknologi, dan pembangunan IKN, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang mengarahkan Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah. Semua pihak diharapkan mendukung dan mendorong partisipasi aktif generasi muda, karena masa depan bangsa bergantung pada keberanian dan kepemimpinan mereka hari ini.

Post Comment

You May Have Missed