×

Indonesia Terbelah: Dari Udara Terbersih di Kendari hingga Kabut Asap Berbahaya di Palembang

Indonesia Terbelah: Dari Udara Terbersih di Kendari hingga Kabut Asap Berbahaya di Palembang

Indonesia Terbelah: Dari Udara Terbersih di Kendari hingga Kabut Asap Berbahaya di Palembang

Kabar YPU – 18 September 2026 | Kondisi lingkungan di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan disparitas yang sangat mencolok pada Jumat (18/9/2026). Sementara sebagian wilayah menikmati kesegaran udara pagi, wilayah lain justru harus berjuang melawan polusi ekstrem dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan terhadap kualitas udara hari ini menunjukkan adanya perbedaan drastis antara daerah yang memiliki indeks polusi rendah dengan daerah yang masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan.

Di sisi positif, beberapa daerah di Indonesia berhasil mempertahankan standar kebersihan udara yang sangat tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kendari menjadi wilayah dengan udara paling bersih di Indonesia pada Jumat pagi pukul 07.00 WIB dengan skor indeks hanya 2. Kondisi ini menandakan kadar polutan di Kendari sangat minim dan sangat aman bagi aktivitas luar ruangan. Menyusul Kendari, Kabupaten Tasikmalaya menempati posisi kedua dengan indeks 5, dan Gorontalo berada di posisi ketiga dengan indeks 20.

Badan Geologi Resmi Umumkan Erupsi Gunung Anak Krakatau Telah Berakhir, Menandai Kembali Stabilitas Wilayah
Baca juga:
Badan Geologi Resmi Umumkan Erupsi Gunung Anak Krakatau Telah Berakhir, Menandai Kembali Stabilitas Wilayah

Berikut adalah daftar 10 daerah dengan kualitas udara terbaik di Indonesia pada pagi hari ini:

  • Kendari (Indeks 2)
  • Kabupaten Tasikmalaya (Indeks 5)
  • Gorontalo (Indeks 20)
  • (Daftar lengkap lainnya menunjukkan kategori udara baik sesuai Permen LHK No. 14 Tahun 2020)

Namun, kontras yang tajam terlihat di wilayah ibu kota dan beberapa provinsi lainnya. Jakarta dilaporkan mengalami penurunan kualitas udara yang signifikan. Berdasarkan data IQAir, Jakarta mencatat angka AQI sebesar 153 pada Jumat pagi, yang menempatkan ibu kota dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi polutan PM2,5 di Jakarta mencapai 59 mikrogram per meter kubik, angka yang tercatat 11,8 kali lebih tinggi dibandingkan nilai panduan tahunan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu wilayah dengan kualitas udara hari ini terburuk di Indonesia.

Prabowo tekankan percepatan hilirisasi serta penataan menyeluruh BUMN demi dorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan
Baca juga:
Prabowo tekankan percepatan hilirisasi serta penataan menyeluruh BUMN demi dorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan

Situasi yang jauh lebih kritis terjadi di Sumatera Selatan dan Kalimantan Utara. Di Kota Palembang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan keras setelah stasiun pemantau PM2.5 Musi 2 menunjukkan kualitas udara berada pada kategori ‘hitam’ atau sangat berbahaya. Kabut asap akibat kebakaran lahan telah menyelimuti kota tersebut, memicu kekhawatiran akan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menanggapi ancaman kesehatan tersebut, Pemerintah Kota Palembang mengambil langkah preventif dengan menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh siswa. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk meminimalkan risiko kesehatan pada anak-anak. “Kami tidak ingin terburu-buru mengembalikan siswa ke sekolah sebelum kondisi udara membaik dan angka kasus ISPA menunjukkan tren penurunan,” ujarnya. Kebijakan ini akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di lapangan.

Misteri di Balik Aktivitas Gunung Anak Krakatau: Antara Erupsi yang Mereda dan Pencarian Delapan Orang Hilang
Baca juga:
Misteri di Balik Aktivitas Gunung Anak Krakatau: Antara Erupsi yang Mereda dan Pencarian Delapan Orang Hilang

Kondisi serupa juga dialami oleh Kabupaten Bulungan di Kalimantan Utara. Akibat kabut asap karhutla yang membuat kualitas udara hari ini berada pada level sangat tidak sehat, Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan resmi memberlakukan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) atau PJJ selama dua hari, yakni pada 18 hingga 19 September 2026. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap pengamatan kualitas udara di berbagai kecamatan yang dinilai tidak lagi aman bagi aktivitas pendidikan tatap muka.

Secara keseluruhan, fenomena perbedaan kualitas udara ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap kebakaran hutan dan pengendalian emisi perkotaan. Sementara daerah seperti Kendari memberikan contoh lingkungan yang ideal, wilayah seperti Palembang, Bulungan, dan Jakarta memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah guna memitigasi dampak kesehatan jangka panjang akibat buruknya kualitas udara hari ini yang dipicu oleh berbagai faktor lingkungan.

Post Comment