Kabar YPU – 15 September 2026 | Perjalanan karier striker Italia, Moise Kean, terus menunjukkan dinamika yang luar biasa di kancah Serie A. Setelah sempat menjadi sosok krusial bagi Juventus dengan gol-gol dramatisnya di masa lalu, kini penyerang tajam ini tengah menulis babak baru yang menjanjikan bersama klub promosi, Como 1907, dalam musim kompetisi 2026/2027.
Mengenang kembali masa jayanya di Bianconeri, Kean pernah menjadi penyelamat tim dalam momen-momen paling kritis. Salah satu catatan emasnya terjadi pada April 2022, saat ia mencetak gol di menit-menit terakhir pertandingan melawan Sassuolo di Stadion Mapei. Gol tersebut tidak hanya mengunci kemenangan 2-1 bagi Juventus, tetapi juga menjadi kunci penting bagi klub Turin tersebut untuk mengamankan posisi di zona kualifikasi Liga Champions. Saat itu, kemenangan tersebut membawa Juventus mengoleksi 66 poin dari 34 pertandingan, memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen Italia.
Kini, di musim 2026/2027, peran Moise Kean telah bertransformasi. Ia kini menjadi bagian integral dari proyek ambisius Como 1907, klub milik investor asal Indonesia yang sedang naik daun di bawah asuhan pelatih ternama, Cesc Fabregas. Dalam laga terbaru melawan Parma di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Kean menunjukkan kualitasnya sebagai striker kelas dunia meskipun baru memulai laga sebagai starter.
Pertandingan melawan Parma tersebut berlangsung sangat intens. Meski mengalami rotasi pemain yang cukup besar karena jadwal kompetisi Eropa yang padat, Como tetap mampu tampil dominan. Pada menit ke-14, Moise Kean hampir saja membuka keunggulan melalui sepakan mendatar yang sangat keras, namun sayangnya bola masih mampu diamankan oleh kiper Parma, Edoardo Corvi. Meski gagal mencetak gol di awal laga, kehadiran Kean memberikan tekanan konstan bagi lini pertahanan lawan.
Berikut adalah ringkasan statistik dan jalannya pertandingan Como 1907 vs Parma:
| Menit | Kejadian | Skor |
|---|---|---|
| 23′ | Gol Jacobo Ramon (assist Nico Paz) | 1-0 |
| 83′ | Gol Kaiki (memanfaatkan kemelut) | 2-0 |
| 90+2′ | Gol David Romero (Parma) | 2-1 |
Keunggulan Como akhirnya dikunci oleh Kaiki pada menit ke-83 setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Walaupun Parma sempat memperkecil ketertinggalan melalui David Romero di masa injury time, kemenangan 2-1 tetap menjadi milik tuan rumah. Hasil ini sangat signifikan bagi Como karena membawa mereka mengumpulkan 10 poin dari empat pertandingan awal, yang menempatkan mereka di posisi kedua klasemen sementara, hanya terpaut dua poin dari pemuncak klasemen, AS Roma.
Keberhasilan Como 1907 untuk tetap tak tersentuh kekalahan dalam empat pertandingan pertama musim ini membuktikan bahwa manajemen klub dan strategi Cesc Fabregas berjalan selaras. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Moise Kean memberikan dimensi serangan yang lebih matang bagi skuad yang didominasi pemain muda. Dengan performa yang terus meningkat, Como kini diprediksi akan menjadi penantang serius di papan atas Liga Italia musim ini.
Secara keseluruhan, transisi karier sang pemain dari raksasa seperti Juventus menuju proyek ambisius di Como menunjukkan kematangan mentalitasnya. Kean bukan lagi sekadar pemain muda berbakat, melainkan pemimpin di lini depan yang mampu menentukan arah kemenangan sebuah tim besar di kompetisi paling kompetitif di dunia.

Leave a comment