Kabar YPU – 18 September 2026 | Situasi keamanan di Yaman kembali memanas setelah milisi Houthi berhasil memperkuat kendali mereka atas wilayah pesisir barat, termasuk kota strategis Mokha. Penguasaan wilayah ini memicu kekhawatiran internasional, tidak hanya karena posisi geografisnya yang krusial bagi jalur pelayaran dunia, tetapi juga karena adanya warga negara asing yang masih tertahan di tengah zona konflik tersebut.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa saat ini masih terdapat 74 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Mokha, Provinsi Taiz. Seluruh WNI tersebut merupakan pelajar yang sedang menempuh pendidikan di sana. Meskipun tiga orang lainnya telah berhasil dievakuasi, sisa kelompok pelajar ini masih berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian keamanan menyusul jatuhnya kota tersebut ke tangan kelompok Houthi.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyatakan bahwa meskipun kondisi di Mokha dilaporkan relatif terkendali oleh perwakilan RI, pemantauan ketat terus dilakukan. KBRI Muscat telah mengambil langkah proaktif dengan melaporkan keberadaan para pelajar ini kepada otoritas terkait di Yaman guna memastikan bantuan segera tersedia jika terjadi eskalasi lebih lanjut. Perwakilan RI juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pemangku kepentingan setempat untuk melakukan asesmen keamanan secara berkala.
| Status WNI di Mokha | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Total Awal | 77 Orang | Status Pelajar |
| Berhasil Keluar | 3 Orang | Sudah Dievakuasi |
| Masih di Lokasi | 74 Orang | Pemantauan Intensif |
Konflik ini semakin meruncing dengan terjadinya pertukaran serangan antara pihak Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung oleh Arab Saudi. Ketegangan memuncak setelah adanya tuduhan serangan terhadap kota suci Mekkah, yang dibantah keras oleh kelompok tersebut. Sebaliknya, pihak Houthi mengklaim bahwa pesawat tempur Arab Saudi telah menargetkan menara telekomunikasi di wilayah Taiz, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil.
Secara strategis, jatuhnya Mokha merupakan pukulan besar bagi pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Mokha terletak di pesisir Laut Merah, sangat dekat dengan Selat Bab al-Mandab. Jalur ini adalah urat nadi pelayaran internasional yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Penguasaan atas wilayah ini memberikan kendali taktis yang signifikan bagi kelompok Houthi terhadap rute perdagangan global.
Pertempuran di wilayah barat Taiz dilaporkan terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Serangan udara dari militer Yaman dilaporkan menyasar bala bantuan yang bergerak di persimpangan Al-Dharifah dan distrik Al-Wazi’iyah. Eskalasi ini menandai berakhirnya periode ketenangan relatif yang sempat terjaga sejak gencatan senjata tahun 2022. Dengan meningkatnya intensitas serangan rudal dan drone, stabilitas kawasan di sekitar Selat Bab al-Mandab kini berada dalam kondisi yang sangat rentan.
Sebagai penutup, situasi di Yaman saat ini berada pada titik kritis yang melibatkan kepentingan geopolitik besar, mulai dari keamanan jalur maritim internasional hingga keselamatan warga sipil dan pelajar asing. Upaya diplomasi dan pemantauan terus dilakukan untuk meminimalisir dampak kemanusiaan di tengah perseteruan yang kian meluas ini.

Leave a comment