Skip to content

Ekonomi tumbuh namun rakyat masih merasakan kelaparan, kata Purbaya: “Kita sudah tak lagi hidup di surga”

Ekonomi tumbuh, namun rakyat masih merasakan kelaparan, demikian kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pernyataan yang diambil di Kawasan Sunter, Jakarta Utara pada Selasa, 8 September 2026. Pernyataan tersebut menyoroti ketidakseimbangan antara pertumbuhan makro ekonomi dan distribusi manfaatnya di lapisan masyarakat.

Perkembangan Ekonomi Indonesia di Tahun 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 menunjukkan tren positif, dengan indikator utama seperti Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai dua digit. Data ini menandakan bahwa tabungan masyarakat secara agregat masih meningkat, sebuah indikator penting dalam menilai kesehatan sistem keuangan. Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan DPK ini merupakan bukti bahwa masyarakat secara keseluruhan memiliki kapasitas menabung yang cukup, namun tidak semua manfaatnya dirasakan secara merata.

Surat Utang Krisis 1998 Sudah Lunas, namun Cerita BLBI Belum Selesai: Analisis Dampak Pelunasan Terhadap Kepercayaan Investor dan Kebijakan Pemerintah Selanjutnya
Baca juga:
Surat Utang Krisis 1998 Sudah Lunas, namun Cerita BLBI Belum Selesai: Analisis Dampak Pelunasan Terhadap Kepercayaan Investor dan Kebijakan Pemerintah Selanjutnya

Menurut Purbaya, pemerintah telah melakukan intervensi melalui peningkatan likuiditas di sistem keuangan pada Juli dan awal Agustus 2026. Langkah ini bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan menambah arus modal ke sektor produktif. Purbaya berharap kebijakan likuiditas tersebut dapat memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang masih berada di ambang kemiskinan.

Meskipun ekonomi tumbuh, Purbaya mengakui bahwa masih terdapat tekanan ekonomi yang dirasakan oleh sebagian masyarakat. Ia menekankan bahwa Indonesia baru saja keluar dari perlambatan ekonomi yang terjadi sejak September 2025. Kondisi ini membuat lapisan bawah masyarakat menjadi paling rentan terhadap gejolak ekonomi. Purbaya menambahkan bahwa meskipun tabungan meningkat, sebagian masyarakat mungkin masih mengurangi kebutuhan dan menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Keterbatasan Manfaat Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta membuat seluruh masyarakat terbebas dari kekurangan. Ia mengutip konsep scarcity sebagai bagian dari persoalan utama yang dipelajari dalam ekonomi. Menurutnya, ketidakmampuan menghilangkan sepenuhnya kekurangan dalam kehidupan masyarakat merupakan tantangan yang harus dihadapi. Hal ini menjadi alasan mengapa, meskipun pertumbuhan ekonomi cepat, masih ada masyarakat yang belum merasakan dampaknya.

Pernyataan Purbaya menegaskan bahwa meskipun ekonomi tumbuh, masih ada ketidaksetaraan dalam distribusi manfaat. Ia menekankan pentingnya kebijakan fiskal dan moneter yang inklusif, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Purbaya berharap, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang makin cepat, maka semakin sedikit orang yang merasakan ketidaksetaraan tersebut.

Berikut daftar harga galon air minum terbaru 2026, meliputi produk dari merek nasional ternama hingga produsen lokal yang semakin diminati
Baca juga:
Berikut daftar harga galon air minum terbaru 2026, meliputi produk dari merek nasional ternama hingga produsen lokal yang semakin diminati

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Lapisan Masyarakat

Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap masyarakat dapat dilihat dari dua perspektif: pertama, peningkatan pendapatan dan tabungan; kedua, tekanan biaya hidup yang masih tinggi. Purbaya menegaskan bahwa meskipun tabungan meningkat, banyak keluarga masih harus menyesuaikan pengeluaran mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya menghilangkan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain itu, Purbaya menambahkan bahwa pemerintah berusaha mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui penambahan likuiditas. Namun, tantangan utama tetap berada pada distribusi manfaat yang merata. Purbaya menekankan perlunya kebijakan yang lebih terfokus pada lapisan bawah, seperti program transfer langsung, subsidi, dan peningkatan akses ke layanan keuangan. Dengan cara ini, pertumbuhan ekonomi dapat lebih merata dan mengurangi ketidaksetaraan.

Strategi Pemerintah untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah telah menambah likuiditas ke dalam sistem perekonomian pada Juli dan awal Agustus 2026, dengan tujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan aliran modal ke sektor produktif, memperkuat infrastruktur keuangan, dan memberikan stimulus bagi investasi. Purbaya menegaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di ambang kemiskinan.

Selain penambahan likuiditas, pemerintah juga sedang meninjau kebijakan fiskal yang dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan alokasi dana untuk program pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Dengan meningkatkan kualitas layanan publik, pemerintah berharap dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan menurunkan tingkat kemiskinan.

Amerika Serikat mengancam pembeli minyak Iran, sementara China menjadi sorotan utama dalam dinamika energi global
Baca juga:
Amerika Serikat mengancam pembeli minyak Iran, sementara China menjadi sorotan utama dalam dinamika energi global

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa meskipun ekonomi tumbuh, masih ada ketidaksetaraan yang harus diatasi. Pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta membuat seluruh masyarakat terbebas dari kekurangan. Pemerintah terus berupaya mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui penambahan likuiditas dan kebijakan fiskal yang lebih inklusif. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan semakin sedikit orang yang merasakan dampak negatif dari ketidaksetaraan ekonomi.

Perkembangan ini menegaskan pentingnya kebijakan yang terfokus pada distribusi manfaat pertumbuhan ekonomi, sehingga setiap lapisan masyarakat dapat merasakan kemajuan yang berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia dapat bergerak menuju kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyatnya.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan