Skip to content

Drama Menit Akhir di Fortuna Arena: Slavia Praha Terkapar di Tangan Lens di Matchday Perdana Liga Champions

Kabar YPU – 11 September 2026 | Panggung megah UEFA Champions League musim 2026/2027 dibuka dengan kejutan yang tidak terduga. Di tengah pesta gol tim-tim raksasa Eropa, slavia praha harus menelan pil pahit saat menjamu wakil Prancis, Lens, di Fortuna Arena pada Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. Meski datang dengan modal kepercayaan diri tinggi dari kompetisi domestik, tuan rumah gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Slavia Praha yang sejatinya tengah berada di puncak klasemen Liga Ceko. Dengan catatan tujuh pertandingan tak terkalahkan di liga domestik dan rata-rata tiga gol per laga, ekspektasi penonton di Fortuna Arena sangatlah tinggi. Namun, sejarah kelam di kompetisi kasta tertinggi Eropa tampaknya kembali menghantui mereka. Sebelum laga ini dimulai, Slavia Praha tercatat belum pernah memenangkan satu pun dari 19 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions.

RB Leipzig Mengamuk di Bundesliga: Dominasi Total di Red Bull Arena dan Manuver Transfer El Aynaoui
Baca juga:
RB Leipzig Mengamuk di Bundesliga: Dominasi Total di Red Bull Arena dan Manuver Transfer El Aynaoui

Jalannya Pertandingan: Drama di Masa Injury Time

Sejak awal laga, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. Slavia Praha mencoba menguasai lini tengah, namun lini pertahanan mereka harus bekerja ekstra keras menghadapi serangan balik cepat dari Lens. Kendala besar dialami oleh tim tuan rumah karena absennya beberapa pilar penting seperti Lukas Provod dan David Zima yang masih dalam masa pemulihan cedera, serta absennya Tomas Holes.

Lens, yang datang dengan modal juara Coupe de France, tampil sangat disiplin. Meski memiliki catatan sejarah yang kurang memuaskan di kompetisi ini, tim asuhan Dino Toppmoller berhasil mencuri momentum. Ketangguhan mental pemain Lens teruji saat mereka mampu memberikan tekanan bertubi-tubi di akhir babak kedua. Drama sebenarnya terjadi di masa injury time, di mana Lens berhasil mencetak dua gol tambahan yang membuat skor berbalik menjadi kemenangan dramatis bagi tim tamu.

Drama di Jan Breydel Stadium: Aston Villa Tekuk Club Brugge dalam Duel Sengit Liga Champions
Baca juga:
Drama di Jan Breydel Stadium: Aston Villa Tekuk Club Brugge dalam Duel Sengit Liga Champions

Hasil Lengkap Matchday 1 Liga Champions 2026/2027

Selain hasil mengecewakan dari Slavia Praha, pekan pembuka Liga Champions ini juga diwarnai oleh dominasi tim-tim besar lainnya. Berikut adalah rangkuman hasil pertandingan penting lainnya:

Pertandingan Skor Catatan Penting
Como vs RB Leipzig 4 – 1 Debut gemilang Como di bawah asuhan Cesc Fabregas
Bayern Munchen vs Bodo/Glimt 5 – 0 Jamal Musiala dan Harry Kane tampil dominan
Manchester United vs Sabah 4 – 0 Kemenangan telak Setan Merah di Old Trafford
Paris Saint-Germain vs Slovan Bratislava 6 – 1 PSG memimpin klasemen sementara

Kemenangan besar Bayern Munchen dan Manchester United memberikan kontras yang tajam dengan hasil yang didapat oleh Slavia Praha. Bayern tampil sangat perkasa di Allianz Arena dengan menggilas Bodo/Glimt 5-0 setelah sempat buntu di babak pertama. Sementara itu, Manchester United di bawah arahan Michael Carrick sukses mengamankan tiga poin penuh lewat gol-gol dari Matheus Cunha, Bruno Fernandes, Benjamin Sesko, dan Lisandro Martinez.

Sisi Gelap Popularitas Vozinha: Antara Tekanan Kualifikasi Tanjung Verde vs Rwanda dan Kehilangan Privasi
Baca juga:
Sisi Gelap Popularitas Vozinha: Antara Tekanan Kualifikasi Tanjung Verde vs Rwanda dan Kehilangan Privasi

Hasil ini membuat posisi klasemen sementara mulai terbentuk. Paris Saint-Germain saat ini menduduki posisi puncak berkat produktivitas gol yang sangat tinggi. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi sinyal waspada bagi Slavia Praha untuk segera mengevaluasi lini pertahanan mereka jika ingin bersaing di fase grup musim ini. Kegagalan meraih poin perdana di kandang sendiri tentu menjadi beban berat bagi tim untuk laga-laga selanjutnya di kompetisi elite Eropa tersebut.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan