Drama di Wembley: Kegagalan Penalti Kane Jadi Petaka Inggris Saat Spanyol Comeback Dramatis

Drama di Wembley: Kegagalan Penalti Kane Jadi Petaka Inggris Saat Spanyol Comeback Dramatis

Drama di Wembley: Kegagalan Penalti Kane Jadi Petaka Inggris Saat Spanyol Comeback Dramatis

Kabar YPU – 28 September 2026 | Pertandingan sengit antara inggris vs spanyol dalam ajang UEFA Nations League 2026/2027 di Stadion Wembley berakhir dengan hasil yang mengejutkan. Skuad asuhan Thomas Tuchel harus menelan kekalahan dramatis 2-3 dari La Roja, sebuah hasil yang dipicu oleh rentetan kesalahan individu dan kegagalan krusial kapten tim, Harry Kane, dalam mengeksekusi tendangan penalti.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Thomas Tuchel sudah melakukan eksperimen berani dengan merombak starting line-up. Ia memasang James Trafford sebagai kiper utama menggantikan Jordan Pickford, serta menempatkan Jarell Quansah di posisi bek kanan. Namun, keputusan ini langsung diuji oleh intensitas permainan Spanyol. Pada menit kedua, blunder Marc Guehi memberikan peluang emas bagi Lamine Yamal yang dengan tenang menyarangkan bola ke gawang Inggris, membuat skor berubah menjadi 0-1.

Macan Kemayoran Tak Terbendung! Persija Jakarta Sapu Bersih Tiga Laga Awal Super League
Baca juga:
Macan Kemayoran Tak Terbendung! Persija Jakarta Sapu Bersih Tiga Laga Awal Super League

Inggris tidak tinggal diam. Setelah melewati fase sulit di awal laga, Tiga Singa mulai menemukan ritme permainannya. Pada menit ke-37, Anthony Gordon berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui serangan balik cepat yang melibatkan Jude Bellingham. Hanya berselang empat menit, Inggris membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat sundulan Harry Kane yang memanfaatkan bola muntah setelah mengenai bek Spanyol, Marc Cucurella.

Momen paling menentukan dalam duel inggris vs spanyol ini terjadi pada menit ke-54. Inggris mendapatkan hadiah penalti yang bisa saja memperlebar jarak keunggulan. Namun, nasib buruk menimpa Harry Kane; ia terpeleset saat hendak menendang bola dan eksekusinya membentur tiang gawang. Kegagalan ini menjadi titik balik yang membangkitkan mentalitas juara Spanyol.

Bhayangkara FC ambil langkah besar demi finis tiga besar BRI Super League 2026/2027 dengan rekrut Gelandang Timnas Kosta Rika senilai Rp5,21 miliar
Baca juga:
Bhayangkara FC ambil langkah besar demi finis tiga besar BRI Super League 2026/2027 dengan rekrut Gelandang Timnas Kosta Rika senilai Rp5,21 miliar

Memanfaatkan momentum tersebut, Spanyol melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Alex Baena dan Mikel Oyarzabal. Langkah jenius Luis de la Fuente ini membuahkan hasil. Pada menit ke-60, Alex Baena menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah memanfaatkan kesalahan umpan Nico O’Reilly. Puncaknya, pada menit ke-74, Oyarzabal mencetak gol kemenangan melalui sontekan chip yang indah setelah menerima umpan terobosan akurat dari Baena.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin bagi Spanyol, melainkan pencapaian sejarah yang luar biasa. Berikut adalah ringkasan statistik dan catatan penting dari pertandingan tersebut:

Juventus Terus Melaju: Kemenangan Atas Parma dan Peran Penting Randal Kolo Muani di Era Spalletti
Baca juga:
Juventus Terus Melaju: Kemenangan Atas Parma dan Peran Penting Randal Kolo Muani di Era Spalletti
Kategori Detail Pertandingan
Skor Akhir Inggris 2 – 3 Spanyol
Pencetak Gol Inggris Anthony Gordon (37′), Harry Kane (41′)
Pencetak Gol Spanyol Lamine Yamal (2′), Alex Baena (60′), Mikel Oyarzabal (74′)
Catatan Spanyol 39 Laga Tak Terkalahkan Beruntun
Rekor Tandang Kemenangan tandang ke-4 Spanyol atas Inggris

Pasca pertandingan, Thomas Tuchel mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Ia menilai timnya telah memberikan perlawanan yang baik, namun kesalahan di lini belakang dan kegagalan penalti adalah faktor yang tidak bisa dimaafkan di level internasional. Sementara itu, Anthony Gordon tetap optimis dengan menyatakan bahwa kualitas antara inggris vs spanyol sebenarnya tidak memiliki jarak yang signifikan.

Bagi Spanyol, kemenangan ini memperpanjang rekor impresif mereka yang tidak terkalahkan dalam 39 pertandingan sejak Maret 2024. Pelatih Luis de la Fuente mengaku bangga dengan mentalitas pemainnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan. Hasil ini mengukuhkan posisi Spanyol sebagai kekuatan dominan di Eropa saat ini, sementara Inggris harus segera berbenah sebelum menghadapi Republik Ceko di matchday berikutnya.

Post Comment