Skip to content

Arus penerbangan di Bandara Hasanuddin kembali normal setelah gangguan, menandai pemulihan penuh operasional udara

Arus penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali normal setelah gangguan, menandai pemulihan penuh operasional udara.

Gangguan Penerbangan dan Evakuasi Pesawat Cassa

Pada tanggal 25 Agustus 2026, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mengalami gangguan operasional ketika pesawat jenis Cassa milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) tergelincir di landasan pacu utara-selatan. Kejadian ini memicu penutupan sementara sebagian area runway 03-21, sehingga penerbangan internasional dan domestik terpengaruh. Namun, setelah proses evakuasi yang teliti, bandara berhasil mengembalikan arus penerbangan ke kondisi normal.

Indonesia menargetkan ekonomi kreatif melesat ke pasar global, memanfaatkan sinergi antara film, game, dan inovasi digital
Baca juga:
Indonesia menargetkan ekonomi kreatif melesat ke pasar global, memanfaatkan sinergi antara film, game, dan inovasi digital

Evakuasi pesawat Cassa dilakukan dengan mobil derek khusus pesawat, yang membawa kendaraan tersebut dari area landasan pacu ke lokasi aman untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses ini selesai sekitar pukul 15.15 Waktu Indonesia Tengah (WITA). PGS Branch Communication and CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, menegaskan bahwa evakuasi telah selesai dilakukan sehingga tidak lagi mengganggu operasional penerbangan di bandara.

Proses Evakuasi dan Penanganan Kejadian

Setelah pesawat tergelincir, petugas bandara bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk tim teknis TNI AL, untuk mengevakuasi pesawat dari landasan. Evakuasi dilakukan dengan hati-hati, memastikan tidak menimbulkan kerusakan tambahan pada infrastruktur bandara. Setelah pesawat dipindahkan ke area aman, dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan penyebab kecelakaan dan memastikan bahwa tidak ada risiko keselamatan bagi penerbangan berikutnya.

Menurut Taufan Yudhistira, proses evakuasi menggunakan mobil derek khusus pesawat memungkinkan penanganan cepat dan aman. “Proses evakuasi pesawat Cassa telah selesai dilakukan sehingga tidak lagi menganggu operasional penerbangan di bandara,” ujar Taufan dalam pernyataan resmi. Ia juga menambahkan bahwa langkah-langkah pencegahan akan diimplementasikan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Perkuat Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Tempuh Jalur Hukum hingga Sinergi Ekosistem Industri
Baca juga:
Perkuat Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Tempuh Jalur Hukum hingga Sinergi Ekosistem Industri

Dampak Terhadap Operasional Bandara

Gangguan ini mempengaruhi beberapa penerbangan yang dijadwalkan pada hari itu. Beberapa penerbangan domestik dan internasional mengalami penundaan atau perubahan rute sementara bandara menyesuaikan jadwal. Namun, setelah evakuasi selesai, bandara segera memulihkan operasi normal, meminimalisir dampak bagi penumpang dan maskapai.

Bandara Sultan Hasanuddin, yang melayani ribuan penumpang setiap bulannya, menghadapi tantangan logistik dalam mengkoordinasikan penundaan dan pemulihan. Tim operasional bandara bekerja 24 jam untuk memastikan semua prosedur keselamatan dipatuhi, termasuk pemeriksaan runway, peralatan darurat, dan sistem komunikasi. Keberhasilan pemulihan ini menunjukkan kesiapan dan profesionalisme petugas bandara dalam menghadapi situasi darurat.

Reaksi dan Tanggapan TNI AL

TNI AL menyatakan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak menentu dan gesekan antara roda pesawat dengan permukaan landasan. Mereka berjanji akan meninjau prosedur peluncuran dan pendaratan pesawat Cassa guna mencegah kejadian serupa. Selain itu, TNI AL menegaskan bahwa semua prosedur keselamatan telah dipatuhi, dan pesawat akan segera kembali ke jalur operasional setelah pemeriksaan menyeluruh.

Mulai 1 Oktober, tiga kereta api kelas Eksekutif—Argo Muria, Sindoro, dan Merbabu—akan resmi memakai nama baru, menandai pembaruan layanan nasional
Baca juga:
Mulai 1 Oktober, tiga kereta api kelas Eksekutif—Argo Muria, Sindoro, dan Merbabu—akan resmi memakai nama baru, menandai pembaruan layanan nasional

Keamanan dan Kesiapsiagaan Bandara

Keputusan untuk segera memulihkan arus penerbangan mencerminkan komitmen Bandara Sultan Hasanuddin terhadap keselamatan dan keamanan. Bandara telah memperkuat sistem pemantauan landasan pacu dan menambah jumlah peralatan darurat di area runway. Selain itu, petugas bandara menerima pelatihan tambahan mengenai penanganan insiden darurat, termasuk evakuasi pesawat dan koordinasi dengan pihak militer.

Kesimpulan

Gangguan yang terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin telah berhasil diatasi melalui evakuasi pesawat Cassa yang cepat dan efisien. Proses evakuasi selesai pada pukul 15.15 WITA, memungkinkan bandara mengembalikan arus penerbangan ke kondisi normal. Dampak terhadap penumpang dan maskapai minimal, dan langkah-langkah pencegahan telah diimplementasikan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Bandara Sultan Hasanuddin kini kembali beroperasi dengan penuh kesiapsiagaan, menandai pemulihan operasional udara yang utuh dan aman bagi semua pihak yang terlibat.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan