Skip to content

Krisis di Parkhead: Martin O’Neill di Ambang Pemecatan Setelah Kekalahan Memalukan Celtic

Krisis di Parkhead: Martin O'Neill di Ambang Pemecatan Setelah Kekalahan Memalukan Celtic
Krisis di Parkhead: Martin O'Neill di Ambang Pemecatan Setelah Kekalahan Memalukan Celtic

Kabar YPU – 18 September 2026 | Situasi di dalam klub celtic saat ini sedang berada di titik nadir yang sangat mengkhawatirkan. Setelah rentetan hasil buruk yang menghancurkan mentalitas tim, tekanan terhadap manajer veteran Martin O’Neill kini mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kekalahan terbaru dari Ferencvaros di kompetisi Europa League bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan sebuah tamparan keras yang memicu kemarahan besar dari para pendukung setia di Parkhead.

Kekalahan tersebut menjadi kekalahan beruntun kedua bagi tim setelah sebelumnya mereka dihancurkan 3-0 oleh Rangers di Ibrox. Kegagalan di kompetisi Eropa ini memperparah keadaan, membuat posisi O’Neill semakin terpojok menjelang laga krusial Glasgow Derby melawan Rangers pada hari Minggu mendatang. Para penggemar melalui berbagai saluran komunikasi telah menyuarakan kemarahan mereka, menyebut taktik O’Neill sudah usang dan tidak lagi mampu membendung lawan.

Laskar Sape Kerrab Menggila di Maguwoharjo: Madura United Bungkam PSS Sleman 3-1
Baca juga:
Laskar Sape Kerrab Menggila di Maguwoharjo: Madura United Bungkam PSS Sleman 3-1

Beberapa poin utama yang menjadi sorotan tajam dari para pendukung dan pengamat meliputi:

  • Taktik yang Usang: Kritikan tajam mengenai gaya permainan “blood and thunder” yang dianggap tidak lagi efektif di sepak bola modern.
  • Krisis Kepemimpinan: Kurangnya arahan di lapangan, baik dari sisi manajemen maupun pemain senior.
  • Kelemahan Lini Tengah dan Pertahanan: Pemain seringkali terlihat “lembek” dan mudah ditembus oleh lawan, terutama saat menghadapi tekanan tinggi.
  • Masalah Mentalitas: Ketidakmampuan tim untuk bangkit setelah kebobolan, yang menunjukkan kurangnya determinasi sebagai sebuah unit.

Legenda klub, Paul McStay, turut memberikan pandangannya yang sangat kritis. McStay menekankan bahwa Celtic saat ini bermain seperti sekumpulan individu, bukan sebagai sebuah kesatuan tim yang solid. Ia menyarankan agar manajemen segera melakukan penyegaran di lini tengah untuk mengembalikan kontrol permainan yang telah hilang. Senada dengan hal tersebut, kapten tim Callum McGregor juga mengakui adanya perbedaan mencolok antara cara Rangers bermain sebagai tim dengan Celtic yang tampak tercerai-berai.

Laskar Joko Tingkir Menggila! Persela Lamongan Pesta Enam Gol Tanpa Balas atas PSBS Biak
Baca juga:
Laskar Joko Tingkir Menggila! Persela Lamongan Pesta Enam Gol Tanpa Balas atas PSBS Biak

Ketegangan di dalam internal klub semakin terlihat dari perilaku Martin O’Neill di luar lapangan. Sebelum pertandingan melawan Ferencvaros, O’Neill terlibat dalam adu mulut yang sengit dengan jurnalis Connie McLaughlin terkait keputusan rotasi pemain, khususnya mengenai pencoretan kiper Sam Johnstone. Sikap defensif dan “spiky” dari sang manajer ini dianggap mencerminkan tekanan mental luar biasa yang sedang ia alami.

Meskipun situasi tampak sangat gelap, bek Liam Scales mencoba memberikan pembelaan. Scales secara tegas menolak pernyataan O’Neill yang menyebut timnya telah “diajari pelajaran Eropa” dan bersikeras bahwa tidak ada krisis kepercayaan diri yang terjadi di ruang ganti. Namun, pernyataan satu kata “Tidak” dari Scales saat menanggapi kritik tajam manajernya justru menunjukkan betapa dalamnya keretakan komunikasi yang terjadi di dalam skuad celtic saat ini.

Drama Liga Champions 2026/2027: Barcelona Puncaki Klasemen, Verdonk Cetak Sejarah, dan Kejutan Club Brugge!
Baca juga:
Drama Liga Champions 2026/2027: Barcelona Puncaki Klasemen, Verdonk Cetak Sejarah, dan Kejutan Club Brugge!

Menjelang laga Derby melawan Rangers, masa depan Martin O’Neill kini bergantung sepenuhnya pada hasil di lapangan. Jika kekalahan ketiga berturut-turut terjadi, banyak pihak meyakini bahwa masa jabatan sang manajer akan segera berakhir. Publik kini menantikan apakah tim mampu melakukan transformasi instan atau justru akan tenggelam lebih dalam dalam krisis yang sedang melanda klub bersejarah ini.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan