Kabar YPU – 18 September 2026 | Keputusan besar diambil oleh Krisjiana Baharudin untuk menjalani prosedur vasektomi sebagai langkah konkret dalam merencanakan masa depan keluarga bersama sang istri, Siti Badriah. Tindakan medis ini dilakukan di Mandaya Royal Hospital Puri, Tangerang, sebagai bentuk komitmen pria dalam memikul tanggung jawab kontrasepsi agar tidak hanya dibebankan kepada pihak perempuan saja.
Proses pengambilan keputusan ini ternyata berawal dari momen kekhawatiran Siti Badriah yang sempat merasa panik karena mengalami keterlambatan datang bulan selama dua minggu. Ketakutan akan kehamilan yang tidak direncanakan membuat pasangan ini segera memeriksakan kondisi kesehatan reproduksi mereka ke rumah sakit. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis, dipastikan bahwa Siti Badriah tidak sedang dalam kondisi hamil. Namun, kejadian tersebut menjadi titik balik bagi keduanya untuk mendiskusikan metode Keluarga Berencana (KB) yang paling tepat untuk situasi mereka saat ini.
Alasan di Balik Keputusan Medis
Meskipun Krisjiana mengaku masih memiliki keinginan untuk memiliki anak laki-laki, ia memilih untuk tidak mengambil risiko dengan mencoba hamil kembali tanpa perencanaan yang matang. Ia menyadari bahwa jenis kelamin anak tidak dapat dipastikan melalui kehamilan berikutnya, sehingga ia lebih memilih untuk menjaga kondisi kesehatan istrinya.
“Dalam pernikahan, pengorbanan seharusnya tidak berjalan satu arah. Kalau sudah sepakat memutuskan untuk tidak hamil lagi, stop bebankan semua pada istri. Biarlah kita para suami yang ambil bagian saat ini,” ungkap Krisjiana melalui unggahan media sosialnya yang menyentuh hati.
Siti Badriah pun tak kuasa menahan tangis saat mendampingi suaminya menjalani prosedur tersebut. Ia merasa sangat terharu atas pengorbanan dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh Krisjiana demi kenyamanan dan kesehatan dirinya.
Mengenal Prosedur Vasektomi dan Fakta Medisnya
Tindakan medis ini ditangani langsung oleh dokter spesialis urologi, dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS. Secara medis, vasektomi adalah metode kontrasepsi permanen pada pria dengan cara memotong dan menutup saluran vas deferens yang berfungsi membawa sperma dari testis menuju air mani.
Banyak beredar mitos di masyarakat mengenai prosedur ini, namun secara klinis, berikut adalah fakta-fakta penting yang perlu dipahami:
- Tidak Menyebabkan Impotensi: Prosedur ini hanya menyasar saluran sperma dan tidak mengganggu saraf maupun pembuluh darah yang berperan dalam proses ereksi.
- Tidak Menurunkan Gairah Seksual: Vasektomi tidak menghentikan produksi hormon testosteron, sehingga libido atau gairah seksual pria tetap normal.
- Kemampuan Seksual Tetap Terjaga: Pria tetap dapat melakukan hubungan seksual dan ejakulasi secara normal setelah masa pemulihan.
- Efektivitas Tinggi: Meskipun sangat efektif, efek kontrasepsi tidak terjadi seketika setelah operasi, sehingga pemeriksaan analisis sperma tetap diperlukan untuk memastikan keberhasilan prosedur.
Krisjiana juga menambahkan bahwa meskipun saat ini mereka memilih metode permanen, pintu untuk memiliki anak di masa depan tetap terbuka jika suatu saat Siti Badriah merasa siap kembali. Ia menyebutkan bahwa teknologi medis saat ini memungkinkan adanya prosedur penyambungan kembali atau penggunaan metode bayi tabung.
Keputusan Krisjiana ini menjadi sebuah edukasi penting bagi masyarakat bahwa urusan perencanaan keluarga adalah tanggung jawab bersama antara suami dan istri. Dengan memilih vasektomi, seorang suami menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga kesehatan reproduksi pasangan dan stabilitas rencana keluarga jangka panjang.

Leave a comment