Kabar YPU – 06 November 2026 | Pertandingan sengit tersaji di Stadion Grolsch Veste saat tuan rumah FC Twente menjamu tim asal Siprus, Pafos FC, dalam lanjutan fase liga UEFA Conference League. Dalam duel twente vs pafos ini, De Tukkers menunjukkan mentalitas juara dengan bangkit dari posisi tertinggal untuk mengamankan kemenangan krusial 3-1. Kemenangan ini memastikan rekor sempurna bagi anak asuh John van den Brom dengan meraih tiga kemenangan berturut-turut di kompetisi Eropa.
Sejak peluit pertama dibunyikan, FC Twente langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang emas sempat diciptakan oleh Sondre Ørjasaeter dan Wout Weghorst, namun pertahanan rapat Pafos FC yang dikawal oleh pemain berpengalaman David Luiz berhasil meredam ancaman tersebut. Meski mendominasi penguasaan bola, Twente justru harus tertunduk lesu pada menit ke-39. Melalui skema serangan balik cepat, pemain asal Brasil, Lelê, melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihalau kiper Drommel, mengubah skor menjadi 0-1.
Gol Lelê sempat memicu kericuhan kecil di tribun penonton. Perayaan golnya yang dianggap provokatif membuat ia menerima kartu kuning pertama. Namun, ketenangan pemain Twente menjadi kunci dalam menghadapi situasi sulit ini. Memasuki babak kedua, intensitas serangan Twente semakin meningkat, dan tekanan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-60.
Berawal dari tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi oleh Daouda Weidmann, Ruud Nijstad berhasil menyundul bola dengan keras ke dalam gawang Pafos FC. Skor imbang 1-1 mengubah momentum pertandingan secara drastis. Tidak lama setelah gol penyama kedudukan tersebut, drama kartu merah mewarnai laga twente vs pafos. Lelê, yang sebelumnya telah mengoleksi satu kartu kuning, terpaksa meninggalkan lapangan setelah melakukan pelanggaran keras untuk menghentikan serangan Twente. Keputusan wasit ini membuat Pafos FC harus bermain dengan sepuluh orang.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Twente. Pada menit ke-76, Sondre Ørjasaeter berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 setelah menerima umpan terobosan manis dari Younes Taha. Kegigihan Pafos untuk menyamakan kedudukan sempat digagalkan oleh refleks gemilang kiper Drommel yang melakukan penyelamatan krusial dalam situasi satu lawan satu.
Kemenangan Twente akhirnya dikunci pada menit ke-82. Berawal dari kerja sama apik antara Thomas van den Belt dan Daouda Weidmann, Weidmann yang mendapatkan ruang kosong berhasil menceploskan bola ke gawang Radoslaw Majecki, memastikan skor akhir 3-1. Hasil ini membawa Twente duduk di posisi ketiga klasemen fase liga dengan koleksi sembilan poin sempurna.
Kapten tim, Robin Pröpper, menyatakan kepuasannya atas performa timnya. Menurutnya, Twente telah mendominasi permainan selama sembilan puluh menit dan menunjukkan kesabaran yang dibutuhkan untuk membongkar pertahanan lawan yang sangat rapat. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Twente sebelum menghadapi laga tandang berikutnya melawan SC Freiburg di Jerman.
| Statistik Pertandingan | FC Twente | Pafos FC |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 3 | 1 |
| Pencetak Gol | Nijstad, Ørjasaeter, Weidmann | Lelê |
| Kartu Merah | 0 | 1 (Lelê) |
Dengan hasil ini, perjalanan FC Twente di Conference League semakin terlihat menjanjikan. Konsistensi dalam menjaga performa di level Eropa akan menjadi kunci utama jika mereka ingin melaju lebih jauh ke babak gugur. Fokus kini beralih pada persiapan mereka menghadapi laga domestik melawan Ajax sebelum kembali berjuang di kancah internasional.

Leave a comment