Skip to content

Mahasiswa KKN UNISA aktif mengedukasi siswa SMPN 3 Turi agar bijak dalam penggunaan media sosial melalui program literasi digital yang interaktif

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 42 Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta melakukan program literasi digital interaktif di SMP Negeri 3 Turi, Sleman, dengan tujuan mengajarkan siswa tentang penggunaan media sosial secara bijak.

Program Literasi Digital di SMPN 3 Turi

Kegiatan edukasi ini berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026, di ruang Barak, tempat evakuasi akhir sekolah. Mahasiswa KKN memanfaatkan waktu tersebut untuk mengadakan sesi pembelajaran yang melibatkan berbagai metode interaktif, termasuk diskusi kelompok, demonstrasi penggunaan aplikasi, dan simulasi situasi online yang sering dihadapi remaja.

Dinamika Dunia Akademisi: Dari Rekrutmen Bergengsi ITS hingga Kenaikan Drastis Insentif Dosen Ma’had Aly
Baca juga:
Dinamika Dunia Akademisi: Dari Rekrutmen Bergengsi ITS hingga Kenaikan Drastis Insentif Dosen Ma’had Aly

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Turi, Oki Aditya Wardana, menyatakan bahwa program ini sangat sesuai dengan kebutuhan remaja usia belasan tahun. Menurutnya, “Kegiatan ini memang sangat pas sekali untuk anak-anak remaja di umur belasan tahun yang kurang bisa memilih apa yang dia tonton di media sosial dan apa yang harus dia lakukan.”

Mahasiswa KKN memulai sesi dengan memperkenalkan konsep media sosial sebagai ruang digital yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, berkomunikasi, berkarya, dan memperoleh hiburan. Selanjutnya, mereka menekankan pentingnya pengendalian diri dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas online. Siswa diajak untuk memahami bahwa setiap tindakan di dunia maya dapat berdampak pada kehidupan nyata, baik secara positif maupun negatif.

Metode Pengajaran yang Interaktif

Program ini tidak hanya berbasis ceramah. Mahasiswa KKN menggunakan pendekatan praktis dengan memfasilitasi simulasi situasi media sosial, seperti menanggapi komentar negatif, memilih konten yang aman, dan menghindari penyebaran rumor. Siswa juga diberi tugas membuat konten positif, seperti video edukatif atau poster digital yang mengangkat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.

Dalam sesi diskusi kelompok, siswa diminta untuk berbagi pengalaman pribadi tentang media sosial, termasuk tantangan yang pernah mereka hadapi. Hal ini membantu menciptakan ruang dialog yang aman, sehingga siswa dapat saling belajar dari satu sama lain. Mahasiswa KKN kemudian memberikan umpan balik langsung, menyoroti praktik baik dan area yang perlu diperbaiki.

Lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin kini dapat kembali bersekolah secara gratis berkat program bantuan pemerintah
Baca juga:
Lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin kini dapat kembali bersekolah secara gratis berkat program bantuan pemerintah

Fokus pada Kesadaran Digital dan Etika Online

Kesadaran bermedia digital menjadi inti dari edukasi ini. Mahasiswa KKN menekankan pentingnya mengidentifikasi sumber informasi yang kredibel, memahami hak cipta, serta menghormati privasi orang lain. Mereka juga mengajarkan siswa cara memfilter informasi yang tidak relevan atau berbahaya, sehingga dapat mengurangi risiko terkena konten negatif seperti cyberbullying atau penyebaran hoaks.

Oki Aditya Wardana menambahkan bahwa pelatihan ini membantu siswa mengembangkan pola pikir kritis terhadap apa yang mereka konsumsi di media sosial. “Dengan belajar memilah informasi yang masuk, siswa dapat menjadi konsumen media yang lebih sadar dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dampak Positif bagi Siswa SMPN 3 Turi

Program literasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan media sosial secara sehat. Siswa yang sebelumnya belum memiliki panduan jelas tentang penggunaan media sosial akan memperoleh pengetahuan dasar tentang etika online, keamanan data, dan cara berinteraksi yang positif.

Dengan meningkatnya kesadaran digital, siswa diharapkan dapat mengurangi risiko terjerat konten negatif. Selain itu, mereka juga dapat memanfaatkan platform digital untuk kegiatan belajar tambahan, seperti mengakses materi pelajaran, mengikuti kuis online, atau berbagi hasil proyek kreatif.

Antara Prestasi dan Ironi: Menilik Realita Pengelolaan serta Akurasi Data KIP Kuliah di Indonesia
Baca juga:
Antara Prestasi dan Ironi: Menilik Realita Pengelolaan serta Akurasi Data KIP Kuliah di Indonesia

Program ini juga membuka peluang bagi siswa untuk mengekspresikan diri secara kreatif melalui media sosial, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri. Keterlibatan aktif dalam diskusi kelompok dan pembuatan konten digital memungkinkan siswa belajar bekerja sama, mengasah keterampilan komunikasi, serta mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap publikasi online.

Peran Mahasiswa KKN dalam Meningkatkan Literasi Digital

Mahasiswa KKN Kelompok 42 Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta berperan sebagai fasilitator, mentor, dan contoh nyata bagi siswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga menunjukkan contoh praktis penggunaan media sosial yang bijak. Mereka juga membuka ruang bagi siswa untuk bertanya dan berdiskusi, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan relevan.

Selain itu, mahasiswa KKN membantu sekolah dalam menyusun materi ajar yang sesuai dengan kurikulum, serta memberikan saran tentang cara mengintegrasikan literasi digital ke dalam proses pembelajaran harian. Kolaborasi ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar, sehingga program literasi digital dapat berkelanjutan.

Kesimpulan

Program literasi digital interaktif yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 42 Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta di SMP Negeri 3 Turi menandai langkah konkret dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan di era digital. Dengan fokus pada kesadaran bermedia digital, etika online, dan pengendalian diri, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang media sosial, tetapi juga memupuk sikap bertanggung jawab dan kreatif. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengimplementasikan program literasi digital yang efektif dan berkelanjutan.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan