Farel Prayoga, penyanyi muda yang kini memasuki jenjang SMA, harus menata jadwal antara pelajaran, latihan musik, dan kegiatan ekstrakurikuler agar prestasinya tetap konsisten.
Persiapan Awal Sebelum Masuk SMA
Sejak memutuskan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA, Farel Prayoga sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak dini. Ia menjalin komunikasi dengan pihak manajemen dan kepala sekolah untuk mencari solusi terbaik bagi karier dan pendidikannya. “Sebelum kita masuk SMA, manajer aku sama kepala sekolah sudah ngobrol dan mencari-cari kemudahan,” ungkapnya di Jakarta Selatan pada Sabtu (29/8/2026).
Keputusan tersebut tidak terlepas dari sistem pembelajaran yang fleksibel di sekolah yang ia pilih. Sekolah tersebut menerapkan Kurikulum Merdeka, yang memungkinkan siswa berprestasi mendapatkan kemudahan lebih dalam meraih target akademik maupun non‑akademik. Farel menyebutkan bahwa sistem ini sangat membantunya untuk tetap mengejar prestasi di luar akademik tanpa meninggalkan kewajiban sekolah.
Manajemen Waktu yang Terbuka dan Seimbang
Farel Prayoga mengungkapkan bahwa sejauh ini ia tidak menemukan kendala dalam urusan pembagian waktu. Namun, ia kini lebih selektif dalam mengambil jadwal bernyanyi dan lebih mengutamakan waktu di akhir pekan. “Alhamdulillah tidak ada kendala, kalau dari segi job ataupun nyanyi. Karena sekarang aku lebih ke weekend sih acaraku sekarang. Kalau weekdays aku lagi banyak ulangan. Mungkin sehari bisa dua kali, tiga kali ulangan. Jadi kebanyakan weekend jobku,” ujarnya.
Dengan jadwal ulangan yang padat di hari kerja, Farel memanfaatkan akhir pekan untuk fokus pada latihan musik dan kerja part-time. Pendekatan ini memungkinkan ia tetap menjaga kualitas akademik sambil mempertahankan karier musik yang sedang berkembang.
Dampak Positif bagi Karier dan Pendidikan
Pengaturan waktu yang terstruktur memberikan dampak positif bagi kedua bidang yang menjadi fokus utama Farel Prayoga. Di satu sisi, ia dapat melaksanakan tugas-tugas akademik tanpa menunda-nunda, sehingga hasil belajar tetap stabil. Di sisi lain, jadwal latihan dan kerja part‑time yang terencana membantu mempertahankan momentum dalam dunia musik.
Keberhasilan Farel Prayoga dalam menyeimbangkan antara pelajaran, latihan musik, dan kegiatan ekstrakurikuler juga menegaskan bahwa sistem Kurikulum Merdeka dapat menjadi solusi bagi siswa yang memiliki aktivitas ekstrakurikuler intensif. Dengan fleksibilitas yang disediakan, siswa tidak harus memilih antara pendidikan atau bakat mereka.
Kesimpulan
Farel Prayoga menunjukkan bahwa manajemen waktu yang cermat, didukung oleh sistem pembelajaran fleksibel, dapat membantu siswa SMA menjaga prestasi akademik sekaligus mengekspresikan bakat di bidang musik. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah, manajemen, dan siswa dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan holistik.

Leave a comment