Skip to content

Transformasi Pendidikan Madrasah: Mengenal Aplikasi Sahabat KBC dan Perannya dalam Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta

Transformasi Pendidikan Madrasah: Mengenal Aplikasi Sahabat KBC dan Perannya dalam Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta
Transformasi Pendidikan Madrasah: Mengenal Aplikasi Sahabat KBC dan Perannya dalam Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta

Kabar YPU – 17 Oktober 2026 | Dunia pendidikan Islam di Indonesia tengah memasuki babak baru dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Salah satu instrumen krusial yang digunakan untuk mengawal transformasi ini adalah aplikasi sahabat kbc, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk mendukung evaluasi penerapan kurikulum tersebut di lingkungan madrasah. Melalui sistem ini, Kementerian Agama berupaya menghimpun data yang akurat dan komprehensif mengenai sejauh mana nilai-nilai kasih sayang dan pendekatan humanis telah terintegrasi dalam proses belajar mengajar.

Implementasi program ini telah mulai terlihat nyata di berbagai daerah. Sebagai contoh, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Parigi di Sulawesi Tengah telah menunjukkan komitmen kuat dengan berpartisipasi aktif dalam Survei Nasional yang menggunakan platform sahabat kbc. Partisipasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia guna memetakan kondisi riil pendidikan di lapangan.

UMBY menerapkan kurikulum baru yang dirancang bersama anggota DPRD Kulon Progo, bertujuan meningkatkan relevansi pendidikan regional
Baca juga:
UMBY menerapkan kurikulum baru yang dirancang bersama anggota DPRD Kulon Progo, bertujuan meningkatkan relevansi pendidikan regional

Dalam pelaksanaannya di MAN 2 Parigi, survei ini melibatkan perwakilan guru dan siswa dengan proporsi yang telah ditentukan secara sistematis. Berikut adalah rincian keterlibatan responden di madrasah tersebut:

Kelompok Responden Jumlah Partisipan Keterangan
Guru 2 Orang Mencakup 5% dari total tenaga pendidik (Ibu Setiarum, S.Pd. dan Ibu Khairunnisa, S.Pd.)
Siswa 16 Siswa Mencakup 5% dari total siswa kelas X dan XI

Keterlibatan aktif dari warga madrasah, baik guru maupun siswa, sangat penting untuk memberikan gambaran pengalaman pendidikan yang jujur dan objektif. Data yang terkumpul melalui sahabat kbc nantinya akan menjadi fondasi utama bagi Kementerian Agama dalam merumuskan kebijakan pendidikan Islam yang lebih efektif, inklusif, dan berbasis pada kebutuhan nyata di madrasah.

Baznas dan Kemdiknas Tingkatkan Sinergi antara Zakat dan Perguruan Tinggi untuk Dorong Pendidikan Nasional
Baca juga:
Baznas dan Kemdiknas Tingkatkan Sinergi antara Zakat dan Perguruan Tinggi untuk Dorong Pendidikan Nasional

Bagi para pendidik dan peserta didik yang telah terpilih sebagai responden, proses pengisian evaluasi dapat dilakukan dengan cukup mudah melalui langkah-langkah teknis berikut ini:

  1. Mengakses situs resmi melalui tautan https://madrasah.kemenag.go.id/sahabatkbc/login.
  2. Menyiapkan kartu akun yang telah diterbitkan oleh operator atau admin madrasah masing-masing.
  3. Memasukkan username dan password yang tertera pada kartu akun ke dalam kolom yang tersedia.
  4. Setelah berhasil masuk ke sistem, responden dapat memeriksa dasbor untuk melihat menu evaluasi serta jadwal pengisian yang telah ditetapkan.

Penting untuk dicatat bahwa seluruh akun responden, baik untuk guru maupun murid, dikelola sepenuhnya oleh admin madrasah. Jika terdapat kendala terkait akses login atau belum menerima informasi kredensial, responden disarankan untuk segera menghubungi operator madrasah setempat agar proses evaluasi tidak terhambat.

Siapkan diri, ekshibisi AI resmi hadir di OSN 2026 sebagai terobosan terbaru yang sangat diminati oleh para siswa
Baca juga:
Siapkan diri, ekshibisi AI resmi hadir di OSN 2026 sebagai terobosan terbaru yang sangat diminati oleh para siswa

Secara keseluruhan, keberadaan aplikasi sahabat kbc menandai langkah maju dalam digitalisasi pengawasan mutu pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Dengan adanya sistem evaluasi yang terstruktur, diharapkan kualitas budaya pendidikan di madrasah dapat terus ditingkatkan, menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kaya akan nilai-nilai karakter yang berlandaskan cinta dan kasih sayang.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan