Skip to content

Manuver Besar Haji Isam: Akuisisi Raksasa BYAN dan Strategi Gadai Saham di Tengah Ekspansi Bisnis

Manuver Besar Haji Isam: Akuisisi Raksasa BYAN dan Strategi Gadai Saham di Tengah Ekspansi Bisnis
Manuver Besar Haji Isam: Akuisisi Raksasa BYAN dan Strategi Gadai Saham di Tengah Ekspansi Bisnis

Kabar YPU – 10 Oktober 2026 | Dunia korporasi tanah air tengah menyoroti langkah agresif pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai haji isam, dalam memperkuat imperium bisnis Jhonlin Group. Melalui PT Jhonlin Baratama, sang konglomerat berhasil merampungkan akuisisi signifikan terhadap emiten batu bara raksasa, PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Langkah ini menandai pergeseran peta kekuatan di sektor energi nasional setelah kepemilikan saham BYAN oleh grup tersebut meningkat menjadi sekitar 30,25%.

Dalam transaksi yang dilakukan secara senyap di pasar negosiasi, PT Jhonlin Baratama mencaplok sekitar 10,08 miliar saham BYAN dengan total nilai transaksi mencapai Rp 26,1 triliun. Transaksi ini dilakukan pada harga Rp 2.588 per saham melalui tiga kali aksi crossing jumbo. Dengan bertambahnya kepemilikan ini, porsi saham milik konglomerat Low Tuck Kwong di BYAN pun menyusut menjadi sekitar 9,95%.

Reformasi Harga Saham dan Dinamika Pasar Global: Menakar Masa Depan IDX di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Baca juga:
Reformasi Harga Saham dan Dinamika Pasar Global: Menakar Masa Depan IDX di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Strategi Pendanaan: Gadai Saham JARR dan PGUN

Untuk mendukung manuver ekspansi besar-besaran tersebut, haji isam mengambil langkah finansial yang cukup berisiko dengan menggadaikan saham milik dua emiten di bawah naungan grupnya, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Kedua saham tersebut dijadikan jaminan fasilitas kredit kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Berikut adalah rincian transaksi gadai saham yang dilakukan:

  • PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR): PT Eshan Agro Sentosa sebagai pemegang saham pengendali menggadaikan 100% sahamnya atau sebanyak 7.997.556.204 lembar saham kepada Bank Mandiri pada 30 September 2026.
  • PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN): Pengendali melalui PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, dan PT Baramega Citra Mulia Persada juga melakukan pengikatan jaminan serupa.

Meskipun melakukan gadai, pihak JARR menegaskan bahwa transaksi ini tidak mengubah pengendalian perusahaan maupun menyebabkan dilusi kepemilikan saham. Namun, analis menyoroti bahwa nilai jaminan yang mencapai sekitar Rp 64,7 triliun ini cukup masif dibandingkan dengan nilai transaksi harian kedua saham tersebut. Hal ini menimbulkan tantangan likuiditas jika sewaktu-waktu terjadi wanprestasi.

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI dan Bank Muamalat Berikan Apresiasi Spesial bagi Nasabah
Baca juga:
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI dan Bank Muamalat Berikan Apresiasi Spesial bagi Nasabah

Respons Bursa Efek Indonesia

Menanggapi aksi korporasi tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengambil langkah proaktif. Corporate Secretary BEI, Elsierra Putri Yosita, menyatakan bahwa pihak bursa telah mengirimkan permintaan penjelasan kepada kedua emiten terkait, sesuai dengan Peraturan Bursa nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi. BEI meminta seluruh pihak untuk tetap memperhatikan keterbukaan informasi guna menjaga transparansi pasar.

Dari sisi regulasi perbankan, langkah Bank Mandiri menerima gadai ini dipandang sesuai dengan koridor hukum, di mana gadai saham berbeda dengan repurchase agreement (repo). Dalam skema gadai, kepemilikan tetap berada di tangan pengendali, sehingga secara hukum tidak terjadi pengalihan kepemilikan secara langsung.

Diversifikasi Bisnis dan Tantangan Sektor Energi

Di tengah dinamika akuisisi dan pendanaan, grup milik haji isam juga tengah melakukan diversifikasi usaha. PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dilaporkan mulai menjajaki peluang bisnis di luar jasa kepelabuhanan batu bara, termasuk rencana pengurusan izin perdagangan Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi setelah volume pemuatan batu bara TEBE mengalami penurunan sebesar 24% akibat kendala administratif RKAB pada sejumlah pemilik IUP.

Guncangan Regulasi BEI: Apakah Saham GOTO Akan Terjun ke Level Rp1?
Baca juga:
Guncangan Regulasi BEI: Apakah Saham GOTO Akan Terjun ke Level Rp1?

Melalui anak usahanya, PT Pelabuhan Talenta Bumi, TEBE tengah mengkaji pemanfaatan fasilitas pelabuhan untuk berbagai komoditas lain demi menjaga efisiensi operasional dan kelancaran rantai pasok grup secara keseluruhan. Strategi ini menunjukkan bahwa haji isam tidak hanya fokus pada penguasaan aset tambang, tetapi juga pada penguatan infrastruktur pendukung dan diversifikasi komoditas untuk menghadapi ketidakpastian pasar energi global.

Secara keseluruhan, rangkaian aksi korporasi ini menunjukkan ambisi besar Jhonlin Group untuk mendominasi sektor energi dan infrastruktur. Meskipun langkah gadai saham membawa risiko finansial yang patut diwaspadai pasar, manuver akuisisi BYAN mempertegas posisi strategis grup ini dalam peta industri batu bara dan energi nasional di masa depan.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan