Kabar YPU – 09 Oktober 2026 | Nasib kurang beruntung menimpa sang legenda tenis dunia, novak djokovic, saat melakoni debutnya di turnamen ATP Masters 1000 Shanghai. Setelah sempat menunjukkan kebangkitan performa dengan menjuarai ATP 500 di Beijing pekan lalu, pemain asal Serbia ini harus menerima kenyataan pahit setelah tumbang di babak kedua oleh petenis Polandia, Hubert Hurkacz, dengan skor telak 6-4 dan 6-3 pada Jumat waktu setempat.
Kekalahan ini terasa sangat mengejutkan mengingat catatan pertemuan sebelumnya yang sangat dominan bagi sang juara 24 gelar Grand Slam tersebut. Sebelum laga ini, Djokovic tercatat selalu mampu mengungguli Hurkacz dalam delapan pertemuan terakhir. Namun, kondisi fisik dan kelelahan tampaknya menjadi faktor utama yang menghambat performa sang juara bertahan.
Dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan, Djokovic secara terbuka mengakui bahwa dirinya tidak berada dalam kondisi prima. Ia menyebutkan bahwa transisi dari lapangan di Beijing ke permukaan lapangan di Shanghai yang jauh lebih cepat membuatnya kesulitan beradaptasi. Selain itu, servis keras dari Hurkacz menjadi momok yang sulit dibendung.
“Saya jauh dari level permainan saya saat di Beijing. Saya merasa sedikit lebih lelah dan tidak dalam kondisi bugar sepenuhnya. Hubie (Hurkacz) melakukan servis yang sangat kuat, dan Anda tahu, saya merasa tidak nyaman di lapangan, saya tidak bisa merasakan bola dengan baik,” ujar novak djokovic dengan nada kecewa. Ia juga menambahkan bahwa undian pertandingan yang memaksanya menghadapi Hurkacz di awal turnamen merupakan tantangan yang sangat berat.
Komentar dari pengamat tenis, Nicolas Mahut, juga menyoroti jalannya pertandingan yang dianggap tidak sesuai ekspektasi. Mahut menilai bahwa intensitas pertarungan yang diharapkan dari seorang pemain sekaliber Djokovic tidak terlihat dalam laga tersebut. Ia mencatat bahwa Djokovic tampak kehilangan energi di beberapa momen krusial, yang membuat pertandingan tidak berjalan dengan dinamika yang dinanti-nantikan oleh para penggemar.
Kekalahan ini bukan sekadar kegagalan di satu turnamen, melainkan ancaman serius bagi ambisi novak djokovic untuk tampil di ATP Finals di Turin pada bulan November mendatang. Berikut adalah ringkasan situasi klasemen dan peluangnya:
| Aspek | Detail Situasi |
|---|---|
| Posisi Saat Ini | Peringkat 9 dalam ‘Race’ 2026 |
| Peluang ATP Finals | Terancam oleh 11 pemain lain yang sedang aktif |
| Rencana Turnamen Berikutnya | Paris Masters (2-8 November) |
| Target Utama | Mengejar gelar Grand Slam ke-25 |
Dengan absennya Jannik Sinner dari sisa musim 2026 karena cedera lutut, peluang Djokovic sebenarnya terbuka lebar karena adanya slot tambahan di Turin. Namun, jadwal yang sangat padat dan strategi pemilihan turnamen yang lebih selektif sejak awal musim 2025 membuat perolehan poinnya menjadi rentan. Jika ia hanya fokus pada Paris Masters tanpa menambah agenda turnamen lain, ada risiko besar ia akan tersalip oleh rival-rivalnya yang tetap aktif berkompetisi.
Meskipun demikian, novak djokovic tetap menunjukkan dedikasinya kepada para penggemar dengan menyempatkan diri memberikan tanda tangan bagi fans yang kecewa setelah pertandingan berakhir. Ia kini harus segera memulihkan kondisi fisiknya dan mempersiapkan diri untuk laga krusial di Paris guna menyelamatkan impiannya menutup musim dengan gemilang di ajang ATP Finals.
Kekalahan di Shanghai ini menjadi pengingat akan tantangan fisik yang dihadapi atlet veteran di usia 39 tahun. Kini, fokus utama dunia tenis tertuju pada apakah sang maestro mampu melakukan ‘comeback’ di Paris atau justru harus melihat rival-rival mudanya mendominasi akhir musim 2026.

Leave a comment