Aktivitas Seismik Meningkat: Sabah dan Banten Diguncang Gempa Bumi, Kewaspadaan Tinggi Diterapkan

Aktivitas Seismik Meningkat: Sabah dan Banten Diguncang Gempa Bumi, Kewaspadaan Tinggi Diterapkan

Aktivitas Seismik Meningkat: Sabah dan Banten Diguncang Gempa Bumi, Kewaspadaan Tinggi Diterapkan

Kabar YPU – 27 September 2026 | Gelombang aktivitas seismik tengah menarik perhatian otoritas di kawasan Asia Tenggara setelah beberapa kejadian gempa bumi dilaporkan mengguncang wilayah Sabah di Malaysia dan Banten di Indonesia dalam waktu yang berdekatan. Kejadian ini memicu peningkatan status pemantauan di berbagai titik strategis guna memastikan keselamatan masyarakat dari potensi bencana susulan.

Di wilayah Sabah, Malaysia, sebuah gempa bumi bermagnitudo 3.3 melanda kawasan Kuamut, Kinabatangan pada Sabtu pagi pukul 05.32 waktu setempat. Berdasarkan data teknis dari Jabatan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia), pusat gempa berada pada koordinat 5.1 derajat Utara dan 116.8 derajat Timur dengan kedalaman mencapai 118 kilometer. Letak episenter ini tercatat sekitar 32 kilometer barat daya dari Tongod dan 223 kilometer barat laut dari Tarakan, Indonesia.

CCTV Pemantau Anak Krakatau Rusak Karena Lontaran Material Erupsi, Tim Teknis Siapkan Pengganti Cepat untuk Jaga Keamanan Laut
Baca juga:
CCTV Pemantau Anak Krakatau Rusak Karena Lontaran Material Erupsi, Tim Teknis Siapkan Pengganti Cepat untuk Jaga Keamanan Laut

Menanggapi insiden tersebut, Ketua Pengarah MetMalaysia, Dr. Mohd Hisham Mohd Anip, menyatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan pemantauan intensif selama 24 jam penuh. Saat ini, terdapat 28 stasiun seismik yang beroperasi di seluruh negara bagian Sabah untuk mendeteksi setiap pergerakan tektonik. Beberapa stasiun yang berada di sekitar lokasi kejadian meliputi Sapulut, Keningau, Sandakan/Telupid, Matupang, dan Tenom.

Stasiun Seismik Terdekat Jarak dari Lokasi Kejadian
Sapulut 57.23 km
Keningau 66.51 km
Sandakan/Telupid 74.36 km
Matupang 76.67 km
Tenom 93.32 km

Meskipun guncangan terasa, MetMalaysia menegaskan bahwa tidak ada ancaman tsunami yang membahayakan wilayah Malaysia. Di lapangan, tim dari Balai Bomba dan Penyelamat (BBP) Kinabatangan yang dipimpin oleh Suriyadi Drawis telah melakukan patroli rutin di lokasi-lokasi rawan seperti Sedco Kinabatangan dan Bukit Garam untuk memeriksa integritas struktur bangunan. Hingga laporan terakhir, tidak ditemukan adanya kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan tersebut.

Marseille dalam Pusaran Tragedi: Dari Skandal Hukum Pemain Bola Hingga Kabut Kelam di Dunia Hiburan
Baca juga:
Marseille dalam Pusaran Tragedi: Dari Skandal Hukum Pemain Bola Hingga Kabut Kelam di Dunia Hiburan

Sementara itu, di sisi lain perairan Indonesia, wilayah Sumur, Pandeglang, Banten juga dikejutkan oleh gempa bumi bermagnitudo 4.7 pada Jumat malam, 25 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut, sekitar 58 kilometer Barat Daya Sumur dengan kedalaman yang jauh lebih dangkal, yakni hanya 10 kilometer. Kedalaman yang dangkal ini menyebabkan getaran terasa cukup kuat di beberapa wilayah dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Sumur, Muara Binuangeun, Bayah, Panggarangan, dan Malingping.

Dr. Mohd Hisham juga mengingatkan masyarakat bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan, di mana, dan seberapa besar magnitudo sebuah gempa bumi akan terjadi. Stasiun seismik hanya berfungsi untuk mendeteksi dan menentukan kekuatan setelah kejadian berlangsung. Oleh karena itu, kecepatan penyaluran informasi menjadi kunci utama. MetMalaysia mengklaim mampu menyalurkan data analisis dalam waktu enam menit setelah deteksi awal dilakukan.

Bareskrim mengungkap jaringan peredaran permen narkoba di Malang, berhasil menangkap satu tersangka utama dalam operasi tersebut
Baca juga:
Bareskrim mengungkap jaringan peredaran permen narkoba di Malang, berhasil menangkap satu tersangka utama dalam operasi tersebut

Secara keseluruhan, meskipun intensitas gempa di Sabah tergolong lemah, peningkatan kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama. Otoritas terkait terus bekerja sama untuk memastikan setiap informasi yang sampai ke masyarakat adalah data yang akurat dan sahih guna menghindari kepanikan massal di tengah aktivitas tektonik yang tidak menentu ini.

Post Comment