Kabar YPU – 09 November 2026 | Perjalanan karier sepak bola profesional sering kali diwarnai dengan pasang surut yang ekstrem, tidak terkecuali bagi gelandang berpengalaman granit xhaka. Pemain yang kini membela klub Sunderland tersebut telah melewati berbagai fase krusial, mulai dari kontroversi hukum yang mengguncang reputasinya, hingga keberhasilan fenomenal meraih gelar juara liga bersama klub barunya.
Salah satu babak paling gelap dalam karier pemain asal Swiss ini adalah keterlibatannya dalam skandal sertifikat vaksinasi COVID-19 palsu pada tahun 2022. Saat itu, Xhaka mengakui bahwa ia merasa ragu dan takut terhadap vaksinasi, sehingga mengambil keputusan keliru dengan membeli dokumen kesehatan palsu demi memenuhi persyaratan perjalanan profesional. Tindakan tersebut memicu penyelidikan oleh otoritas di Lucerne, Swiss, dan membuatnya harus absen dari beberapa laga penting Timnas Swiss di ajang Nations League.
Meski sempat menghadapi sanksi disiplin berupa denda sebesar 150.000 franc Swiss (sekitar $181.225) dengan masa percobaan dua tahun, Xhaka menunjukkan kedewasaan dengan mengakui kesalahannya secara terbuka. Ia menyatakan penyesalan mendalam dan menyebut insiden tersebut sebagai kesalahan besar akibat emosi yang tidak stabil. Namun, dukungan dari ruang ganti dan pelatih kepala Murat Yakin membuat Asosiasi Sepak Bola Swiss (SFV) memutuskan untuk tetap mempercayainya sebagai kapten tim nasional.
Keberhasilan Xhaka untuk bangkit tidak hanya terlihat di level internasional, tetapi juga di level klub. Setelah menghabiskan tujuh musim di Arsenal tanpa berhasil membawa pulang gelar juara liga, ia melakukan langkah berani dengan pindah ke Bayer Leverkusen pada musim 2023/2024. Keputusan ini terbukti sangat tepat. Bersama asuhan Xabi Alonso, granit xhaka sukses mengantarkan Leverkusen meraih gelar juara Bundesliga 2023/2024 secara dominan, mengakhiri penantian panjang klub tersebut.
Berikut adalah ringkasan perjalanan karier Xhaka dalam beberapa musim terakhir:
- Masa di Arsenal: Berada selama 7 tahun, meraih 2 gelar Piala FA dan 1 Community Shield, namun gagal meraih gelar Premier League.
- Masa di Bayer Leverkusen: Bergabung dengan nilai transfer €25 juta dan langsung meraih gelar juara Bundesliga 2023/2024.
- Status Timnas Swiss: Pemegang rekor penampilan terbanyak di turnamen Piala Dunia untuk Swiss dan tetap menjabat sebagai kapten.
Kini, fokus utama sang pemain adalah mempersiapkan diri menghadapi ajang terbesar sepak bola dunia. Menjelang Piala Dunia 2026, Xhaka menegaskan bahwa turnamen tersebut bukanlah panggung pensiun baginya. Di usia yang akan menginjak 33 tahun, ia menyatakan tekad kuat untuk terus berkompetisi selama kondisi fisik dan semangatnya masih terjaga.
Swiss sendiri diprediksi akan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Grup B Piala Dunia 2026, bersaing dengan Kanada, Bosnia & Herzegovina, dan Qatar. Dengan kepemimpinan granit xhaka di lini tengah, tim berjuluk La Nati ini diharapkan mampu mengintegrasikan pemain senior seperti Ricardo Rodriguez dengan talenta muda seperti Pascal Loretz dan Zachary Athekame untuk mencapai prestasi maksimal di panggung dunia.
Secara keseluruhan, perjalanan hidup Xhaka menjadi bukti bahwa kesalahan di masa lalu tidak harus mengakhiri karier seseorang, asalkan ada tanggung jawab dan kemauan untuk memperbaiki diri. Dari skandal dokumen hingga podium juara Bundesliga, ia telah membuktikan kualitasnya sebagai salah satu gelandang paling berpengaruh di Eropa saat ini.

Leave a comment