Kabar YPU – 02 November 2026 | Minggu yang berat tengah menyelimuti keluarga besar Deltras FC. Dalam rentetan pertandingan di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 serta laga senior, tim berjuluk The Lobster ini harus menelan serangkaian hasil pahit yang menguji mentalitas para pemainnya. Mulai dari kekalahan telak di level usia muda hingga petaka kartu merah di tim utama, performa deltras sedang berada di titik nadir yang memerlukan evaluasi mendalam dari seluruh jajaran manajemen dan kepelatihan.
Keterpurukan dimulai dari laga tim senior yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS) pada Sabtu (31/10/2026) malam. Menghadapi De Red FC, Deltras harus bermain dengan sepuluh orang setelah Mohcine Hassan Nader menerima kartu merah pada menit ke-61. Ketidakhadiran satu pemain ini membuat lini pertahanan rapuh, yang kemudian dimanfaatkan lawan untuk mencetak dua gol melalui Supriadi (menit 72) dan Titan Agung (menit 90). Pelatih Leonard menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas kegagalan meraih poin penuh tersebut.
Rentetan Kekalahan di Level Kelompok Umur
Tak hanya tim senior, lini muda Deltras juga mengalami nasib serupa. Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan tim muda Deltras dalam rangkaian laga terakhir:
| Kategori Usia | Lawan | Skor Akhir | Catatan Utama |
|---|---|---|---|
| U-20 | Persebaya U-20 | 0 – 2 | Kalah dua kali dengan agregat 0-8 dari Persebaya |
| U-18 | Persebaya U-18 | 1 – 0 | Kemenangan tipis lewat eksekusi penalti |
| U-16 | Persebaya U-16 | 0 – 3 | Kalah telak di babak kedua |
Pada level U-20, Deltras FC U-20 harus mengakui keunggulan Persebaya U-20 dengan skor 0-2 di Stadion Gelora Bung Tomo. Gol kemenangan Green Force Muda dicetak oleh Bilal Fishabilillah pada menit ke-52 dan sundulan kapten Saifchel Eka pada menit ke-87. Hasil ini mempertegas dominasi Persebaya yang telah mengoleksi total delapan gol dalam dua pertemuan melawan deltras di ajang EPA One.
Kejutan manis sempat muncul pada laga U-18. Setelah Persebaya U-18 mengalami kekalahan perdana mereka, Deltras U-18 justru berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0. Pertandingan ini sempat diwarnai ketegangan saat pemain Persebaya, Arka Bryprasetyo, menerima kartu merah pada menit ke-27. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Deltras melalui hadiah penalti pada menit ke-39 yang merubah jalannya laga hingga peluit akhir.
Namun, kegembiraan tersebut tidak bertahan lama bagi seluruh departemen sepak bola klub. Pada laga U-16, Deltras FC U-16 kembali harus menyerah dari Persebaya U-16 dengan skor mencolok 0-3. Meski sempat bermain imbang 1-1 pada pertemuan sebelumnya, ketangguhan lini pertahanan lawan membuat penyerang Deltras gagal mencetak gol di paruh kedua, sementara Ronald Luis dan Revans Dwinanda menjadi bintang bagi tim lawan.
Evaluasi Disiplin dan Mentalitas
Masalah disiplin di lapangan menjadi sorotan utama bagi manajemen deltras. Dalam laga tim senior, kartu merah yang diterima Mohcine Hassan Nader tercatat sebagai kartu merah ketiga yang didapat tim dalam beberapa pertandingan terakhir. Hal ini menjadi evaluasi besar bagi tim pelatih untuk menjaga konsentrasi pemain agar tidak melakukan pelanggaran tidak perlu yang merugikan tim.
Secara keseluruhan, periode ini menjadi ujian krusial bagi Deltras FC. Kombinasi antara kegagalan menjaga disiplin pemain, kesulitan menjaga konsistensi di level usia muda, serta tekanan dari hasil negatif di tim senior menuntut perbaikan segera. Ke depannya, fokus utama harus diarahkan pada penguatan mentalitas bertanding dan disiplin taktis agar tim mampu kembali bersaing di papan atas kompetisi.

Leave a comment