Kabar YPU – 09 Oktober 2026 | Kementerian Agama Republik Indonesia tengah menggelar agenda besar melalui pelaksanaan akgtk 2026 yang berlangsung secara serentak di berbagai wilayah tanah air. Program Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan ini menjadi momentum krusial bagi para pendidik di lingkungan madrasah untuk memetakan kemampuan profesional mereka. Pelaksanaan asesmen yang berlangsung pada rentang waktu 5 hingga 9 Oktober 2026 ini bertujuan untuk menciptakan standar kualitas sumber daya manusia yang unggul di jenjang pendidikan madrasah.
Kegiatan ini bukan sekadar ujian rutin, melainkan sebuah langkah strategis untuk mengukur berbagai aspek kompetensi. Bagi para kepala madrasah, asesmen ini mencakup ranah manajerial, supervisi, kewirausahaan, hingga kompetensi kepribadian dan sosial. Sementara bagi guru, fokus penilaian terletak pada kemampuan pedagogik dan profesionalitas dalam mengelola pembelajaran di kelas.
Di berbagai daerah, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Sebagai contoh, di Pasaman, Plt. Kepala MTsN 1 Pasaman, Zulkifli, menyatakan bahwa akgtk merupakan cerminan penting untuk mengevaluasi kinerja kepemimpinan. Beliau berharap hasil dari asesmen ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di madrasahnya. Hal senada juga terlihat di Tanah Datar, di mana MAN 4 Tanah Datar menyediakan fasilitas laboratorium komputer yang mumpuni untuk mendukung kelancaran ujian berbasis digital ini.
Berikut adalah rincian mengenai pelaksanaan asesmen tahun ini:
| Aspek Informasi | Detail Pelaksanaan |
|---|---|
| Rentang Waktu Utama | 5 – 9 Oktober 2026 |
| Metode Ujian | Daring (Online) menggunakan Safe Exam Browser (SEB) |
| Target Peserta | Guru (RA, MI, MTs, MA), Kepala Madrasah, Pengawas, Tenaga Perpustakaan, dan Tenaga Laboratorium |
| Syarat Kualifikasi | Minimal D4/S1 dan terdaftar aktif di EMIS GTK |
Penerapan teknologi dalam asesmen ini dilakukan secara ketat untuk menjaga integritas hasil. Penggunaan aplikasi Safe Exam Browser (SEB) memastikan bahwa peserta mengerjakan ujian dalam lingkungan digital yang aman dan terawasi. Setiap peserta dapat memantau jadwal spesifik dan akun ujian mereka melalui sistem EMIS GTK masing-masing. Sebagai gambaran, guru bidang studi tertentu seperti Matematika memiliki jadwal sesi khusus yang telah ditetapkan untuk memastikan distribusi beban server berjalan optimal.
Hasil dari akgtk ini nantinya tidak akan berhenti pada angka atau nilai semata. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama akan menggunakan data komprehensif ini sebagai dasar penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Dengan demikian, pemerintah dapat memberikan pembinaan yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, apakah itu penguatan di bidang manajerial bagi kepala madrasah atau penguatan pedagogik bagi para guru.
Upaya masif ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman di mana kualitas pendidik menjadi kunci utama dalam mencetak generasi madrasah yang berkarakter dan kompetitif. Melalui pemetaan yang akurat, setiap kekurangan dalam kompetensi dapat diidentifikasi lebih dini, sehingga langkah perbaikan dapat segera dilakukan demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia secara menyeluruh.

Leave a comment