Kabar YPU – 21 Oktober 2026 | Dunia sepak bola Indonesia tengah diselimuti duka mendalam setelah insiden maut menimpa rombongan pendukung tim kebanggaan Yogyakarta. Sebuah peristiwa kecelakaan suporter PSS Sleman terjadi di ruas Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya di KM 616+200 jalur A, Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Minggu (18/10/2026).
Niat tulus para suporter untuk memberikan dukungan langsung di stadion berubah menjadi tragedi yang memilukan. Rombongan yang menggunakan minibus Toyota Hiace bernopol AB 7831 E tersebut tengah menempuh perjalanan dari Sleman, DIY, menuju Surabaya guna menyaksikan laga tandang PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya. Namun, kecelakaan hebat terjadi saat kendaraan tersebut menghantam bagian belakang samping sebuah truk tronton pengangkut bibit kelapa yang melaju searah.
Kronologi dan Korban Jiwa
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, insiden ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang cukup banyak. Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Dristica Brian Arya Leviantona, mengonfirmasi bahwa terdapat empat orang suporter yang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa ini. Rincian mengenai kondisi korban adalah sebagai berikut:
- Satu orang korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
- Tiga orang lainnya mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.
- Dua orang korban luka berat mengalami cedera kepala berat (CKB) dan masih menjalani perawatan intensif.
- Empat orang korban luka ringan telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang ke Sleman.
Kejadian kecelakaan suporter PSS Sleman ini menambah daftar panjang duka di kalangan pecinta sepak bola. Para jenazah yang telah melalui proses identifikasi telah dipulangkan ke rumah duka di wilayah Sleman pada Minggu malam dengan pengawalan ketat dari Satlantas Polres Madiun dan Satuan PJR Polda Jatim menggunakan empat unit ambulans.
Kondisi Korban Luka dan Penanganan Medis
Selain korban jiwa, perhatian medis saat ini tertuju pada dua suporter yang mengalami luka serius. Kedua korban tersebut adalah Anis Abdurrahman, warga Margomulyo, Seyegan, Sleman, yang telah menjalani operasi di Rumah Sakit Hermina Madiun, serta Adi Suwarto yang dirawat di RSUD Caruban. Keduanya dilaporkan mengalami cedera kepala berat.
Semula, kedua korban luka berat tersebut direncanakan untuk dirujuk ke Yogyakarta. Namun, dikarenakan kondisi rumah sakit utama seperti RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Sakit Akademik UGM yang sedang penuh, tindakan medis darurat dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat di Madiun. Pemerintah Kabupaten Sleman bersama kelompok suporter BCS telah bergerak cepat dengan menyiapkan langkah bantuan finansial untuk meringankan beban keluarga korban.
Penyelidikan Polisi Terkait Penyebab Kecelakaan
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan suporter PSS Sleman tersebut. Pengemudi minibus, Imanuel Kristoper Bayu (23), warga Desa Banyuraden, Sleman, telah dimintai keterangan oleh penyidik Satlantas Polres Madiun sebagai saksi. Polisi juga tengah memeriksa para saksi lain untuk merekonstruksi kejadian secara utuh.
Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan adalah apakah pengemudi berada di bawah pengaruh minuman beralkohol atau tidak. Hingga saat ini, kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan final terkait hal tersebut. Meskipun demikian, pemeriksaan terus berjalan untuk memastikan apakah ada faktor kelalaian atau faktor teknis kendaraan yang memicu tabrakan dengan truk tronton tersebut.
Tragedi kecelakaan suporter PSS Sleman ini menjadi pengingat keras bagi seluruh komunitas suporter dan klub sepak bola akan pentingnya aspek keselamatan dalam setiap perjalanan jauh. Loyalitas dalam mendukung tim kesayangan memang patut diapresiasi, namun keselamatan nyawa harus tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

Leave a comment