Kabar YPU – 17 Oktober 2026 | Peringatan hari pangan sedunia yang jatuh pada 16 Oktober menjadi momentum krusial bagi berbagai elemen bangsa untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Mulai dari inisiatif pemberdayaan masyarakat di Bali, penguatan kapasitas pangan lokal di Merauke, hingga pengendalian harga melalui pasar murah di Sidoarjo, seluruh gerakan ini bermuara pada satu tujuan utama: menjamin ketersediaan pangan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di Bali, upaya penguatan sektor pertanian dilakukan secara intensif melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. Program ini menyasar dua wilayah utama, yakni Program Pedungan Bright Green di Fuel Terminal Sanggaran dan Program Jejaring Ulakan di Integrated Terminal Manggis. Fokus utama dari program ini adalah perbaikan kualitas lingkungan subak, penguatan sistem irigasi, serta pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) seperti KWT Satya Luih Lestari dan Nampo Sari.
I Nyoman Mudarsana, selaku Pekaseh sekaligus Ketua Kelompok Tani Program Pedungan Bright Green, menekankan bahwa perbaikan infrastruktur irigasi sangat vital bagi keberlangsungan aktivitas petani. Senada dengan hal tersebut, I Made Suma Mergantini dari Program Jejaring Ulakan menyoroti pentingnya kemandirian kelompok wanita tani dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui pembentukan greenhouse dan pengembangan produk pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Sementara itu, di wilayah timur Indonesia, Kabupaten Merauke turut merayakan hari pangan sedunia dengan semangat inovasi. Peringatan ke-46 tahun 2026 ini mengusung tema global “Innovation Today Nourish Tomorrow” dan tema nasional “Inovasi Pangan Lokal untuk Indonesia Maju dan Berkelanjutan.” Dalam acara yang dipimpin oleh Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, kehadiran TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral XI menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga kedaulatan pangan di wilayah perbatasan.
Merauke, yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, diharapkan mampu memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mengelola sumber daya alamnya secara maksimal. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi pangan lokal dapat dikelola secara berkelanjutan guna mendukung kemandirian pangan nasional.
Bergeser ke Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah taktis untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Menanggapi peringatan hari pangan sedunia, Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo menggelar pasar murah yang menjangkau 18 kecamatan secara bergiliran. Langkah ini bertujuan untuk menekan disparitas harga antara pasar tradisional dengan harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Edi Kurniadi, menjelaskan bahwa kolaborasi strategis dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan pasokan tetap terjaga. Berikut adalah rincian keterlibatan pihak-pihak terkait dalam program pangan murah di Sidoarjo:
| Pihak Terlibat | Peran dalam Program |
|---|---|
| Dinas Pangan Provinsi Jawa Timur | Koordinasi kebijakan pangan tingkat provinsi |
| Perum Bulog & ID FOOD | Penyediaan stok bahan pangan pokok |
| Penyedia Produk Olahan | Menyediakan variasi produk pangan bagi masyarakat |
| Petani Lokal Sidoarjo | Penyedia komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan melon |
Selain memberikan akses harga murah, program ini juga menjadi sarana promosi bagi hasil pertanian lokal Sidoarjo. Masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi juga diajak untuk lebih mengenal dan mencintai produk hortikultura daerahnya sendiri, seperti mangga, kedondong, dan berbagai jenis sayuran segar.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan dalam rangka hari pangan sedunia ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dicapai secara parsial. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara korporasi melalui program CSR, pemerintah daerah melalui intervensi harga, TNI melalui dukungan stabilitas wilayah, hingga peran aktif kelompok tani dan wanita tani di tingkat akar rumput. Inovasi dalam pengelolaan sumber daya dan keberlanjutan lingkungan menjadi pilar utama agar Indonesia dapat terus maju menuju kemandirian pangan yang tangguh.

Leave a comment