Kabar YPU – 04 Oktober 2026 | Stadion Salt Lake di Kolkata menjadi saksi bisu dominasi tim nasional Brasil saat mereka meraih kemenangan telak 4-0 atas India dalam laga persahabatan internasional pada Sabtu (3/10/2026). Pertandingan ini menjadi panggung bagi samuel lino untuk menunjukkan kelasnya sebagai pemain pengganti yang sangat efektif, dengan mencetak dua gol krusial yang mengunci kemenangan Seleção di akhir laga.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Brasil langsung mengambil kendali permainan melalui penguasaan bola yang dominan. Meskipun India menunjukkan perlawanan yang cukup berani melalui serangan balik, perbedaan kualitas teknis antara kedua tim mulai terlihat jelas. Estêvão menjadi pembuka jalan bagi Brasil dengan gol perdana pada menit ke-28, memanfaatkan kelengahan penjaga gawang India, Gurpreet, melalui tendangan kaki kiri yang akurat ke sudut atas gawang.
Keunggulan Brasil semakin kokoh sebelum babak pertama usai. Pada menit ke-42, Pedro berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah menerima umpan matang dari Estêvão. Kedua gol tersebut kembali mengeksploitasi kesalahan lini pertahanan dan penjaga gawang India, yang membuat mental pemain tuan rumah mulai goyah sebelum turun ke ruang ganti.
Memasuki babak kedua, pelatih Carlo Ancelotti melakukan perubahan taktis besar-besaran dengan memasukkan lima pemain baru untuk menyegarkan lini serang. Salah satu keputusan paling berdampak adalah memasukkan samuel lino untuk menggantikan Vinícius Júnior. Kehadiran pemain berbakat dari Flamengo ini memberikan dinamika baru yang sangat dibutuhkan Brasil untuk membongkar pertahanan rapat India.
Efektivitas samuel lino terbukti pada menit ke-58, di mana ia berhasil mencetak gol ketiga setelah menerima umpan dari Pedro. Tak berhenti di situ, Lino kembali menjadi bintang di masa injury time. Pada menit kelima tambahan waktu, ia memanfaatkan situasi bola mati dari sepak pojok untuk menyarangkan gol keduanya, sekaligus menutup pesta gol Brasil dengan skor 4-0.
Meskipun menang besar, ada hal menarik yang menjadi sorotan media internasional, yaitu minimnya selebrasi meriah dari para pemain Brasil setelah mencetak gol. Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, samuel lino menjelaskan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi alasan utama di balik sikap tenang para pemain. Berikut adalah beberapa alasan yang disampaikan oleh Lino:
- Suhu Udara Ekstrem: Cuaca yang sangat panas di Kolkata membuat para pemain harus sangat berhemat energi agar tidak mengalami kelelahan berlebih.
- Kondisi Fisik: Panas yang menyengat bahkan terasa hingga ke bangku cadangan, sehingga pemain memilih untuk tidak melakukan gerakan selebrasi yang menguras tenaga.
- Perbedaan Budaya: Lino mencatat bahwa atmosfer penonton di India berbeda dengan Brasil yang biasanya penuh dengan musik dan pesta saat gol tercipta.
Kemenangan ini menutup rangkaian tur persahabatan Brasil di wilayah Oceania dan Asia, di mana mereka mencatatkan rekor dua kemenangan dan satu hasil imbang. Bagi India, kekalahan ini memperpanjang tren buruk mereka yang belum mencicipi kemenangan dalam enam pertandingan terakhir. Setelah laga ini, para pemain seperti Pedro dan samuel lino akan segera kembali ke klub mereka, Flamengo, untuk mempersiapkan diri menghadapi Santos di kompetisi domestik.
Brasil kini akan mengalihkan fokus mereka untuk persiapan agenda FIFA berikutnya pada bulan November, di mana mereka dijadwalkan akan menghadapi tantangan dari Jepang dan Singapura di Singapura. Meskipun kemenangan atas India menunjukkan keunggulan teknis yang nyata, Carlo Ancelotti tampaknya masih memiliki pekerjaan rumah terkait kreativitas dan daya tembus tim dalam menghadapi lawan yang lebih tangguh di masa mendatang.

Leave a comment