Skip to content

Misteri Ketahanan Bitcoin: Mengapa Harga Bertahan di Tengah Ledakan Pasokan Uang Global dan Gejolak AI?

Misteri Ketahanan Bitcoin: Mengapa Harga Bertahan di Tengah Ledakan Pasokan Uang Global dan Gejolak AI?
Misteri Ketahanan Bitcoin: Mengapa Harga Bertahan di Tengah Ledakan Pasokan Uang Global dan Gejolak AI?

Kabar YPU – 18 Oktober 2026 | Pasar aset digital sedang berada dalam fase yang sangat krusial, di mana pergerakan harga bitcoin menunjukkan ketahanan yang mengejutkan di tengah berbagai sentimen ekonomi global yang kontradiktif. Meskipun pasokan uang global (M2) telah mencapai rekor tertinggi sebesar USD125 triliun—meningkat sekitar 7% dibandingkan tahun lalu—aset kripto terbesar ini justru mengalami periode konsolidasi dan penarikan harga selama beberapa pekan terakhir.

Fenomena ini memicu perdebatan di kalangan analis mengenai korelasi antara likuiditas global dan nilai aset digital. Data menunjukkan bahwa bukan angka absolut pasokan uang yang menjadi penentu utama, melainkan arah pertumbuhan uang tersebut. Secara historis, ketika pertumbuhan uang mengalami akselerasi, harga cenderung melonjak dalam tiga bulan berikutnya dengan median keuntungan sekitar 20%. Namun, dalam kondisi pertumbuhan yang melambat, volatilitas cenderung lebih tinggi dengan risiko penurunan yang nyata.

Dinamika Rupiah di Tengah Gejolak Global: Antara Pelemahan Kurs dan Rekor Kesejahteraan Petani
Baca juga:
Dinamika Rupiah di Tengah Gejolak Global: Antara Pelemahan Kurs dan Rekor Kesejahteraan Petani

Di sisi lain, dinamika pasar saat ini juga dipengaruhi oleh arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Pada pertengahan Oktober 2026, tercatat arus keluar bersih sebesar USD82,39 juta, dengan kontribusi signifikan dari iShares Bitcoin Trust milik BlackRock. Meskipun sempat mengalami tekanan akibat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, harga berhasil bertahan di atas level psikologis USD81.000, menunjukkan adanya basis pendukung yang kuat di pasar.

Teori Bubble AI dan Peluang ‘Safe Haven’

Menariknya, terdapat perspektif unik dari Arthur Hayes, Chief Investment Officer di Maelstrom, yang melihat potensi keuntungan jangka panjang bagi bitcoin justru dari potensi pecahnya gelembung (bubble) kecerdasan buatan (AI). Hayes berpendapat bahwa jika perusahaan-perusahaan besar di sektor AI mengalami kesulitan finansial, pemerintah kemungkinan besar akan melakukan intervensi melalui skema penyelamatan (bailout).

Dominasi Strategis Morgan Stanley: Dari Prediksi Bitcoin sebagai Emas Digital hingga Lonjakan Saham Sektor AI
Baca juga:
Dominasi Strategis Morgan Stanley: Dari Prediksi Bitcoin sebagai Emas Digital hingga Lonjakan Saham Sektor AI

Langkah penyelamatan tersebut diprediksi akan memicu peningkatan pasokan uang secara drastis dan memicu inflasi, yang pada akhirnya akan memperlemah daya beli mata uang fiat. Dalam skenario devaluasi moneter ini, investor cenderung akan beralih ke aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai (store of value) yang aman, seperti emas dan kripto. Berikut adalah ringkasan potensi dampak skenario tersebut:

  • Intervensi Pemerintah: Bantuan finansial untuk perusahaan teknologi besar seperti OpenAI atau SpaceX.
  • Inflasi: Peningkatan jumlah uang beredar untuk menutupi biaya bailout.
  • Migrasi Modal: Perpindahan dana dari aset berisiko ke aset lindung nilai seperti bitcoin.

Evolusi Pasar: Bitcoin vs Altcoin

Seiring dengan semakin matangnya ekosistem kripto, terjadi pemisahan yang jelas antara aset utama dan koin alternatif (altcoins). Sementara Bitcoin terus memperkuat posisinya, banyak altcoin menghadapi tantangan eksistensial. Riset dari CoinGecko menunjukkan bahwa lebih dari 50% token yang dilacak sejak pertengahan 2021 hingga 2025 telah gagal di pasar.

Akselerasi Transformasi BTN: Perombakan Lima Direksi Baru Guna Perkuat Strategi Beyond Mortgage
Baca juga:
Akselerasi Transformasi BTN: Perombakan Lima Direksi Baru Guna Perkuat Strategi Beyond Mortgage

Para investor kini mulai menggunakan metrik yang lebih fundamental, seperti biaya transaksi (transaction fees) yang dihasilkan oleh blockchain, untuk menilai kegunaan nyata sebuah proyek. Aset seperti Ethereum dan Solana dianggap memiliki tesis investasi yang lebih kuat karena memiliki penggunaan jaringan yang nyata, berbeda dengan koin berbasis meme yang seringkali hanya bergantung pada spekulasi harga.

Kategori Aset Karakteristik Utama Status Pasar
Bitcoin Penyimpan nilai, aset lindung nilai Matang & Stabil
Altcoin Utama (ETH, SOL) Kegunaan jaringan, biaya transaksi tinggi Ekosistem Berkembang
Meme Coins (DOGE, SHIB) Spekulasi tinggi, tanpa fundamental kuat Risiko Tinggi

Sebagai kesimpulan, meskipun menghadapi tantangan berupa arus keluar ETF dan ketidakpastian suku bunga, fundamental bitcoin tetap dipandang kuat oleh banyak pengamat. Kombinasi antara pertumbuhan utang publik Amerika Serikat yang mencapai USD40,3 triliun dan potensi devaluasi mata uang akibat krisis sektor teknologi dapat menjadi katalisator utama yang mendorong adopsi aset digital ini sebagai pelindung kekayaan di masa depan.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan