Kabar YPU – 04 Oktober 2026 | Pertandingan persahabatan internasional dalam agenda FIFA Matchday 2026 menyisakan luka mendalam bagi tim nasional Peru. Bertanding di Saputo Stadium, Montreal, tim berjuluk ‘La Bicolor’ harus mengakui keunggulan tuan rumah dalam laga kanada vs peru yang berakhir dengan skor telak 2-0. Kekalahan ini tidak hanya memperburuk catatan performa tim, tetapi juga menyoroti rapuhnya lini pertahanan skuad asuhan Mano Menezes.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Kanada yang tampil dengan formasi 4-4-2 langsung mengambil inisiatif serangan. Intensitas tinggi dan permainan sayap yang agresif membuat Peru kesulitan membangun serangan balik. Dominasi tuan rumah terlihat jelas dari statistik penguasaan bola yang mencapai 60,6%, sementara Peru hanya mampu mengendalikan 39,4% jalannya pertandingan.
Jacob Shaffelburg Jadi Mimpi Buruk Pertahanan Peru
Bintang utama dalam laga ini adalah Jacob Shaffelburg. Pemain sayap asal Los Angeles tersebut berhasil mencetak dua gol yang mengunci kemenangan Kanada. Gol pertama tercipta pada menit ke-19 setelah melalui skema serangan yang rapi. Bermula dari umpan silang berbahaya Liam Millar, Daniel Jebbison berhasil memenangkan duel udara melawan Miguel Araujo dan melakukan pivot untuk memberikan assist kepada Shaffelburg yang menyambar bola dengan kaki kirinya.
Kesalahan lini belakang Peru kembali terjadi pada menit ke-35. Dalam situasi serangan balik cepat, Jonathan David berhasil merebut bola di tengah lapangan dan mengalirkannya kepada Liam Millar. Tekanan dari Millar membuat pertahanan Peru kocar-kacir. Oliver Sonne, bek kelahiran Denmark, terlihat melakukan kesalahan posisi dengan menutup ruang terlalu rapat namun gagal mengantisipasi pergerakan di tiang jauh. Umpan silang Millar yang meluncur melewati Diego Romero akhirnya disambut dengan sempurna oleh Shaffelburg untuk mencetak gol keduanya.
Kegagalan dalam menjaga kedalaman dan koordinasi antar pemain belakang menjadi catatan merah bagi performa Peru dalam laga kanada vs peru ini. Oliver Sonne, yang sebelumnya juga terlibat dalam kekalahan melawan Amerika Serikat, kembali menjadi sorotan setelah gagal mengantisipasi pergerakan pemain lawan secara efektif.
Upaya Perlawanan yang Terlambat
Memasuki babak kedua, pelatih Mano Menezes mencoba melakukan perubahan taktis dengan memasukkan lima pemain sekaligus, termasuk Gianluca Lapadula dan Andre Carrillo, guna menambah daya gedor. Peru sempat menunjukkan perlawanan dan mencoba bermain lebih terbuka melalui skema serangan balik.
Peluang emas sempat tercipta pada menit ke-56 melalui Gianluca Lapadula yang berhasil lolos dari jebakan offside. Namun, penyelesaian akhirnya masih kurang akurat karena tendangannya melambung di atas gawang Owen Goodman. Peluang lain juga datang dari tendangan bebas Jairo Concha pada menit ke-80, tetapi bola masih melambung tinggi di atas mistar gawang.
Berikut adalah ringkasan statistik pertandingan antara kanada vs peru:
| Statistik | Kanada | Peru |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 2 | 0 |
| Penguasaan Bola | 60,6% | 39,4% |
| Total Tembakan | 17 | 4 |
| Tembakan ke Gawang | 3 | 0 |
| Tendangan Sudut | 7 | 5 |
Kekalahan dalam duel kanada vs peru ini meninggalkan tanda tanya besar mengenai efektivitas strategi Mano Menezes. Peru tampak kehilangan identitas permainan saat menghadapi tim dengan fisik kuat dan transisi cepat seperti Kanada. Jika tidak segera melakukan evaluasi mendalam terhadap lini pertahanan dan ketajaman lini depan, hasil serupa dikhawatirkan akan kembali terjadi di kompetisi resmi mendatang.
Secara keseluruhan, kemenangan Kanada dalam laga ini membuktikan kemajuan signifikan tim asuhan Jesse Marsch dalam memanfaatkan ruang di sisi sayap. Bagi Peru, laga ini menjadi pelajaran berharga bahwa disiplin posisi dan konsentrasi selama 90 menit adalah harga mati dalam menghadapi lawan sekelas tim unggulan Amerika Utara.

Leave a comment