Skip to content

Mikel Merino Sang Penyelamat: Aksi ‘Super Sub’ yang Membawa Spanyol Tak Terkalahkan dalam 42 Laga

Mikel Merino Sang Penyelamat: Aksi 'Super Sub' yang Membawa Spanyol Tak Terkalahkan dalam 42 Laga
Mikel Merino Sang Penyelamat: Aksi 'Super Sub' yang Membawa Spanyol Tak Terkalahkan dalam 42 Laga

Kabar YPU – 07 Oktober 2026 | Pertandingan dramatis tersaji di Stadion Poljud saat Spanyol bertandang ke markas Kroasia dalam lanjutan UEFA Nations League pada Rabu (7/10/2026) dini hari WIB. Dalam laga yang penuh tensi tinggi tersebut, nama mikel merino muncul sebagai pahlawan utama yang memastikan kemenangan krusial bagi tim berjuluk La Roja tersebut. Spanyol berhasil membalikkan keadaan dari posisi tertinggal menjadi pemenang dengan skor akhir 2-1.

Kroasia sebenarnya memulai laga dengan sangat agresif di bawah arahan pelatih Slaven Bilic. Pasukan Vatreni mampu memanfaatkan momentum dan mengejutkan pertahanan Spanyol lewat gol Ivan Perisic pada menit ke-17 setelah memanfaatkan bola rebound. Skor 1-0 untuk tuan rumah membuat Spanyol sempat kesulitan mengembangkan permainan, meskipun mereka mendominasi penguasaan bola di babak pertama.

Java United Umumkan Tiga Amunisi Lokal Baru, Menandai Kedatangan Pemain Potensial Resmi ke Tim
Baca juga:
Java United Umumkan Tiga Amunisi Lokal Baru, Menandai Kedatangan Pemain Potensial Resmi ke Tim

Perubahan strategi yang dilakukan pelatih Luis de la Fuente di babak kedua menjadi titik balik pertandingan. Keputusan untuk memasukkan mikel merino menggantikan Alex Baena terbukti menjadi langkah jenius. Pemain Arsenal tersebut langsung menunjukkan kelasnya dengan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-61. Kehadirannya memberikan dimensi serangan baru yang lebih tajam bagi lini tengah Spanyol.

Ketegangan memuncak pada menit ke-79 ketika Ivan Perisic harus menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Marc Cucurella, yang membuatnya harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Spanyol semakin menekan. Drama mencapai puncaknya pada menit ke-88 saat mikel merino kembali mencetak gol yang memastikan kemenangan Spanyol sekaligus mengunci skor 2-1.

Drama di Belgrade: Yunani Curi Kemenangan Dramatis dalam Laga Serbia vs Yunani di UEFA Nations League
Baca juga:
Drama di Belgrade: Yunani Curi Kemenangan Dramatis dalam Laga Serbia vs Yunani di UEFA Nations League

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan sebuah pencapaian sejarah bagi skuad La Roja. Berikut adalah ringkasan statistik dan catatan penting dalam pertandingan tersebut:

Statistik Pertandingan Detail
Skor Akhir Kroasia 1-2 Spanyol
Pencetak Gol Spanyol Mikel Merino (61′, 88′)
Pencetak Gol Kroasia Ivan Perisic (17′)
Rekor Tak Terkalahkan Spanyol 42 Pertandingan
Posisi Klasemen Grup A3 Spanyol (Puncak, 12 Poin)

Luis de la Fuente tidak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap performa pemainnya. Ia secara khusus memberikan pujian kepada mikel merino yang dianggapnya sebagai pemain dengan talenta luar biasa yang sering kali kurang mendapat apresiasi setimpal. De la Fuente bahkan menyatakan bahwa sejak sebelum Piala Dunia, ia sudah meyakini potensi besar Merino hingga sempat melontarkan pernyataan emosional bahwa ia siap ‘menggendong’ pemain tersebut jika diperlukan.

Rio Ferdinand mengkritik keras keputusan VAR, menyebutnya tak masuk akal setelah VAR mengesahkan gol Erling Haaland ke gawang Manchester United
Baca juga:
Rio Ferdinand mengkritik keras keputusan VAR, menyebutnya tak masuk akal setelah VAR mengesahkan gol Erling Haaland ke gawang Manchester United

Selain Merino, performa penjaga gawang Unai Simón juga menjadi sorotan. Simón tampil gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk dalam situasi satu lawan satu melawan Perisic, yang menjaga Spanyol tetap dalam pertandingan sebelum gol penyeimbang tercipta. Dengan hasil ini, Spanyol menyapu bersih empat laga pertama di UEFA Nations League musim ini dan kokoh di puncak klasemen Grup A3, unggul atas Inggris dan Kroasia.

Kemenangan ini juga memperpanjang rekor impresif Spanyol yang tidak terkalahkan dalam 42 pertandingan di semua kompetisi, dengan catatan 32 kemenangan dan 10 hasil imbang. Meski demikian, De la Fuente menegaskan bahwa timnya tidak akan cepat berpuas diri. Ia menekankan bahwa meskipun mereka adalah juara dunia, masih ada ruang besar untuk perbaikan demi mencapai level sepak bola yang lebih tinggi lagi.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan