Kabar YPU – 24 Oktober 2026 | Pertandingan di Stadion Mendizorroza pada Jumat malam berakhir dengan rasa pahit bagi pendukung tuan rumah. Meskipun berhasil mengamankan satu poin melalui hasil imbang 1-1 melawan Málaga CF, performa deportivo alavés menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan. Hasil ini memperpanjang catatan buruk tim asuhan Quique Sánchez Flores yang kini belum mencicipi kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di La Liga.
Jalannya pertandingan sebenarnya didominasi oleh tuan rumah dengan penguasaan bola mencapai 63% dan keunggulan jumlah tendangan sudut 7-2. Namun, dominasi tersebut tidak berbuah manis di babak pertama. Tim tamu, Málaga, yang merupakan tim papan bawah, justru berhasil mencuri keunggulan melalui gol Adrián Niño sesaat sebelum turun minum setelah menerima umpan dari Ramón Enríquez. Gol tersebut menandai catatan impresif Niño yang telah mencetak gol dalam tiga pertandingan beruntun.
| Statistik Pertandingan | Deportivo Alavés | Málaga CF |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 1 | 1 |
| Penguasaan Bola | 63% | 37% |
| Tendangan Sudut | 7 | 2 |
| Status Kemenangan | 6 Laga Tanpa Menang | Belum Menang Musim Ini |
Kebangkitan dramatis baru terjadi di menit-menit akhir. Aitor Mañas, yang masuk sebagai pemain pengganti, menjadi pahlawan dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89. Gol tersebut lahir dari bola liar di dalam kotak penalti setelah sundulan Toni Martínez membentur tiang gawang. Mañas mencatatkan diri sebagai pemain dengan rating tertinggi dalam laga ini berkat kontribusi krusialnya di lini depan.
Meski berhasil menghindari kekalahan telak, suasana di ruang ganti deportivo alavés terasa sangat tegang. Quique Sánchez Flores tidak mampu menyembunyikan kemarahannya setelah sesi evaluasi selama sepuluh menit di ruang ganti. Sang pelatih mengkritik keras ketidakakuratan operan, hilangnya energi pemain, hingga keputusan-keputusan buruk yang diambil di lapangan. “Kami telah membuang waktu sekitar 45 menit,” ungkap Sánchez Flores dengan nada kecewa.
Kritik serupa datang dari kapten tim, Nahuel Tenaglia. Pemain asal Argentina tersebut melakukan autokritik tajam terhadap rekan-rekan setimnya. Ia menekankan bahwa tim tidak boleh menunjukkan performa seperti itu saat bermain di kandang sendiri. “Kami tidak bisa memberikan citra seperti ini di rumah. Kami harus memberikan lebih banyak usaha karena situasi saat ini tidak baik,” tegas Tenaglia. Ia juga menyoroti kurangnya kepribadian tim dalam menghadapi tekanan sepanjang 90 menit pertandingan.
Evaluasi individu juga menunjukkan adanya penurunan kualitas pada beberapa pemain kunci. Berdasarkan analisis performa, pemain seperti Blanco dan Carles Aleñá dinilai mengalami penurunan performa yang signifikan dibandingkan awal musim. Kesalahan-kesalahan mendasar dalam koneksi lini tengah dan lini serang membuat aliran bola deportivo alavés menjadi tidak efektif dan mudah dipatahkan oleh lawan.
Kini, tantangan berat sudah menanti di depan mata. Setelah jeda internasional, deportivo alavés harus menghadapi jadwal yang sangat padat dengan laga tandang yang sulit melawan Barcelona di Camp Nou dan Sevilla. Jika dinamika permainan yang erratik ini tidak segera diperbaiki, posisi tim di klasemen bisa merosot lebih jauh ke zona degradasi, mengingat selisih poin mereka dengan zona merah kini semakin menipis.
Pertandingan ini menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen klub bahwa sekadar mengamankan hasil imbang tidaklah cukup. Dibutuhkan perubahan mentalitas dan konsistensi permainan jika ingin kembali ke jalur persaingan papan atas seperti yang mereka tunjukkan di awal musim lalu.

Leave a comment