Kabar YPU – 19 Oktober 2026 | Kompetisi kasta tertinggi Eropa, UEFA Champions League (UCL) musim 2026/2027, tengah menyajikan drama yang sangat kontras bagi wakil-wakil dari Italia. Jika sebelumnya para penggemar sepak bola domestik sibuk memantau pergerakan peringkat liga 1 di berbagai belahan dunia, kini perhatian justru tertuju pada nasib buruk empat klub Serie A di panggung benua biru. Pada Matchday 2, situasi semakin memprihatinkan setelah seluruh wakil Italia dipastikan menelan kekalahan dalam laga masing-masing.
Inter Milan, yang datang dengan status juara bertahan Serie A dan merupakan klub Italia paling disegani di kompetisi ini, harus menelan pil pahit di kandang sendiri. Nerazzurri yang sangat diunggulkan ternyata gagal membendung agresivitas Club Brugge. Dalam laga yang berlangsung penuh drama, Inter Milan harus menyerah dengan skor 3-4. Kegagalan ini terasa sangat menyesakkan karena meski Lautaro Martinez berhasil mencetak brace dan Ange-Yoan Bonny menambah satu gol, pertahanan Inter gagal meredam performa luar biasa Nicolo Tresoldi. Striker muda milik Club Brugge tersebut mencetak hattrick yang menghancurkan harapan tuan rumah. Akibat hasil ini, Inter Milan kini terpuruk di peringkat 29 klasemen fase liga tanpa raihan poin sedikit pun.
Nasib serupa namun dengan rasa sakit yang berbeda dialami oleh AS Roma. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Roma sempat memberikan harapan besar saat unggul 3-1 atas Real Madrid. Namun, mentalitas juara dari tim tersukses di Eropa tersebut kembali menunjukkan taringnya. Dalam sepuluh menit terakhir laga, Real Madrid melakukan comeback yang sangat dramatis melalui aksi Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger. Kekalahan 3-4 ini membuat Roma tertahan di peringkat 25 klasemen sementara, tetap berjuang mencari kemenangan perdana mereka musim ini setelah sebelumnya hanya mampu meraih satu poin dari hasil imbang melawan Fenerbahce.
Kondisi semakin memburuk bagi Napoli. Tim yang sempat memberikan harapan melalui gol cepat Amir Rrahmani di menit ke-8, justru gagal mempertahankan keunggulan. Villarreal yang tampil di kandang sendiri berhasil membalikkan keadaan melalui gol Georges Mikautadze dan Alvaro Mourino. Napoli yang tidak mampu memberikan perlawanan balik akhirnya harus pulang dengan kekalahan 1-3. Hal ini menempatkan Napoli di posisi paling bawah di antara klub Italia lainnya, yakni di peringkat 32 klasemen UCL. Jika dibandingkan dengan dinamika peringkat liga 1 yang sering kali menunjukkan persaingan ketat, posisi Napoli di UCL saat ini terlihat sangat kritis.
Satu-satunya catatan positif yang tersisa dari awal musim ini adalah keberhasilan Como. Sebagai debutan yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi Eropa, Como sempat memberikan kejutan besar dengan melumat RB Leipzig 4-1 pada laga pembuka. Namun, momentum tersebut tidak mampu mereka pertahankan pada Matchday 2 saat bertandang ke markas Feyenoord. Meski kalah tipis 2-3, Como masih mampu menjaga posisi mereka di peringkat 12 klasemen fase liga berkat poin kemenangan sebelumnya. Performa Como ini menunjukkan bahwa meskipun peringkat liga 1 di Italia sedang stabil, klub-klub baru pun bisa memberikan perlawanan di level Eropa.
Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan dan posisi klub Italia pada Matchday 2 UCL 2026/2027:
| Klub Italia | Skor Akhir | Lawan | Peringkat Klasemen |
|---|---|---|---|
| Inter Milan | 3-4 | Club Brugge | 29 |
| AS Roma | 3-4 | Real Madrid | 25 |
| Napoli | 1-3 | Villarreal | 32 |
| Como | 2-3 | Feyenoord | 12 |
Secara keseluruhan, Matchday 2 ini menjadi ujian berat bagi kredibilitas klub-klub Serie A di kancah internasional. Kegagalan keempat wakil Italia untuk mencuri poin menunjukkan adanya celah besar dalam konsistensi performa mereka di level tinggi. Para penggemar kini hanya bisa berharap agar pada Matchday berikutnya, klub-klub ini dapat segera bangkit untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen, sebagaimana mereka berjuang mempertahankan peringkat liga 1 di kompetisi domestik masing-masing.

Leave a comment