Skip to content

Kemewahan vs Tradisi: Kontroversi Kylie Jenner Mengenakan Fantasy Bra Senilai Rp825 Miliar

Kemewahan vs Tradisi: Kontroversi Kylie Jenner Mengenakan Fantasy Bra Senilai Rp825 Miliar
Kemewahan vs Tradisi: Kontroversi Kylie Jenner Mengenakan Fantasy Bra Senilai Rp825 Miliar

Kabar YPU – 20 Oktober 2026 | Debut kylie jenner di panggung Victoria’s Secret Fashion Show 2026 telah memicu gelombang perdebatan panas di seluruh dunia. Mengenakan mahakarya perhiasan yang dikenal sebagai ‘Fantasy Bra‘, selebritas sekaligus pengusaha kosmetik berusia 29 tahun ini tidak hanya mencuri perhatian karena kemewahannya, tetapi juga karena memicu polemik mengenai standar profesionalisme di industri mode dunia.

Karya seni yang dikenakan oleh kylie jenner tersebut merupakan kolaborasi spektakuler dengan Jacob & Co. Perhiasan ini memiliki nilai fantastis mencapai USD 50 juta atau setara dengan Rp825 miliar. Dibuat dengan ketelitian tinggi, Fantasy Bra ini membutuhkan waktu lebih dari 1.000 jam kerja oleh 15 pengrajin ahli. Detail teknis dari perhiasan tersebut meliputi:

Kuasa Hukum Ruben Onsu Menantang Gugatan Balik Sarwendah atas Hak Asuh Anak: Argumen Hukum dan Implikasi Keluarga
Baca juga:
Kuasa Hukum Ruben Onsu Menantang Gugatan Balik Sarwendah atas Hak Asuh Anak: Argumen Hukum dan Implikasi Keluarga
  • Material utama: Emas 18 karat
  • Jumlah berlian: 4.410 butir berlian alami
  • Berlian utama: Satu buah berlian kuning ‘Fancy Vivid’ seberat 75,54 karat dengan potongan radiant
  • Berat total: Sekitar 1,8 kilogram

Penampilan Jenner yang berjalan di atas catwalk Los Angeles dengan sayap bulu putih dan rok mini transparan ini memang dirancang untuk menjadi momen ikonik. Namun, keputusan Victoria’s Secret untuk memilih seorang selebritas daripada model profesional veteran telah menuai kritik tajam dari warganet. Banyak pihak merasa bahwa kehormatan mengenakan Fantasy Bra seharusnya diberikan kepada para ‘Angel’ atau model legendaris yang telah mendedikasikan karier mereka selama bertahun-tahun untuk merek tersebut.

Beberapa nama besar seperti Adriana Lima, Alessandra Ambrosio, hingga Doutzen Kroes sering disebut oleh para penggemar sebagai sosok yang lebih layak mendapatkan pengakuan tersebut. Kritik ini bahkan berkembang menjadi tuduhan bahwa industri mode kini lebih mengutamakan popularitas media sosial dan pengaruh budaya populer dibandingkan keterampilan modeling murni. Sebagian netizen bahkan melabeli keterlibatan kylie jenner sebagai bentuk ‘privilese selebritas’ atau fenomena ‘nepo baby’ yang mengabaikan kerja keras para model profesional.

Klarifikasi Melaney Ricardo Dianggap Sindir Amanda Manopo lewat Foto, Netizen Soroti Kontroversi dan Penafsiran Publik
Baca juga:
Klarifikasi Melaney Ricardo Dianggap Sindir Amanda Manopo lewat Foto, Netizen Soroti Kontroversi dan Penafsiran Publik

Di sisi lain, pihak manajemen Victoria’s Secret memberikan pembelaan terhadap keputusan tersebut. Adam Selman, selaku Kepala Kreatif Victoria’s Secret, menyatakan bahwa pemilihan Jenner didasarkan pada jangkauan budayanya yang luar biasa luas. Menurutnya, kehadiran sosok seperti kylie jenner mampu menciptakan ‘Fandomonium’—sebuah strategi untuk menarik audiens yang lebih muda dan memperluas jangkauan promosi acara tersebut ke tingkat global yang lebih masif.

Menariknya, kontroversi ini juga melibatkan dinamika keluarga. Kendall Jenner, adik dari Kylie yang merupakan seorang model profesional, turut memberikan dukungan di media sosial guna meredam spekulasi adanya perselisihan antara kedua bersaudara tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun perdebatan mengenai meritokrasi di dunia modeling terus bergulir, kekuatan pengaruh personal tetap menjadi instrumen pemasaran yang sangat kuat bagi brand global.

Pengunjung Trans Studio Cibubur Berbagi Respons Setelah Menghabiskan Malam di Taman Hiburan, Apa yang Membuat Mereka Terpukau?
Baca juga:
Pengunjung Trans Studio Cibubur Berbagi Respons Setelah Menghabiskan Malam di Taman Hiburan, Apa yang Membuat Mereka Terpukau?

Secara keseluruhan, kembalinya tradisi Fantasy Bra yang sempat absen sejak 2018 ini telah berhasil menjalankan misi utamanya: menjadi pusat perhatian dunia. Meskipun meninggalkan luka bagi para model veteran yang merasa terabaikan, perpaduan antara kemewahan ekstrem, popularitas masif, dan kontroversi sosial telah membuktikan bahwa Victoria’s Secret masih mampu mendominasi percakapan di era digital ini.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan