Kabar YPU – 02 Oktober 2026 | Pelantikan Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026) menandai babak baru dalam struktur Kabinet Merah Putih. Kembalinya sosok yang dikenal ahli di bidang fiskal ini ke lingkungan Kementerian Keuangan disambut hangat oleh jajaran pegawai, di tengah dinamika politik dan ekonomi yang terus bergerak cepat.
Kehadiran Luky Alfirman di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, segera setelah prosesi pelantikan di Istana Negara, memicu sorotan publik. Kembalinya ia ke kementerian tersebut dianggap sebagai sebuah ‘comeback’ yang signifikan, mengingat rekam jejaknya yang panjang namun sempat terhenti akibat perubahan kepemimpinan di masa lalu.
Rekam Jejak dan Masa ‘Hibernasi’
Sebelum resmi mengemban amanah sebagai Wakil Menteri, Luky Alfirman menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran di Kementerian Keuangan. Namun, pada April 2026, ia dicopot dari posisi strategis tersebut oleh Menteri Keuangan periode 2025-2026, Purbaya Yudhi Sadewa. Peristiwa pencopotan ini sempat membuat namanya menjauh dari sorotan utama kementerian.
Menanggapi transisi yang ia alami, Luky secara jujur menyebut masa setelah pencopotannya sebagai masa ‘hibernasi’. Ia mengaku sempat merasakan perasaan campur aduk antara rasa senang dan terkejut saat menerima mandat baru ini. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pengalaman panjangnya di bidang keuangan akan menjadi modal utama untuk menghadapi tantangan ekonomi mendatang.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung turut memberikan apresiasi terhadap kompetensi Luky. Menurut Juda, Luky memiliki penguasaan mendalam terhadap berbagai aspek fiskal, mulai dari manajemen anggaran hingga perimbangan keuangan di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) atau DJSEF. Hal ini memberikan keyakinan bahwa penguatan tim di bawah Menteri Keuangan Suahasil Nazara akan semakin solid.
Tiga Fokus Utama Strategis
Sebagai pembantu Presiden dan Menteri Keuangan, Luky Alfirman menegaskan bahwa dirinya tidak membawa program kerja pribadi yang bersifat politis. Sebaliknya, ia akan bergerak selaras dengan instruksi Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk memastikan setiap rupiah keuangan negara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam diskusi awal dengan Menteri Keuangan, terdapat tiga agenda prioritas yang akan dikawal:
- Penyelesaian APBN 2026: Mengingat saat ini sudah memasuki kuartal IV, fokus utama adalah memastikan seluruh target belanja dan realisasi anggaran tahun berjalan dapat terselesaikan dengan optimal dalam sisa tiga bulan terakhir.
- Persiapan APBN 2027: Meskipun pengesahan anggaran oleh DPR telah dilakukan, Luky menekankan pentingnya penyelesaian berbagai aspek teknis agar APBN 2027 dapat langsung berjalan lancar (up and running) pada awal tahun depan.
- Transformasi Internal Kemenkeu: Melanjutkan agenda reformasi birokrasi dan konsolidasi internal untuk memperkuat integritas serta efisiensi di lingkungan Kementerian Keuangan.
Struktur kepemimpinan di Kementerian Keuangan kini diperkuat dengan adanya tiga Wakil Menteri, yaitu Juda Agung, Luky Alfirman, dan Nurkholisoh Ibnu Aman, yang mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Sinergi antar-pejabat ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara penerimaan, belanja, dan pembiayaan negara demi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan kembalinya Luky Alfirman ke lingkaran pengambil kebijakan, Kementerian Keuangan optimis dapat menghadapi tantangan fiskal yang semakin kompleks. Dukungan dari seluruh jajaran pegawai menjadi kunci utama agar transformasi dan pelaksanaan APBN dapat berjalan sesuai dengan visi besar pemerintah dalam mengelola keuangan negara secara transparan dan akuntabel.

Leave a comment