Skip to content

Indonesia Darurat Kabut Asap: Sektor Penerbangan Lumpuh di Berbagai Wilayah Akibat Karhutla

Indonesia Darurat Kabut Asap: Sektor Penerbangan Lumpuh di Berbagai Wilayah Akibat Karhutla
Indonesia Darurat Kabut Asap: Sektor Penerbangan Lumpuh di Berbagai Wilayah Akibat Karhutla

Kabar YPU – 17 Oktober 2026 | Kondisi cuaca ekstrem akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai memberikan dampak serius terhadap mobilitas masyarakat. Gangguan terhadap sektor penerbangan menjadi salah satu dampak yang paling nyata, di mana kabut asap tebal menyebabkan penurunan jarak pandang secara drastis di berbagai bandara utama.

Di Jakarta, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta melaporkan bahwa dua penerbangan terpaksa dibatalkan. Hal ini disebabkan karena jarak pandang di bandara tujuan berada di bawah batas minimum keselamatan penerbangan. Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal Soekarno-Hatta Executive Office, menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjamin keselamatan lalu lintas udara. Pihak pengelola bandara saat ini tengah melakukan langkah mitigasi di berbagai terminal untuk mencegah penumpukan penumpang akibat penundaan jadwal tersebut.

Mengungkap Makna 1 September: Dari Sejarah Polwan Hingga Pergerakan Harga Emas
Baca juga:
Mengungkap Makna 1 September: Dari Sejarah Polwan Hingga Pergerakan Harga Emas

Situasi serupa yang tidak kalah kritis terjadi di wilayah Papua. Bandara Internasional Sentani di Jayapura mencatat sebanyak 19 jadwal penerbangan, baik pesawat kargo maupun penumpang, mengalami penundaan. Gangguan ini berdampak pada rute menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dan Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Maskapai Trigana Air dan Wings Air menjadi operator yang terdampak langsung akibat kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah pegunungan tersebut. PGS General Manager Bandara Internasional Sentani, Joko Prasetiyono, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG dan AirNav Indonesia untuk memantau perubahan cuaca.

Dampak karhutla juga merambah ke Sulawesi Tengah. Di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, kombinasi antara kabut asap dan angin kencang menciptakan risiko tinggi bagi operasional pesawat. Batik Air dilaporkan membatalkan rute Makassar-Palu dan sebaliknya setelah memantau kondisi cuaca yang tidak kunjung membaik. Selain itu, maskapai Lion Air juga mengalami kendala saat mencoba mendarat (go-around) akibat embusan angin belakang (tailwind) yang mencapai 20 knot, hingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke bandara asal atau Return to Base (RTB) di Makassar.

Indonesia dan Selandia Baru memperkuat kerja sama di bidang pangan serta energi terbarukan, membuka peluang investasi bilateral
Baca juga:
Indonesia dan Selandia Baru memperkuat kerja sama di bidang pangan serta energi terbarukan, membuka peluang investasi bilateral

Sementara itu, di Kalimantan Tengah, Bandara Iskandar Pangkalan Bun juga menghadapi tantangan serupa. Jarak pandang di bandara ini dilaporkan hanya mencapai maksimal 500 meter sejak pertengahan Oktober. Asri Alie, Kepala Kantor UPBU Kelas II Iskandar, memperkirakan terdapat sekitar 84 pergerakan penerbangan yang berpotensi terdampak selama satu pekan terakhir. Berikut adalah ringkasan dampak gangguan di beberapa bandara:

Lokasi Bandara Status Operasional Penyebab Utama
Soekarno-Hatta (Tangerang) Pembatalan 2 Penerbangan Jarak pandang di bawah batas minimum
Sentani (Jayapura) 19 Jadwal Tertunda Kabut asap di wilayah Pegunungan Papua
Mutiara Sis Al-Jufri (Palu) Pembatalan & RTB Kabut asap dan angin kencang (tailwind)
Iskandar (Pangkalan Bun) Potensi 84 Pergerakan Terganggu Jarak pandang terbatas (maks. 500m)

Menghadapi situasi yang tidak menentu ini, para calon penumpang sangat diimbau untuk tidak hanya mengandalkan jadwal lama. Sangat penting bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan status penerbangan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi masing-masing maskapai sebelum berangkat menuju bandara. Langkah antisipasi ini diperlukan guna menghindari kerugian waktu dan tenaga akibat perubahan jadwal yang mendadak di lapangan.

Indonesia Diguncang Rentetan Gempa Hebat: Dari Sumba Hingga Aceh, BMKG Beri Penjelasan Lengkap
Baca juga:
Indonesia Diguncang Rentetan Gempa Hebat: Dari Sumba Hingga Aceh, BMKG Beri Penjelasan Lengkap

Secara keseluruhan, fenomena karhutla tahun ini telah menciptakan rantai gangguan pada konektivitas antarwilayah di Indonesia. Koordinasi antara pengelola bandara, maskapai, BMKG, dan otoritas navigasi udara menjadi kunci utama dalam menjaga standar keselamatan di tengah penurunan kualitas udara dan jarak pandang yang ekstrem di berbagai titik krusial.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan