Kabar YPU – 11 Oktober 2026 | Penunjukan Komjen Pol. dadang hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya membawa angin segar bagi upaya transparansi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah hukum Jakarta. Pasca resmi menjabat menggantikan Komjen Asep Edi Suheri, ia langsung menunjukkan komitmennya untuk merangkul masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi terbuka, termasuk menyediakan layanan pengaduan langsung melalui WhatsApp.
Langkah transformatif ini diawali dengan pertemuan silaturahmi dan dialog terbuka bersama insan pers di Lobi Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Sabtu (10/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa masukan dari berbagai pihak, terutama media, merupakan instrumen krusial untuk mengevaluasi kinerja institusi kepolisian. Ia menyadari bahwa tantangan di ibu kota memerlukan respons yang cepat, tepat, dan transparan.
Komitmen Transparansi Melalui Layanan WhatsApp
Salah satu gebrakan nyata yang dilakukan dadang hartanto adalah dengan mempublikasikan nomor WhatsApp khusus untuk menampung aspirasi dan pengaduan masyarakat, yakni di nomor 08118129494. Melalui saluran ini, warga Jakarta dapat melaporkan berbagai persoalan terkait pelayanan kepolisian maupun isu keamanan lainnya secara langsung.
“Jadi kita kerja untuk melayani, melayani Jakarta. Itu harus kita lakukan,” tegas Kapolda dalam dialog tersebut. Ia menekankan bahwa setiap laporan yang masuk akan diidentifikasi dan ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi mendalam. Selain saluran WhatsApp, masyarakat juga tetap dapat menggunakan mekanisme pengawasan internal melalui fungsi Propam untuk memastikan setiap tindakan kepolisian berjalan sesuai aturan.
| Aspek Perbaikan | Fokus Tindakan |
|---|---|
| Kinerja Personel | Peningkatan profesionalisme dan responsivitas di lapangan. |
| Sistem Kerja | Digitalisasi dan efisiensi prosedur pelayanan publik. |
| Manajemen Pelayanan | Transparansi tata kelola agar sesuai dengan kebutuhan warga. |
Rekam Jejak dan Optimisme Kepemimpinan
Kepemimpinan dadang hartanto di Polda Metro Jaya disambut dengan optimisme tinggi oleh berbagai kalangan. Direktur Eksekutif Total Info dan Statistik (TIS), Saut MS, menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan sang jenderal dalam memimpin wilayah paling strategis di Indonesia. Hal ini didasarkan pada rekam jejak panjang dadang hartanto yang memiliki spesialisasi kuat di bidang reserse.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini telah menempuh perjalanan karier yang prestisius, di antaranya:
- Wakapolda Sumatera Utara (2020)
- Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri (2023)
- Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri (2024)
- Kapolda Maluku (2025)
Selain pengalaman lapangan, ia juga dikenal memiliki kapasitas akademik sebagai Guru Besar bidang Ilmu Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Kombinasi antara pengalaman taktis di lapangan dan pemahaman mendalam mengenai administrasi publik diharapkan mampu membawa perubahan sistemik di Polda Metro Jaya.
Dengan dibukanya ruang dialog seluas ini, Polda Metro Jaya di bawah komando dadang hartanto berupaya mewujudkan semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Langkah ini diharapkan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi fondasi kuat dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di jantung ibu kota.

Leave a comment