Skip to content

Ekspansi Global adidas: Dari Kolaborasi Marvel Avengers Hingga Sengketa Hukum Desain Ikonik

Ekspansi Global adidas: Dari Kolaborasi Marvel Avengers Hingga Sengketa Hukum Desain Ikonik
Ekspansi Global adidas: Dari Kolaborasi Marvel Avengers Hingga Sengketa Hukum Desain Ikonik

Kabar YPU – 10 Oktober 2026 | Raksasa perlengkapan olahraga dunia, adidas, tengah berada di tengah pusaran dinamika bisnis yang luar biasa, mulai dari peluncuran koleksi kolaborasi budaya populer yang ambisius hingga menghadapi tantangan hukum terkait hak kekayaan intelektual. Di satu sisi, merek ini memperkuat dominasi pasarnya melalui integrasi dengan dunia sinematik, namun di sisi lain, mereka harus berjuang keras mempertahankan identitas visual yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Kolaborasi Epik dengan Marvel: Menghadirkan Karakter Avengers ke Kaki Penggemar

Menjelang perilisan film blockbuster Avengers: Doomsday yang disutradarai oleh Russo Brothers, sebuah kolaborasi spesial antara Marvel dan adidas telah terungkap ke publik. Koleksi ini akan menggunakan siluet klasik Adidas Superstar sebagai basis desain untuk tiga karakter ikonik: Doctor Doom, Ant-Man, dan Shuri.

Belajar dari model Toyota, RI berambisi meningkatkan ekspor baterai mobil listrik guna raih posisi kompetitif global
Baca juga:
Belajar dari model Toyota, RI berambisi meningkatkan ekspor baterai mobil listrik guna raih posisi kompetitif global

Berikut adalah rincian desain dari koleksi spesial tersebut:

  • Doctor Doom: Mengusung tema gelap dengan warna dasar hitam dan detail hijau tua. Desain ini sangat unik karena menggunakan elemen metalik dan aksen paku (studs) pada tiga garis khasnya untuk meniru tampilan baju zirah karakter tersebut.
  • Ant-Man: Didominasi oleh warna merah dengan tekstur kulit yang bervariasi serta tali sepatu kombinasi merah-putih. Menariknya, bagian dalam sol (insole) akan menampilkan kutipan ikonik karakter, “Pick On Someone Your Own Size”.
  • Shuri: Memadukan warna hitam dengan sentuhan ungu yang elegan. Desain ini dilengkapi dengan aksen emas pada bagian belakang yang terinspirasi dari kalung vibranium milik Shuri.

Tidak hanya pada lini Superstar, inspirasi Doctor Doom juga merambah ke lini sepatu basket melalui sepatu tanda tangan Anthony Edwards 3. Sepatu ini akan menampilkan kombinasi warna hijau, tan, dan sail yang terinspirasi dari baju zirah sang karakter, menambah eksitasi bagi para kolektor sneaker dunia.

Sentuhan Nostalgia: Perayaan 110 Tahun Club América

Di sektor olahraga sepak bola, adidas kembali menunjukkan komitmennya terhadap sejarah melalui peluncuran jersey edisi khusus untuk merayakan hari jadi ke-110 Club América, klub paling sukses di Meksiko. Koleksi ini dirancang untuk membawa kembali semangat era awal klub di Coapa dengan desain yang elegan namun tetap modern.

Danareksa Bersama Ekosistem Kawasan Industri Salurkan Bantuan Langsung kepada Korban Gempa NTT, Detail Programnya
Baca juga:
Danareksa Bersama Ekosistem Kawasan Industri Salurkan Bantuan Langsung kepada Korban Gempa NTT, Detail Programnya

Jersey ini tersedia dalam versi pria dan wanita, serta dilengkapi dengan seragam tandang. Kehadiran koleksi ini telah memicu antusiasme besar di media sosial, mengingat posisi Club América sebagai pemegang rekor 40 gelar resmi, termasuk 16 gelar juara liga Meksiko. Produk ini kini telah tersedia di berbagai toko resmi adidas maupun toko online klub.

Pertarungan Hukum: Melindungi Identitas Tiga Garis

Di balik kesuksesan komersialnya, adidas juga sedang menghadapi ujian hukum yang serius di Australia. Perusahaan telah mengajukan gugatan terhadap peritel fashion White Fox Boutique di Pengadilan Federal. Inti dari perselisihan ini adalah penggunaan desain empat garis pada pakaian oleh White Fox yang dianggap sangat mirip dengan merek dagang tiga garis milik adidas.

Pihak adidas berargumen bahwa penggunaan empat garis tersebut bersifat menyesatkan dan dapat membuat konsumen mengira produk tersebut adalah bagian dari merek mereka. Berikut adalah poin-poin utama dalam persidangan:

Leni Transformasi Sampah Jadi Harapan di Danau Sipin, Dukungannya Holding Ultra Mikro Bantu Perjuangan Lingkungan
Baca juga:
Leni Transformasi Sampah Jadi Harapan di Danau Sipin, Dukungannya Holding Ultra Mikro Bantu Perjuangan Lingkungan
Pihak Argumen Utama
adidas Desain empat garis bertujuan mengeksploitasi reputasi merek dan membingungkan pelanggan mengenai asal-usul produk.
White Fox Garis-garis tersebut hanyalah elemen dekoratif/ornamen dan tidak menunjukkan identitas produsen.

Kasus ini menjadi sangat penting karena akan menentukan sejauh mana perlindungan hak merek dagang sebuah desain dapat diterapkan pada produk pakaian, bukan hanya pada sepatu. Sidang lanjutan dijadwalkan akan berlangsung pada awal tahun 2027.

Secara keseluruhan, dinamika yang dialami perusahaan menunjukkan bahwa posisi adidas di pasar global sangatlah kuat namun juga rentan terhadap imitasi. Kemampuan mereka dalam menggabungkan budaya pop, sejarah olahraga, dan perlindungan hukum yang ketat akan menjadi penentu keberlangsungan dominasi mereka di masa depan.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan